PROLOG

81 16 4
                                        

Bau anyir kini menyeruak keluar dari salah satu loss apartemen yang tak jauh dari kamar seorang pemuda, dimana identitas asli pemuda tersebut adalah seorang agen kepolisian yang sedang mengambil masa cuti panjang nya setelah berhasil menyelesaikan kasus besarnya.

'Bau ini, bukankah bau ini seperti ....—' gumam pemuda itu menggantung dalam benak dengan kaki nya yang refleks melangkah mendekati tepat depan pintu loss apartemen yang ia duga sebagai sumbernya.

'Kurasa dugaan ku benar, bau ini ... tak lain adalah ... Mayat!!' pekik pemuda itu dalam hatinya yang kini telah yakin dengan dugaan nya.

Dengan langkah cepat pemuda itu kembali ke apartemennya, dan segera menghubungi anggota nya untuk segera datang menggeledah loss apartemen tersebut.

'Sial!! Mengapa hari ini menjadi hari tersialku di saat ku mengambil cuti panjang!' rutuk pemuda itu dalam benak, sembari menghela nafas panjang.

Sungguh ia merasa menjadi manusia paling sial yang pernah ia rasakan. Bagaimana tidak sial jika cuti panjang yang telah ia nantikan demi menikmati waktu muda nya yang bisa di bilang sebagian waktu nya di penuhi dengan pekerjaan nya yang tak mengenal waktu, justru kini berakhir dengan ia menemukan kasus tak terduga!

.

.

Derap langkah kaki tak beraturan terdengar cukup jelas dari apartemen pemuda yang berada tak jauh dari loss apartemen korban yang baru saja pemuda itu temukan.

Dengan langkah malas pemuda itu mengenakan sweater hitam nya terlebih dahulu sebelum kembali melangkah menuju loss apartemen yang sudah ia tandai sebelumnya.

"Pak," panggil salah satu pemuda yang baru saja datang menuju loss apartemen yang sudah diberitahukan sebelumnya.

"Buka pintunya," ujar pemuda yang menggunakan sweater hitam dengan nada bicara khas nya yang terdengar datar dan dingin.

Tanpa adanya penolakan, sang anak buah bergegas membukakan pintu dari loss apartemen yang telah ia tandai terdapat korban di dalam nya.

Bagaimana ia membuka pintu tersebut? Apakah akan di buka secara paksa?

Tentu saja tidak, berhubung telah ada pelaporan dari warga apartemen yang tak lain pemuda yang memang merupakan salah satu penghuni apartemen tersebut, sehingga pihak kepolisian dapat meminta bantuan pihak apartemen untuk membuka pintu apartemen terkait.

Gagang pintu bergerak terbuka, dan seketika bau anyir menyeruak ke seluruh ruangan, bahkan bau busuk mayat sangat jelas menusuk hidung masing masing pemuda yang baru saja masuk.

Jika saja bukan anggota kepolisian yang masuk, maka sudah di pastikan orang yang memiliki indra penciuman yang tajam merasa mual di buat nya, dan tak mampu berlama lama disana.

"Cek keseluruhan ruangan ini! Cek keadaan mayat itu," ucap pemuda dengan sweater hitam, yang memang sebenarnya memiliki jabatan yang tinggi di kesatuan kepolisian.

"Baik Pak," ucap anak buahnya serempak.

Dengan cermat dan hati hati pemuda dengan sweater hitam nya sibuk mengamati keadaan seluruh ruangan apartemen.

Hingga...

Arah pandangan nya jatuh fokus pada leher korban yang terlihat tak biasa dan mengganggu pikiran dirinya.

'Apa itu? Mengapa benda tak masuk akal itu membekas kecil di sekitar leher?' gumam pemuda itu sambil mengusap dagunya pelan.

---

See you next chapter

Leave a comment, and vote

.
.

Seya

(S)uicide Where stories live. Discover now