Part satuu - Prilly

60 4 2
                                        

.
.
.

Selamat datang dicerita abstrakk aku wkwk. Ini cuma imajinasi aja ya, ga ada niatan tertentu.

.
#tbc guys

"Dasar anak pembawa sial"

"Anak nyusahin"

"Anak neraka"

"Anak anjing"

Empat kalimat itu yang sering keluar dari mulut Ibu kandungku sendiri, aku juga tidak mengerti apa salah ku salama ini. Selebih lagi ketika Ibu ku sedang berada dipuncak emosi, mungkin lebih dari empat kata itu.

Perkenalkan namaku Prilly Septiana Anggraini, orang terdekat ku biasa memanggilku Prilly atau illy. Aku hidup dengan keluarga yang bisa dibilang HANYA MEMENTINGKAN HARGA DIRI DAN TEGAS hm.. lebih tepatnya terlalu tegas.

"Prilll!!! Prillyyy!!! Budek banget jadi anak!" Aku tersadar dari lamunanku, itu suara ibuku, lebih tepatnya ibu kandungku.

Aku berlari kecil dari dapur untuk menghampiri ibu "ada apa bu?" Tanya ku ketika aku sudah mendekatinya.

"Lu taro dimana baju gw yang warna kuning!"

"Aku simpan dilemari ibu kok bu, lemari urutan kedua dari atas" jawab ku sambil berjalan kearah lemari baju ibu

Setelah ku buka baju yang dicari ibu ku tidak ada "mana?! Ga ada kan?! Makannya abis gosok tuh ditaro yang bener jngan dibuang! Ga tau apa itu beli pake duit! Lu emang mampu ganti baju gw hah?! Lu mana ada duit!!! Kalo mau Sono jual memek" Ucap lantang ibuku

Deg!

Kata-kata itu yang begitu menusuk hati, kata-kata yang aku benci ketika mendengarnya.

Setelah itu aku langsung menunduk dan tidak sanggup menatap wajah ibu. Mataku memanas sampai sesuatu jatuh dari kelopak matanya. Air mata sialan muncul padahal aku sudah menahannya. Miris bukan?

"Sebentar ya bu aku cari di lemari yang lain dulu" suara ku sedikit gemetar dan berlalu menuju lemari yang ada. Setelah aku berhasil menemukan baju yang dicari aku buru-buru membawa nya ke ibu

"Ini bu, ada di lemari baju prilly ternyata" ibu menerimanya dan berlalu begitu saja tanpa mengatakan apa-apa

**

Pov Prilly

Kringgggg..

Kringgg..

Kring..

Alarm handphone ku berbunyi, dengan mata yang masih tertutup, aku mencari asal suara dan bergegas mematikannya. Aku duduk diatas kasur sambill mengumpulkan kesadaran. Sekiranya kesadaranku sudah terkumpul, aku mengikat rambut asal dan begegas menuju dapur untuk memulai aktifitas yang sudah menjadi rutinitas setiap hari

Dimulai dari mengupas bawang, mengeluarkan sayuran dari kulkas, dan  mengeluarkan ikan dari freezer. Setelah itu aku mencuci beras kemudian dimasak dikompor, sambil nunggu nasi aku membuat lauk untuk dimakan hari ini dan sesekali aku bersenandung kecil.

Takdir kah?!Stories to obsess over. Discover now