Sebentar lagi, acara kelulusan dan penamatan siswa(i) SMA Bhakti Jaya akan segera dimulai. Aku sangat senang mendengar namaku menjadi salah satu siswi berprestasi dengan nilai yang sangat memuaskan. Orangtuaku senang tidak ketulungan.
Disebuah anak tangga, aku bertemu seorang lelaki tampan berlesung di pipinya.
"Hai Fan! Selamat ya, lo hebat deh bisa jadi siswa berprestasi di angkatan kita." ucapku.
"Makasih. Eh tapi tunggu, lo kan siswi berprestasi juga tahun ini? Selamat ya Sha, lo resmi jadi saingan gue sekarang." Irfan meraih tanganku untuk berjabat.
"Haha lo bisa aja. Oh iya, setelah lulus lo pengen lanjutin kuliah dimana Fan?" tanyaku.
"Mungkin aja diluar kota. Lo kan tau papa dan mama gue orang berpendidikan dan mereka pastinya gamau kalo gue kuliah di universitas daerah sini." jawabnya santai.
"Oh. Gue, pergi dulu ya"
"Tunggu Sha!" teriak Irfan.
"Lo gamau ngerayain keberhasilan kita ini?" Irfan menawarkan.
"Mmm. Terserah lo aja sih, mau gue panggil temen-temen? Biar rame aja gitu" jawabku
"Tapi,.." Irfan terhenti.
"Tapi kenapa Fan?"
"Gue mau kita berdua aja, Sha." sambung Irfan.
"Yah ga seru Fan. Gue ajak Fani sama Rio boleh ga?" tanyaku
"Yaudah. Gue tunggu kalian di cafe Coffeart malam nanti. Sampai ketemu, Sha."
Aku melambaikan tangan kepada Irfan, siswa berprestasi yang juga sama denganku.
___________________________________________
Hola! Maafkan, bahasanya sedikit berantakan. Terima kasih sudah membaca:)
YOU ARE READING
DIFFERENT
RomanceDari awal, aku tidak ingin pernikahan ini terjadi. Sudah kukatakan pada semua pihak, namun suaraku bagai angin yang berlalu saja. Ini sudah terjadi, apa yang harus aku lakukan? Mengikuti semua perintah konyol sang suami? Atau kabur, meninggalkannya...
