"hei kau lelaki asia!"
"Dean ,si asia itu tuli. Kita habisi saja sekarang jangan membuang waktu"
Empat orang anak laki-laki berkulit putih ,dengan perawakan bule khas orang Barat mulai berjalan mendekati seorang anak laki-laki ceking namun berparas tampan yang kerap mereka panggil 'asia' atau 'asia sialan' , bahkan lebih parahnya 'bocah asia sampah' ,semua itu tentu memiliki arti. Namun setiap para anak laki-laki itu menyumpahinya, si 'asia' itu berusaha untuk selalu bersikap cuek,seakan kata-kata itu bukan tertuju untuknya.
"Hey ,you! Jeon Shitty" langkah si 'asia' tertahan karena seorang bocah gendut sudah menghalangi jalannya.
"Kau sampah, mau pura-pura tuli lagi?! Atau harus ku hajar dulu agar kau bisa mendengar lagi?!"
Si 'asia' itu tidak menjawab, bahkan arah matanya bukan mengarah pada bocah gendut itu , tapi mengadah keatas ,melihat oranye nya langit sore Kota NewYork hari ini. Ia harus segera pulang kerumah , sebelum mommy mencarinya.
Bug!
Satu pukulan mengenai wajah tampan si 'asia' , ia meringis pelan.
'bedebah ini' gerutunya dalam hati. Ia melemparkan tatapan tajam pada si bocah gendut.
Merasa bangga si bocah gendut tersenyum puas karena akhirnya ia mendapat fokus dari musuh besarnya, anak laki-laki asia ini membuatnya muak semenjak Rose berkata bahwa ia ingin putus dengan nya karena jatuh hati dengan bocah asia yang tak jelas asal-usulnya ini.
Para bocah lain , sibuk menertawakan kondisi si 'asia' . Semua berlangsung menyenangkan untuk mereka sampai akhirnya sebuah mobil mewah berhenti , mereka semua terkesiap kecuali si 'asia' , karena anak itu tahu ini pasti akan terjadi.
Seorang pria paruh baya keluar dari mobil mewah tersebut, para bocah 'bule' itu pun membenarkan posisi mereka , sungguh disisi lain juga mereka sedikit ketakutan, terutama Dean,khawatir apa pria ini melihat perbuatannya tadi?
"Wah, kalian mendadak berbaris rapi seperti ini karena kedatanganku?"
"Sudah belajar menjilat sedari dini" gumam pria itu.
Si 'asia' mendengar jelas apa yang pria barat itu ucapkan, ia menyeringai sinis.
"Memangnya ini zaman perbudakan huh? Sehingga masih ada sifat rasis yang tersisa di peradaban modern seperti sekarang" para bocah itu tertunduk , mereka tak sangka akan tertangkap basah atas perbuatannya tadi oleh Robert Stark. Politisi terkenal Amerika, dan juga pemilik perusahaan nomer 1 di dunia Stark Enterprise. Saat ini lidah mereka terasa kelu,bahkan untuk menjawab atau membela diri pun, suara mereka sangat berat untuk berucap.
"Anak-anak jaman sekarang, hal kemanusiaan saja tidak tertanam dalam diri kalian, mau jadi apa Amerika jika pemuda nya saja seperti ini" ucap pria itu dengan nada merendahkan
"Jeon Stark, masuk kemobil. Kau terlambat pulang membuat mommy-mu mengomel padaku saja" ucap Robert pada si'asia' yang sontak membuat para bocah lelaki itu terkejut setengah mati.
"Dad, jangan di depan teman-teman ku, aku tidak ingin di cap anak mommy" jawab Jeon Stark, sembari membersihkan debu dari pakaian dan ransel nya karena ia sempat tersungkur ke tanah saat Dean memukulnya tiba-tiba.
"Ah jadi mereka adalah 'teman' puteraku? Setelah apa yang mereka lakukan,kau mengakui mereka sebagai teman?" Robert menekan kata 'teman' dalam ucapannya ,membuat para bocah itu bergidik ngeri. Sungguh ini adalah hari sial ,terutama untuk Dean.
"Kalau begitu seharusnya kau mengundang mereka ke mansion kita , aku harus menjamu teman puteraku bukan?" Para bocah mau tidak mau mengangguk setuju.
CZYTASZ
Can I touch Your heart?
FanfictionLelaki itu begitu misterius , terlalu dingin. Semua orang memujanya , apalagi dengan gelarnya sebagai pewaris tahta,calon Perdana Menteri,dan juga seorang pengusaha kaya raya. Apa yang tak Jeon Jungkook miliki? Walaupun hanya seorang anak angkat dar...
