.
.
.
.
.
Happy Reading!
"Ibu Reina pergi dulu yah" pamit seseorang untuk pergi meninggalkan keluarganya yang selama ini sudah menemani.
"Apa kamu yakin nak? " tanyanya.
"Reina yakin kok bu! Do'ain Reina yah semoga lancar di sana, Jaga kesehatan ibu, jangan marah-marah melulu, jangan lupa olahraga teratur supaya penyakit Ibu sembuh"ujarnya khwatir.
"Iya makasih nak! kamu juga harus jaga kesehatanmu, jangan makan yang aneh-aneh di sana, belajar yang benar, jangan lupa sarapan sebelum pergi" saut Ibunya mengingatkan.
"I-ibu.. " Tiba-tiba air mata mengikuti gaya gravitasi mengalir begitu saja ke bagian pipi, seakan-akan badannya tertarik magnet dalam pelukan sang ibunya "Ibuuuu.. Jaga kesehatan yahh, Ibu maaf sekarang ibu udah nggak bisa ngeliat Reina marah-marah ke Ibu lagi, tapi Reina yakin ibu senang Reina pergi kan? Reinan cuman pergi sebentar kok
Reina janji,Reina bakal balik lagi kok bu! Terus ketemu Ibu, Raya, sama Revan" ujarnya Pamit.
"Iyaaa.. Jaga baik-baik dirimu di sana! " sambil melepaskan pelukannya
"Kakak! Kak Reina jangan pergi... " ujar si bungsu tidak rela di tinggalkan oleh kakaknya.
Reina pun berjongkok agar sejajar dengan adik bungsu yang sangat dia sayangi untuk berpamitan.
"Maafin kakak Reina yah Revan! Kakak janji bakal balik lagi kok! Janji! "Sambil mengulurkan jari kelingkingnya untuk berjanji kembali lagi untuk bertemu.
Reina akhirnya berdiri menghampiri adik perempuannya sekalian sebagai teman berantemnya untuk berpamitan.
"Raya.. Kakak pergi dulu, Jaga ibu baik-baik! kamu yang tanggung jawab sekarang! Jaga adikmu juga yah"Reina pun membalikkan badannya setelah memastikan barang-barangnya telah di periksa oleh petugas Bandara.
"Dadah! " Reina akhirnya pergi dan melambaikan tangannya pamit untuk terakhir kalinya.
Raya hanya bisa berdiam diri, dia senang dan juga sedih rasa itu bercampur aduk di dalam hatinya setelah di tinggalkan oleh kakaknya.
"Kakak! "
Panggilan itu dapat membuat Reina membalikkan badannya, setelah jalan pergi mendekati pintu pesawat untuk pergi.
"I love you!! " kata yang di keluarkan itu dapat membuat Reina tersenyum lepas dan semangat.
"I love you too,Raya!!" Sambil membuat bentuk hati oleh kedua tangannya dengan memegang kepalanya "Dadah semuanyaaa..!! " Reina tidak dapat berhenti untuk melambaikan tangannya sampai ke ambang pintu pesawat.
"Mana tiketnya mbak? "Dia memberikan tiket itu kepada petugas tersebut, dan menengok kebelakang untuk memastikan dan mereka sudah tidak ada di sana "apakah ini sudah akhirnya? ".
"semoga anda dapat menikmati perjalanan anda... Mbak mbak!?" panggil petugas tersebut membuyarkan lamunannya
"Maaf mbak!, saya tidak sengaja" ujarnya setelah terbangun dari lamunannya
"Silahkan mbak kami antarkan ke kursi mbak" saut petugas tersebut.
"Ahh.. Iya ok! " Diapun membuntuti petugas tersebut dan sampai di kursinya.
"Makasih mbak! "
"Sama-sama semoga menikmati perjalanannya " ujar petugas tersebut setelah memperlihatkan senyum ramahnya.
Dia hanya bisa membalas senyumannya dan langsung menyimpan ranselnya ke loker yang terdapat di atas kepalanya dan akhirnya duduk manis sambil melihat ke jendela dan melamunkan sesuatu.
"Kepada penumpang semuanya, kami harapkan untuk merubah handphone anda ke mode pesawat, kami akan terbang landas dan terbang menuju korea Selatan perjalanan ini memakan waktu 4 jam, dengan itu buatlah keadaan anda dengan nyaman dan menikmati perjalanan anda, sekian dan terimakasih "
"Akhirnya......, selamat tinggal Indonesia!!!".
Tbc
Hai!! Semuanya...
Gimana nih?? Semoga suka sama ceritanya.
Enjoy aja sama nih cerita, karena saya juga membuat cerita ini enjoy" aja
Hehe..)
See you next time:)
ESTÁS LEYENDO
Ssasaeng; Yun Seobin
Fanfiction"ngapain lo ngikutin gua?,lo ssasaeng? " Kisah seorang wanita yang di pidahkan ke negeri orang lain untuk melanjutkan pendidikan nya disana. Dan jatuh Cinta pada seorang laki-laki yang penuh dengan kenangan buruk dalam hidupnya. Apakah dia akan teru...
