chapter 1

84 17 13
                                        

Pagi yang cerah sang raja siang memancarkan sinarnya dari ufuk timur, suara kendaraan membelah jalanan kota pagi ini.


Digerbang SMA Tunas Bangsa tampak siswa siswi berlalu lalang memasuki gerbang sekolah, dari sekian banyak siswa terlihat seorang gadis melangkahkan kakinya dengan malas, mata yang terlihat masih mengantuk, dan mulut yang terus menguap.

Ia menyusuri koridor kelas 10, kemudian menaiki anak tangga penghubung agar dapat naik menuju koridor kelas 11, setelah melewati perjalanan yang menurutnya cukup melelahkan gadis itu mendaratkan bokongnya dengan malas kemudian mengambil posisi nyaman untuk tidur.

"kebiasaan buruk jangan dipelihara mbak yana" ucap caca meledek yana, ia tau betul penyebab yana bertingkah seperti zombie pagi ini, semalam gadis ini pasti menonton drakor hingga larut.

Yana bungkam ia memilih untuk tidur dibanding meladeni ejekan caca yang tidak berfaedah.

"bangun na bentar lagi bu emelda masuk" caca berusaha membangunkan yana agar gadis itu terhindar dari masalah besar,
Pasalnya sebentar lagi guru super killer akan memasuki kelas.

"mmm.. biarin gue tidur lima menit" ucap yana keras kepala, caca menghela nafas kalau sudah seperti ini caca memilih untuk mengalah "semerdeka lo deh na".

Bel tanda masuk telah berbunyi
Semua siswa memasuki kelas terkecuali siswa yang berolahraga dilapangan sekolah.

Didalam kelas 11 mia 2 tampak ramai, semua siswa melakukan aktivitas masing masing mulai dari para pembuat onar didalam kelas yang duduk dipojokkan seperti sarang penyamun, para penggosip yang tengah asik melakukan rutinitasnya, beberapa siswa yang sibuk mencontek sebelum guru yang super killer memasuki kelas, dan gadis yang bernama yana yang masih bertahan pada zona nyamannya.

Sayup sayup terdengar langkah kaki yang semakin lama semakin mendekat "shutt bu emelda datang, kembali keposisi masing masing" perintah dimas selaku ketua kelas yang duduk dimeja paling depan daerah pintu masuk hingga dengan mudah ia mengetahui jika ada guru yang akan memasuki kelas.

Dengan sigap mereka melakukan apa yang diucapkan dimas, seperti orang kesetanan berlari menghampiri meja masing masing, semua siswa terlihat duduk dengan rapi.

diambang pintu tampak ibu-ibu berperawakan tinggi dan gemuk melangkahkan kakinya memasuki kelas, raut wajahnya jauh dari kesan ramah, suasana mencekam mulai terasa.

"na buruan bangun bu emelda udah dateng" ucap caca, yana terbangun gadis itu merapikan rambutnya, agar tak terlihat jika ia baru bangun tidur.

"letakkan buku tugas kalian diatas meja masing masing" perintah bu emelda.

sontak semua siswa melakukan apa yang diperintahkan, yana mengeluarkan buku pelajaran kimia dari dalam tasnya, ia merasa ada yang kurang, ya buku tugas miliknya tidak ada.

gadis itu mulai merasa panik "tenang na,buku tugas lo pasti ada didalam tas" ucapnya dalam hati berusaha menenangkan diri, kembali gadis itu mengecek isi didalam tasnya, namun hasilnya tetap sama buku itu benar benar tidak ada didalam tasnya.

Caca yang melihat gelagat aneh dari sahabatnya sontak bertanya "kenapa na" ucap caca berbisik, yana menoleh kearah caca " buku tugas gue nggak ada ca "ucapnya panik "kok bisa sih na? coba lo cek lagi siapa tau ada"
"ca buku tugas gue benar benar nggak ada, gue udah cek"
"coba lo ingat lagi dimana terakhir kali lo simpan tu buku".

Yana terdiam otaknya berusaha keras mengingat dimana terakhir kali ia meletakkan buku tugasnya, semalam setelah selesai mengerjakan tugas kimia ia meletakkan buku itu diatas meja belajar miliknya, kemudian bergegas untuk menonton drakor favoritnya hingga larut, karena pagi tadi terburu buru buku itu lupa ia masukkan didalam tas.

love in may Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang