Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Who is he?

26 1 0
                                        

Hai, aku Crystal mahasiswi baru di Universitas Indonesia. Aku baru saja pindah dari kota asalku yaitu Malang. Aku adalah anak yang bisa dibilang Introvert pada saat dibangku SMA. Aku tidak mengikuti Organisasi, aku sering berbuat masalah dengan guru, nilaiku pun tidak sebagus yang orang lain kira. Aku berjanji pada diriku sendiri saat aku sudah berada di jenjang perkuliahan, aku akan membuang "keansosan" ini. Aku tidak mau menjalani dunia perkuliahan dengan biasa saja.

Bulan Juli 2019 adalah pertama kalinya aku mengunjungi kampusku. Disana aku melihat banyak sekali kakak tingkat yang terlihat menyenangkan dan entah kenapa, aku lebih tertarik untuk ikut organisasi di kampus. Aku datang ke kampus pada hari itu karena aku harus mengurus beberapa data yang harus diserahkan hari itu juga. Tiba-tiba ada 2 mahasiswi yang mendatangiku dan meminta nomor teleponku untuk menghubungiku saat ada Technical Meeting Fakultas. Mahasiswi itu pun bilang bahwa 2 hari lagi akan ada Technical Meeting Fakultas yang harus aku datangi. Aku yang hanya bisa mengangguk dan pergi karena malu.

Sesampainya aku di rumah, aku berpikir apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus datang Technical Meeting atau tidak? Bagaimana kalau aku datang dan semua orang sudah memiliki teman kecuali aku? Pikiran ini mulai membunuhku perlahan. Tanpa pikir lebih lama lagi, aku menarik selimut dan pergi tidur agar tidak berpikir hal-hal tidak penting lagi.

Dua hari kemudian aku pun memutuskan untuk datang Technical Meeting Fakultas. Setibanya disana, aku melihat kakak tingkat yang tidak ku kenal, mahasiswi yang meminta nomor telpku, mahasiswa baru yang duduk sendiri-sendiri dan tidak berbicara satu sama lain. Aku memutuskan untuk duduk di belakang. Apa yang kau harapkan dari anak instrovert? Duduk di depan dan dilihat banyak orang? Tentu tidak. Aku duduk dibelakang disebelah tembok. Lima menit kemudian datanglah seorang mahasiswi baru sama sepertiku, sendirian. Aku berusaha untuk membuang rasa malu untuk berkenalan. Perkenalan itu berjalan singkat dan aku memintanya untuk duduk disebelahku dan dia pun mengiyakannya.

Saat acara Technical Meeting dimulai, yang mataku cari pertama adalah Kakak Tingkat Tampan. Ya. Kakak kelas ganteng. Aku menoleh ke kanan ke belakang tidak mendapat satu pun yang menarik perhatianku. Otakku langsung mengatakan " selamat menjalani kuliah tanpa kakak kelas tampan.". Beberapa saat kemudian, aku memperhatikan Mahasiswa yang sedang menjelaskan Power Point di depan.

Saat aku melihat mahasiswa ini, aku tidak merasa dia tampan. Aku hanya melihatnya sebatas " kakak tingkat". Singkat cerita aku masuk kedalam acara universitas dan harus tampil di atas panggung. Bisa kau bayangkan anak introvert diminta melakukan hal itu? Mentalku jatuh tiba-tiba. Selesainya Technical Meeting, kami yang akan tampil di acara univ harus berkumpul dahulu untuk koordinasi. Saat kami semua sudah berkumpul, kakak tingkat semuanya hadir dan mendampingi kami selama koordinasi dan penentuan waktu latihan. Aku melihat kakak tingkat yang ku kira "biasa saja" lagi. Selama mereka semua berunding, aku melihat ke arah pintu untuk melihat kakak tingkat ini. Lama kelamaan, aku mulai tertarik untuk mencari tahu siapa dia. Technical Meeting pun selesai dan kami bersiap pulang. Kakak tingkat ini mengenakan jaket jeansnya dan.... disitu aku yakin bahwa aku suka dengan kakak tingkat ini. Bisa kau bayangkan aku menyukainya hanya karena dia menggunakan jaket jeans dan senyumannya? Aku sudah gila.

Jeans Jacket Geschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt