"Eh bocah. Ngapain lo kesini. Lo ngga tau yg punya markas ini siapa. Haa??!! " Tanya salah satu mereka. Tanga kananya menempel pada dinding menahanku.
"Auuuu!!!!" Jerit ku
"Napa sakit? " Salah satu merekanya lagi tambah menarik rambutku. Sangat kuat.
Duuuuggg
Kepala ku dibantingkan pada dinding. Darah segar mengalir di sela-sela rambutku. Ku tak sadar air mata ku mengalir cepat di pipiku. Kaki ku tak bisa menopang tubuhku. Ku terjatuh merengkuk. Membenamkan kepala ku di lipatan tangan.
"Hiks hiks"
Terasa rambut ku tertarik lagi. Lebih kuat. Kepalaku ikut tertarik lagi. Mereka berjongkok mensejajarkan mata mereka menatapku. Salah satu mereka menatapku tajam. Sangat tajam.
Mata itu!
Liat mata mu itu
Sangat indah
Iya sangat indah
Bagaimana jika itu ada di tanganku??!
Apakah masih indah!??
Tak sengaja sebuah senyuman tipis terukir di mulutku. Senang rasanya berandai seperti itu.
Namun tarikan itu tambah kuat tertarik ke kanan. Bertambah kuat.
Duuaaagg
"Auuuuu. Sakiitt kak!!?" Jerit ku tambah kerass.
Kedua gadis remaja itu tertawa menyeringai. Menatap angkuh bocah 8 tahunan sepertiku. Dengusan salah satu mereka terdengar. Dia maju menghampiriku. Hingga...
Bruukk
Ia menendang ku kuat. Membuatku jatuh lagi. Lalu dia berlalu meninggalkan ku. Salah satunya tadi memandangku sinis. Lalu pergi.
Sekarang kusendiri disini. Di belakang gedung yg kumuh lagi sepi. Sendiri. Senyum tipis terlukis kembali
💀💀💀
"Aaaaa!!! " Jerit nya sekarang.
"Gwe minta maap. Gwe ngga kan gitu lagi. Dan nyembunyiin ini semua. Gwe janji!!" Kata lanjutnya lagi keras.
"Aku ngga peduli kak. Sekarang aku kan bales semua nya sama kaka" Jawab ku sambil tersenyum manis.
Pisau tajam mulai terangkat hingga ingin menyentuh lehernya. Ku tambah tertawa. Meliat dia makin menangis.
Padahal dia lebih tua, dan lebih kuat dariku. Namun dia tak berani lari dariku. Dasar bodoh.
Sekarang ia yg terpojok olehku. Sekali ia bergerak. Pisau ini akan menyayat kulitnya seperti di tangannya lagi.
"Lepasin gwe. Mohon. Gwe ngga ngelindungin lo" Tawarnya.
"Kaka ngelindungin diri aja ngga bisa. Ngga usah sok sok an lindungin aku" Jawabku tersenyum menyeringai. Ku angkat perlahan pisaunya.
"Aaaaa-"
Jleeeb
Tepat sasaran. Pisau ku tepat mengenai bola matanya. Senyum terukir kembali di bibirku. Kuputar pisau ku sampai bola mata itu keluar sendirinya.
"Aaaaa. Sakit!!. Udahh. Gwe ngga kuatt" Tambah jerit nya lagi memegang tanganku. Langsung ku tepiskan tanganya. Ku dorong dia hanya dgn satu tangan. Ia terjatuh.
Ku hampiri dia lagi. Ku Tusuk-tusuk lagi perutnya. Hingga terliat ususnya sdikit keluar.
Senyum ku lebih mengembang. Ternyata menyenangkan membuat orang yg kita benci menderita. Dia sudah tak bergerak lagi. Mungkin dia sudah mati.
Hahaha
. Ku suka kau mati. Pergilah sana jauh-jauh.
Ku meliat tanga kananya. Terbesit ingatan ia mendorongmu dan menarik rambutku. Dengusan kecil terdengar.
Srriyyaat
Tanganya terpotong. Hanya tinggal urat-uratnya yg masih tersambung.
Hahaha
Inilah aku, Seinaa!!
***
Hanyo! 😁
Semoga suka sama karya author yg satu ini.
Next part ada supres mungkin yg bikin readers kaget sama alurnya. InsyaAllah😃
Jgn lupa votment nya ya^^
Salam pejuang senyum 😊
YOU ARE READING
Aku?!!
HorrorAku adalah si gadis sederhana yg tinggal di ujung kota. tak banyak yg tau siapa aku sebenarnya. mereka menganggapku gadis yg ceria dan ramah pada semua anak-anak. haaaa haa itu hanya topengku. ku tutupi semua kejahatan ku dgn topeng ini. membunuh ad...
