εїз
ㅡ f a t e ㅡ
.
시작
"Mommy"
Lelaki muda yang dipanggil Mommy oleh anak kecil berusia 6 tahun itu masih setia dengan lamunannya.
"Mommy!"
Lagi, ia bagai tidak menghiraukan panggilan anak semata wayangnya itu. Entah apa yang ia pikirkan.
"Daehwi, anakmu dari tadi memanggilmu!"
Lamunannya sekarang terbuyar melihat seorang lelaki tinggi yang baru saja masuk kerumahnya itu.
"Hwiyoung? Hyung? Kalian sudah sampai? Sejak kapan?"
Oknum yang dipanggil hyung itu merotasikan bola matanya.
"Sejak anakmu terus memanggilmu dan kau tidak mendengarkannya!" serunya kesal. Lelaki itu berjalan kearah dapur bermaksud mengambil minuman dikulkas.
Atensi lelaki muda itu teralih pada anak kecil yang kini sedang menatapnya kesal dengan pipi digembungkan. Menggemaskan.
"Sayang~ jangan kesal ya, maafkan mommy~ sini peluk~"
Lelaki itu membuat gestur tangan yang direntangkan dengan arti ingin memeluk anaknya itu. Tapi sang anak sepertinya sedang merajuk. Ia tetap memasang wajah kesal lucunya itu.
Mau tidak mau si lelaki muda harus mendekati anaknya dan menariknya kepelukannya.
"Uh anak mommy ini suka sekali merajuk yah~ diajari siapa hm?" Lelaki itu mencubit gemas pipi gembil si anak.
"Tidak!"
Sepertinya anaknya memang masih kesal. Tapi itu tidak membuat senyumannya hilang.
"Jangan kesal sayang~ kan minggu depan ulang tahun mu baby~"
Sepertinya bujukannya berhasil. Si anak kecil kini memasang tatapan berbinar.
"Mommy akan memberiku hadiah kan?" tanya si anak dengan wajah berpengharapan.
Lelaki itu mengangguk sambil mengusap kepala si buah hati.
"Tentu saja sayang. Hwiyoung mau hadiah apa? Nanti akan mommy berikan"
"Benarkah?"
Anak kecil bernama Hwiyoung itu kini tersenyum sangat lebar. Wajah kesalnya seperti hilang begitu saja.
Lelaki itu mengangguk sambil tersenyum.
"Hwiyoung mau bertemu daddy!"
apa?
Seruan Hwiyoung mampu membuat si lelaki muda maupun si lelaki tinggi yang masih berkutat dengan jus didapur itu tersentak.
Keduanya sontak menatap Hwiyoung kemudian saling bertatapan.
Tidak lama. Hanya beberapa detik. Kemudian lelaki muda itu tersenyum lembut dan mengusap kembali surai anaknya itu.
"Sayang, mommy kan pernah bilang kalau daddy sangat sibuk bekerja, jadi Hwiyoung minta yang lain saja ya?" Lelaki itu berbicara penuh pengertian.
Hwiyoung tiba tiba saja memberontak keluar dari pangkuannya.
"Tidak mau! Hwi mau bertemu daddy!"
Setelah itu Hwiyoung berlari dari ruang tamu menuju kamarnya.
Lelaki muda itu hanya mengheka nafas kemudian memijat pelipisnya. Tidak mungkin kan ia mengatakan yang sebenarnya?
Hwiyoung, sebenarnya kamu tidak punya daddy. Daddy mu sudah pergi. Dan tidak mungkin kembali.
Oh ia tidak mau merusak mental anaknya yang masih terlalu kecil itu. Lebih baik berbohong dan memberi tahunya kelak saat ia dewasa.
Lelaki tinggi yang sedari tadi berada didapur itu mendekatinya dan duduk disofa.
"Bagaimana kau akan membujuknya setelah ini?"
Lelaki muda itu tersenyum tipis.
"Sudah biasa seperti ini hyung. Sebentar lagi juga akan kembali normal."
"Kau yakin?"
Lelaki itu mengangguk.
"Tentu saja hyung."
"Tapi aku tidak yakin kau baik baik saja, Daehwi."
εїз
ㅡ f a t e ㅡ
끝.
hayoloooooh kangen jinhwi gaaa? sok dibaca dulu, di vote juga ehe ♡ jangan lupa komennyaaaa 😉.
dan, doain ya semoga aku ga ngareeeet ueueueueue. ☹️ see youuuu ♡.
YOU ARE READING
[08] divine ; deephwi
FanfictionDivine ; takdir yang mempertemukan mereka, takdir pula yang memisahkan mereka, dan juga takdirlah yang menciptakan pertemuan kembali. ♡ Bae Jinyoung - Lee Daehwi. warn! boyxboy with m-preg. Bijaklah dalam memilih bacaan, tidak suka atau merasa terga...
![[08] divine ; deephwi](https://img.wattpad.com/cover/194002495-64-k135368.jpg)