PART 1

15.9K 1K 143
                                        

Halo!!
Enjoy kelanjutan kisah kasih nya Sehun dan Saena peeps👻
Jamgan lupa comment dan vote nya plisz;)

🔥🔥🔥

Di tengah pertemuannya di luar kota yang tidak terlalu jauh dari kota Seoul, Sehun harus kembali ke ibu kota sekarang juga. Saena akan melahirkan.

Perkiraan dokter Saena akan melahirkan seminggu kedepan, sebab itu Sehun bisa meninggalkan Saena. Untung saja Sehun hanya menerima meeting di luar kota dan tidak di luar negri karena memang tidak ingin berada jauh dari Saena.

"Tempuh jalan yang paling cepat untuk sampai Seoul." Kata Sehun kepada Baekhyun sedikit cemas.

"Iya bos, 15 menit lagi kita sampai."

Semenjak selesai dengan meetingnya, Sehun sama sekali tidak menutup telfonnya yang tersambung dengan Tiffany.

"Tiff, gimana Saena???!!" Ujar Sehun sangat panik.

"Dokternya lagi nge cek, Saena lahirannya normal apa engga."

"Apa maksudnya engga?." Heran Sehun ditambang dengan kepanikannya.

"Dokternya bilang ada kemungkinan bayinya kembar, kalo bayi lo kembar harus operasi Hun." Tiffany terus melaporkan situasi dan kondisi Saena.

Kembar? Batin Sehun.

Saena dan Sehun bukan pasangan yang mau melihat usg setiap bulannya. Tetapi memang sempat seorang dokter berkata jika ada potensi Saena akan melahirkan anak kembar. Tetapi persentasinya sangat rendah karena baik gen Saena ataupun gen Sehun tidak ada yang mewarisi gen kembar.

Sehun tersenyum, Baekhyun yang menyoroti senyuman bosnya dari kaca itupun ikut senyum juga.

Sehun menerobos ruangan persalinan, namun beberapa suster yang menjaga sempat mencegah Sehun untuk masuk.

"Maaf pak kalau tidak berkepentingan di larang masuk." Ujar suster.

"Saya bapak dari bayi yang akan lahir di dalam!!!!" Tegas Sehun.

Setelah pengangakuan Sehun tersebut, suster itu merasa bersalah dan mempersilahkan Sehun memasuki ruangan persalinan.

Prosesi persalinan belum dimulai. Masih menunggu keputusan dari dokter apakah Saena akan melakukan cara normal atau dengan melakukan operasi.

"Kamu lama banget sampenya!" Protes Saena.

Dengan tubuhnya yang terkulai lemas di bangsal, Saena masih sanggup meneriaki Sehun. Ia sangat kesal karena suaminya itu sibuk disaat ia harus segera melahirkan.

"Inikan aku udah sampe, sayang." Ujar Sehun sambil mengelus dahi Saena yang berpeluh.

Dokter memasuki ruangan dengan sudah memiliki keputusannya akan bagaimana Saena melakukan prosesi melahirkannya.

Jujur saja, Sehun tidak pernah merasa segugup ini dalam hidupnya. Melebihi bagaimana ia gugup saat akan menikahi Saena.

"Tuan Oh?"

"Iya dok. Saya sendiri."

"Langsung saja, sebenarnya istri anda memungkinkan untuk melakukan proses melahirkan secara normal. Namun untuk alasan jangka panjang, saya menyarankan untuk operasi saja."

Sehun yang tidak mengerti apa-apa tentang ini merasa sedikit bingung karena dokter tersebut memberikan dua pilihan untuknya.

"Lakukan saja mana yang paling bagus, Dok. Saya mau hari ini juga bayi itu keluar dari perut istri saya."

"Baiklah saya akan melakukan operasi untuk nyonya Oh. Silahkan keluar."

"Saya disini aja." Kata Sehun.

"Anda yakin? Prosesi operasi akan sedikit tidak layak disaksikan oleh orang biasa."

"Orang biasa anda bilang!!!!" Teriak Sehun kepada dokter.

"SAYANG!!!!!!!" Saena membalas meneriaki Sehun agar tidak membuat keributan ditengah situasi seperti ini.

"Maaf dok. Saya akan tetap di ruangan ini. Saya mau menyaksikan langsung anak saya dikeluarkan dari perut istri saya."

Proses operasi pun mulai dilakukan, para suster mendekat mengelilingi bangsal Saena. Hal yang dilakukan oleh dokter adalah membius Saena agar tidak merasa sakit ketika dokter mengeluarkan bayi dari perutnya.

Sehun mengamati dengan seksama bagaimana dokter dan beberapa suster itu bekerja mengutak-atik perut buncit Saena.

Fortunately, Sehun adalah seorang mafia dan hingga sekarang masih aktif. Melihat darah adalah hal yang biasa untuknya. Jadi ia bisa dengan sangat santai mengawasi gerak-gerik sang dokter itu.

Sementara Saena, ia dengan damai tengah berada di dalam alam bawah sadarnya. Dokter memilih untuk membius full Saena untuk alasan keselamatannya.

*baby crying*

Dokter berhasil mengangkat seorang bayi mungil dari dalam perut Saena. Kemudian diserahkan kepada seorang suster agar dibersihkan. Tak berapa lama kemudian suara bayi kembali terdengar.

Sehun bergegas membuntuti suster yang membawa dua bayinya itu.

"Selamat tuan. Bayi anda kembar, laki-laki dan perempuan." Tutur seorang perawat.

Oh Tuhan, sungguh saat ini Sehun merasa menjadi orang paling beruntung sedunia. Melihat kedua bayinya sehat terlahir kedunia ini, membuat air matanya berhasil membasahi wajahnya.

Saena telah dipindahkan ke ruang inap VVIP bersamaan dengan kedua bayinya itu.

Tidak perlu menunggu waktu yang lama, Saena sudah sadar. Ia membuka matanya kemudian disambut dengan pemandangan Sehun dan Tiffany yang menggendong dua bayi mungil.

"Selamat sayang. Kamu hebat, anak kita dua-duanya sehat." Sehun memperlihatkan wajah bayi perempuan kepada Saena kemudian bergantian Tiffany yang memperlihatkan wajah si bayi laki-laki itu.

Tangisan Saena saat itu juga pecah. Ia tidak tau harus berkata apalagi melihat kedua anaknya terlahir dengan sehat.

"Mau dikasih nama siapa nih ponakan gue?" Tanya Tiffany.

"Shero dan Shery." Ucap Sehun matang.

"Shero, Shery! Sini mama gendong." Saena mendudukan dirinya dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh anaknya.

Sehun dan Tiffany menyerahkan anak yang tadinya ada di perut Saena kini berada di dekapannya.

"Kamu kok udah siapin namanya sih yang? Dapat dari mana?" Tanya Saena.

"Tadi waktu Tiffany bilang ada kemungkinan kamu lahiran kembar tiba-tiba nama itu muncul."

"Namanya bagus!" Ujar Tiffany merasa senang.

Oh Shero dan Oh Shery. Dua buah cinta dari Sehun dan Saena. Kini babak baru akan ditempuh oleh Saena dan Sehun. Dengan status aktif Sehun di dunia mafia ia harus bekerja dengan sangat keras untuk keselamatan kedua anaknya.

"Abang sama mama mana yang?" Tanya Saena melihat ke sesisi ruangan yang hanya terdapat suaminya dan Tiffany.

"Abang kamu lagi diperjalanan. Mama juga."

✨✨✨

Saena dan Sehun sedang berada di titik nyaman mereka. Pekerjaan Sehun yang aman terkendali, Saena yang baru saja resmi menjadi seorang ibu dari dua anak kembarnya.

Kedepannya mereka berharap semua akan baik-baik saja. Tapi rasanya kata 'baik-baik saja' itu terdengar asing bagi keluarha mafia. Musuh bisa muncul kapan dan dimana saja.

Tanggungan Sehun bertambah, ia tidak hanya harus menjaga Saena. Kini Sehun harus menjaga 2 malaikat kecilnya itu juga.

[TBC]

The Ride of MafiaGeschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt