Marhaban ya ramadhan..
Mohon maaf lahir bathin🙏
***
Sejak enam tahun yang lalu Laya Aruna menyandang status sebagai istri Arsa Wardana, pria yang menikahinya karena perjodohan yang Anwar inginkan. Laya sendiri tidak mengerti kenapa Anwar memintanya untuk menikah dengan Arsa padahal kondisi Laya sendiri sangat tidak pantas untuk bersanding dengan putra semata wayangnya itu. Laya Aruna hanyalah seorang yatim piatu yang hidup sebatang kara setelah ayahnya mati bunuh diri sedangkan ibu Laya telah lama meninggal saat dia masih kecil.
Pernikahan Laya dan Arsa telah dikarunia seorang putri yang sangat cantik, awal menikah Arsa memang tidak mau menyentuh Laya karena merasa jijik melihat wajah wanita yang sudah di nikahinya itu meskipun mereka tidur satu ranjang tapi Arsa selalu memunggungi Laya dan meletakkan bantal guling sebagai pembatas diantara mereka, hingga suatu malam Arsa pulang dalam keadaan mabuk dan menyentuh Laya untuk pertama kalinya secara intim. Sejak malam itu Arsa tidak bisa berhenti menyentuh Laya untuk memuaskan hasratnya, hanya saja dia akan melakukannya dalam keadaan gelap karena dengan begitu Arsa bisa bercinta dengan Laya tanpa merasa jijik melihat wajah Laya yang dianggapnya seperti monster.
Meskipun Laya telah melahirkan seorang anak untuknya dan Laya juga selalu melakukan kewajibannya sebagai seorang istri, tidak serta merta mampu meluluhkan hati Arsa. Pria itu tetap saja bersikap dingin dan cuek pada Laya. Laya hanya bisa bersabar dan pasrah pada takdirnya, walau Arsa tidak pernah mempedulikannya tapi Arsa sangat menyayangi putri mereka dan begitu memperhatikannya, hal itu sudah cukup Laya syukuri, dia tidak ingin serakah untuk berharap lebih.
Azeela Wardana, gadis cilik yang sudah berusia lima tahun itu sangat pintar karena sejak usia tiga tahun sudah mulai bersekolah hanya saja Laya tidak pernah sekalipun diperbolehkan untuk menemani atau sekedar mengantarkan putrinya ke sekolah. Azeela yang biasa dipanggil Zee selalu pergi ditemani oleh pengasuhnya atau Arsa sendiri yang akan menemani anaknya itu. Perkataan tajam Arsa yang mengatakan jika kehadiran Laya hanya akan membuat Zee malu pada teman-temannya karena memiliki ibu seperti monster. Sikap buruk Arsa rupanya menular pada Zee, gadis kecil itu sering kali bersikap kurang ajar pada ibunya dan mengabaikan keberadaan Laya. Arsa selalu berkata jika wajah cantik Zee menurun darinya karena memiliki ayah yang tampan padahal andai saja wajah Laya tidak ada bekas luka maka semua orang akan tau jika Zee mewarisi kecantikan ibunya.
"Pa nanti jadikan kita jalan-jalannya?" rengek Zee ketika mereka sarapan.
"Iya sayang, tapi Zee harus habiskan dulu sarapannya" jawab Arsa lembut.
"Oke Pa" gadis kecil itu bersemangat menghabiskan sarapannya karena tidak sabar ingin menghabiskan waktu bersama ayahnya.
Laya tersenyum senang melihat kegembiraan putrinya meskipun tau jika pasti dirinya tidak akan diajak pergi bersama anak dan suaminya tapi melihat putrinya begitu gembira sudah cukup membuatnya senang. Bagi Laya selama Azeela bahagia maka itu sudah cukup baginya.
"Habiskan susunya ya Zee" ucap Laya memberikan segelas susu cokelat.
"Enggak mau ah, enek" ketus Azeela menutup mulutnya.
"Loh biasanya suka nak atau mau ganti rasa lain?"
"Enggak mau" tolak Azeela.
"Tapi.."
"Anakku sudah bilang gak mau, kamu jangan maksa" potong Arsa dingin.
Laya terdiam mendapat teguran dari suaminya, Laya tertunduk karena tatapan tajam Arsa padanya.
"Pergi sekarang aja yuk Pa, Zee udah kenyang" ajak Azeela tanpa mempedulikan keberadaan ibunya.
Arsa mengangguk menuruti keinginan putrinya, dia tau jika keberadaan Laya sudah merusak mood putrinya. Mungkin lain kali Arsa bisa meminta Laya untuk sebaiknya tidak ikut sarapan bersama mereka agar tidak merusak suasana pagi mereka.
Laya mengulurkan tangannya pada Azeela, dia membiasakan putrinya itu untuk menyalim tangan orang yang lebih tua, dengan malas-malasan Azeela mencium punggung tangan ibunya. Laya juga melakukannya pada Arsa meski suaminya itu bersikap dingin padanya.
"Zee jangan nakal ya, jangan nyusahin Papa" pesan Laya.
"Hmm" Azeela menggandeng tangan Arsa berjalan menuju mobil, gadis kecil itu tampak sangat bersemangat. "Kita jemput Tante Citra dulu kan Pa" tanya Azeela.
Senyum di wajah Laya menghilang mendengar pertanyaan Azeela pada Arsa, suami dan anaknya itu tak pernah mengajaknya untuk pergi bersama tapi mereka lebih memilih untuk mengajak Citra, sahabat Arsa yang berparas cantik menawan. Laya bisa mengerti jika Arsa membencinya karena pria itu sendiri pun terpaksa menikahinya atas perintah Anwar tapi Azeela adalah darah dagingnya, anak yang dia kandung dan lahirkan ke dunia ini. Bagaimana mungkin gadis kecil itu lebih memilih bersama wanita lain dibanding ibu kandungnya sendiri. Mungkin sikap Arsa dan Hasna mempengaruhi pikiran gadis kecil itu mencontoh sikap mereka yang membenci Laya. Laya hanya bisa berdoa semoga suatu hari nanti pikiran anaknya bisa terbuka dan menerima keadaan Laya.
***
Arsa masuk ke dalam rumah sambil menggendong Azeela yang sudah tidur setelah asisten rumah tangganya membukakan pintu. Arsa melihat Laya yang tertidur di ruang tamu karena menunggu kepulangannya dan Azeela, tanpa mempedulikan Laya, Arsa berlalu begitu saja menuju kamar putrinya.
Bik Mina yang melihat sikap cuek Arsa hanya mampu menghela napas dan menatap Laya dengan iba, dia tau jika selama ini Arsa memang tidak pernah bersikap baik pada istrinya. Bik Mina mendekati Laya untuk membangunkan majikannya itu.
"Bu, tidur dikamar saja"
Laya mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya. "Jam berapa Bik?"
"Hampir jam sebelas, Pak Arsa dan Non Zee baru saja pulang"
"Mereka sudah pulang Bik? Sekarang mereka dimana?"
"Tadi Pak Arsa membawa Non Zee ke kamarnya"
Laya menganggu. "Bibik istirahat saja, sudah malam" pesan Laya kemudian pergi menuju kamar Azeela.
Arsa menyelimuti tubuh anaknya lalu mencium kening Azeela dengan sayang, dia hanya melirik dari sudut matanya ketika Laya masuk ke kamar itu.
"Kenapa malam sekali pulangnya Mas?" tanya Laya yang tidak mendapat jawaban apa-apa dari suaminya. "Apa kalian sudah makan malam?"
"Hmm" Arsa lalu keluar dari kamar Azeela menuju kamarnya.
Laya mendekati Azeela yang sudah tertidur lelap, diusapnya kepala putrinya itu dengan penuh kasih sayang. Laya mencium kening dan kedua pipi anaknya, hanya saat Azeela sedang tidur maka Laya bisa melakukannya karena jika Azeela bangun maka jangan harap Laya bisa menciumnya, gadis kecil itu tidak akan membiarkan Laya menciumnya. Dia bilang ngeri jika wajah Laya yang menakutkan itu dekat-dekat dengan wajahnya.
"Tidur nyenyak sayang" Laya menyalakan lampu tidur lalu keluar dari sana.
Saat Laya masuk ke dalam kamarnya dilihatnya Arsa sudah memejamkan mata di tempat tidur, Laya pergi ke kamar mandi, tidak lama kemudian Laya keluar dari kamar mandi lalu mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur yang ada di nakas sebelah ranjangnya.
"Matikan lampunya"
Baru saja Laya hendak memejamkan matanya terdengar suara Arsa memerintahkannya untuk mematikan lampu. Laya paham, jika Arsa menyuruhnya untuk mematikan lampu itu artinya pria itu menginginkan Laya untuk memuaskan hasratnya. Selalu begitu.
Bersambung
🦂WindaYesung🦂
Jambi, 23 April 2020
YOU ARE READING
BLACK PEARL✔️ (DITERBITKAN)
ChickLitLaya sadar jika dia tidak pantas bersanding dengan Arsa tapi gadis itu tidak dapat menolak permintaan Anwar untuk menerima perjodohan dengan putranya itu. Anwar adalah malaikat penolong saat Laya hampir berakhir di rumah bordil krn hutang pada rente...
