Hallo minna salam kenal yah.
°3°
Ini cerita pertama aku kalau banyak typo dan kesalahan mohon komentarnya hehehehe supaya saya bisa belajar lagi
Ohw yah yang gk suka yaoi harap tekan tombol kembali hehehehe
Genre = mpreg (yaoi,BL)
okeh deh kita mulai langsung hehehehe
Jeng jeng jeng
***
Sebuah kedudukan terhormat dan sebuah kejayaan tak menjamin untuk hidup bahagia.
Karena setiap manusia akan mendapatkan hak yang setimpal dan seimbang.
Mungkin kini dunia ada dalam genggamannya tapi tetap saja langit tak mungkin dapat ia genggam dan miliki.
Terlahir dan memiliki darah seseorang yang sangat berpengaruh di negerinya tak membuat arya darmawangsa merasakan yang namanya hidup bahagia.
Bahkan statusnya kini bukanlah hal yang bisa d pandang sebelah mata.
Namun itu semua tak pernah membuat arya merasakan yang namanya sebuah kebahagian, ia selalu d tuntut untuk selalu menjadi sempurna.
Sedikit saja kesalahan maka ayahnya yang merupakan seorang raja tak akan segan-segan untuk memberi hukuman yang belum sepantasnya d berikan pada anak seusiannya.
Clas clash clash
Berkali-kali cambuk itu mendarat di punggul kecilnya, arya hanya bisa terdiam tanpa mampu melawan.
“yang mulia hisk hisk hisk saya mohon hisk yang mulia hentikan ini” pinta sang selir yang menangis melihat putra kecilnya harus mendapat cambukan hanya karena nilai akademiknya kalah oleh salah satu anak dari perdana mentrinya.
“sudah ku katakan aku tak pernah menerima sebuah kesalahan” ucap murka sang raja sambil terus memukul anaknya itu.
“hisk yang mulia dia masih terlalu kecil hisk saya mohon yang mulia dapat memahaminya” sang selir masih mencoba untuk membujuk sang suami sambil berusaha menggapai putranya.
"cihhh kerena dia masih kecil maka aku harus mendidiknya dengan benar" lagi-lagi sang raja melayangkan cambukannya untuk yang kesekian kalinya.
"yang mulia.. Arrkkk" dengan kasar sang raja mencengkram rahang sang selir hingga membuat sang selir meringis kesakitan.
"DIAM! Dasar jalang tak berguna" dengan kuat sang raja menghempaskan tubuh sang selir.
Tampa perasaan dia kembali mencekik leher sang selir "ingat. Baik-baik.jangan sekali-kali kau berani memanjakannya ingat itu"
"Ibuuu...." suara lirih dan mata geram bocah kecil itu berdiri meraih pedang salah satu pengawal dan menghunuskannya pada sang raja.
"JANGAN SAKITI IBUKUUUU.... "teriaknya murka sambil mengunuskan pedangnya.
Brukkkk
Tubuh kecil itu telah melayang tanpa bisa menyetuh seinci pun tubuh irng yang di bencinya, yah dia sangat membenci raja yang berstatus ayahnya itu.
"cihhh berani melawan, pengawal cabuk selir shinta 100x" ia pun berlalu pergi tanpa menoleh lagi
"baik" ucap serentak para pengawal.
Arya kecil yang tak dapat menahan rasa sakit pun akhirnya jatuh tak sadarkan diri di tengah-tengah hukuman cambuk sang ibu.
Arya sebenarnya merupakan anak yang cerdas di usianya yang ke 10 tahun ia sudah mampu masuk dalam kelas perak (kelas yang berisi anak 15+ tahun) yang mana seharusnya ia masih menduduki kelas perugu.
tapi sang raja yang tak pernah merasa puas pun tak pernah membanggakannya sehingga membuat pribadi arya menjadi anak yang dingin dan acuh pada sekitarnya.
ESTÁS LEYENDO
API YANG MENDINGIN (MPREG)
Accióntak pernah di sangka rasa sayang dan pedulinya berakhir dengan perasaan tabu yg tek seharusnya ada. bila anjara tau bila semua akan berakhir dengan hidup yang terlalu berduri, ketika dia harus terpaksa melanggar kodrat alam menikah dengan seorang...
