Kamu pernah berkata, kita perlu waktu untuk membenahi diri masing-masing.
Mempersiapkan diri untuk dua kemungkinan tentang hubungan ini, yang pertama tentang kehidupan baru ketika kita dipersatukan. Lalu yang kedua, tentang kehidupan baru ketika kita dipisahkan.
Teruntuk kamu, terima kasih untuk waktu yang tak singkat ini.
***
Dunia terasa pilu ketika dirinya mengatakan ingin berhenti sejenak dengan hubungan ini.
Dunia terasa suram ketika dirinya mulai asing untukku.
Dunia bahkan terasa bersedih ketika ada jarak yang cukup lebar untuk kita berdua.
Bagaimana bisa, dua anak manusia berlawanan jenis yang awalnya saling mencintai dalam kurun waktu yang cukup lama, tiba-tiba salah satu darinya ingin berhenti sejenak.
Entah, apa yang mendasari sang laki-laki berani mengatakan hal itu.
Bukan hal yang mudah bagi sang perempuan, dimana dirinya telah memiliki harapan besar.
Hingga waktu berlalu, mempertemukan keduanya kembali dengan perasaan masing-masing.
Dimusim itu, semuanya berawal dan berakhir...
-Maze-
Hayu, tebak siapa pemerannya?
So, balik lagi dengan aku author abal-abal. Gimana-gimana? Adakah yang rindu tulisanku? Atau rindu aku? Hahahaha, sayangnya nggak ada ya.
Oke, aku kembali dengan cerita yang mungkin selalu menyedihkan dan membuat beberapa dari kalian jengkel.
Eits, cerita kali ini beda man-teman. Karena ini aku dedikasikan untuk temanku, yah walau pun ceritanya nggak sama persis. Cuman, aku mau bikin cerita ini karena menghargai pengorbanan sang perempuan a.k.a temen aku.
So, simak terus ya. Dan masukkan cerita aku ini ke perpustakaan kalian, biar nggak ketinggalan kalo aku update.
See you.
