Prolog

37 19 9
                                        

Assalamualaikum wr.wb🙌

Hallo readers👋👋

Aku cuman mau kasih kata  sambutan buat kalian semua!!
Semoga kalian suka sama cerita yang Aku buat😊 dan menunggu next part-nya!

Cerita yang Aku buat murni!
Murni dari akal sendiri. No plagiat/Copy cerita.

Maksih banget, buat kalian yang udah MAMPIR di strory aku😁. Maksih juga.

Beberapa Kata dari aku buat readers!

1. Makasih udah Mampir:)
2. Semoga betah!
3. Kasih cemangat buat aku:v (tapi nggak maksa kok:) )

biar akrab, kalian bisa panggil aku dengan sebutan 'akis😉'.

Waalaikumussalam wr.wb👋

—————***————

"Selamat datang readers!"

Akis akan membawa kalian untuk memasuki Cerita atau Next part. Disana kalian melihat sebuah cerita a teen FICTION! Yang akan membawa kalian dengan perasaan bahagia, sedih, bahkan yang lainnya.

Cerita dengan penuh konflik  permasalahan. Tiap cerita yang akis kasih. Kalian hanya perlu menyimak tiap paragraf dan Comments and vote!

"Selamat menikmati dan semoga suka"

—————***—————

Hembusan angin telah membawanya dalam lamunan. Menghirup udara luar serta mendengar suara bising dari keramaian. Manda berjalan menuju masjid dengan tongkatnya untuk melaksanakan kewajiban.

"Ya Allah, engkau maha melihat dan mendengar belas kasih dari makhlukmu. Izinkan aku untuk bisa melihat dunia. Lihat betapa indahnya yang kau ciptakan. Ridhoi diriku dan permudahlah urusanku." Manda mengusap wajahnya

Lalu ia berjalan keluar masjid, tidak sengaja Manda menabrak seorang wanita paruh baya.

"maaf! Saya tidak sengaja. Atau ada yang terluka?" Tanya Manda

"Ibu nggak papa kok neng! Ibu juga jalannya bengong jadi nabrak dehh." Jawab wanita sambil tersenyum

Wanita tersebut memperhatikan gadis yang ditabraknya. Dirinya tidak menyadari bahwa yang ditabrak adalah gadis Yang memiliki kekurangan fisik.

"Sekali lagi maaf bu, saya enggak bisa melihat—" sambil menundukkan kepalanya, lalu Manda mengangkat kepala dan tersenyum seraya berkata

"Kalo gitu saya permisi dulu ya Bu."

"Tunggu nak!"

"Iya kenapa Bu?"

"Sebelumnya nama saya, ibu wati. Boleh ibu cerita tentang kehidupan ibu, neng? Ibu sebenarnya tidak sanggup lagi. " Keluh ibu

"Manda bu. Boleh kok! Sekarang kita cari tempat untuk duduk."

Manda dan Bu Wati berjalan ke sebuah Tamansari. Dan duduk di kursi panjang tersebut.

"Nah sekarang ibu boleh cerita."

Wati menarik nafas yang panjang, menghembuskan nafas dalam. Menceritakan hal yang tidak benar-benar terjadi karena mimpinya. Hanya bisa mendengar kata demi kata yang terucap, merasakan rasa bersyukur dengan apa yang dipunya oleh Manda El saraya Pradipta. Sedih? Tentu. Ternyata selain dirinya, ada orang lain bahkan banyak orang mempunyai masalah yang lebih dari dirinya. Harusnya Manda lebih bersyukur atas keadaan nya saat ini.

***

"Bundaaa!" Teriak Manda

"Kenapa sayang? Jangan sering-sering teriak gituhhh dong!" Ucap Rita lembut

"Hehehe. Maaf deh! Soalnya Hari ini Manda bahagia, pake B A N G E T!—" ucap-nya dengan semangat

"Manda bentar lagi bisa melihat!" Lanjut Manda

Rita terkejut dengan ucapan yang oleh putrinya. Perasaan Rita kini tercampur antara bahagia dan tidak percaya.

"Mandaaa! Kamu nggak lagi bohong kan sayang?" Rita mendekati Manda

"Iya bun. Manda nggak bohong! Awalnya, Kemarin Manda keluar buat beribadah di masjid dekat kompleks. Manda nggak sengaja nabrak Bu Wati. Dari situ Manda diajak ngobrol sekaligus Bu Wati mau mendonorkan matanya." Jelas Manda

"Bu Wati ngasih dengan percuma tanpa ada Alasannya atau gimana gitu? Bunda belum paham!" Ucap Rita dengan memikirkan penjelasan putrinya

"Dia pernah bermimpi Bun! Kalo umurnya nggak bakal lama lagi. Manda juga bingung. Disitu Manda cuma mau bantuin Bu Wati aja kok." Ujar Manda

Rita menggangguk, sebenarnya ia masih memikirkan tentang pendonoran mata untuk anaknya.

"Kapan Bu Wati kesini?" Tanya Rita

"Mungkin besok Bun." Jawab Manda santai

***

"Mandaaa!!—"

Gadis itu berjalan menuju ruang tamu. Dengan suara teriakan yang membuat seisi rumah bergema.

"Mandaa!! Icha rindu!" Ujar Icha dengan memeluk sahabatnya

"Jangan rindu. Berat!" Manda terkekeh kecil

"Ishhh! Sok tempe lu. Kata siapa coba?" Tanya Icha sambil duduk

"Manda lah." Jawabnya polos


"Yeeye salah! Itukan kata dilan." Bantah Icha

"Tapi kan Manda yang ngomong barusan!" Ujar Manda

"Iya deh! Iya. Kata Manda bukan dilan." Icha mencubit pipi Manda

Rita Sangat senang. Melihat putrinya tertawa bahagia. Baginya, Manda adalah malaikat bagi dirinya.

"Oiya! Dengar-denger tadi ngebahas donor? Donor apa?" Tanya Icha

"Donor mata, Namanya Bu Wati."

Dari arah pintu  terdengar suara ketukan orang yang datang. Mereka secara bersamaan menengok kearah sumber suara. Kini, yang ada dipikiran Manda. Ia teringat oleh Bu Wati.

"Apa itu Bu Wati ya?" (Batin Manda)

"Siapa ya?—"

"Biar bunda yang buka dulu pintunya" Rita melanjutkan perkataannya

"E-eh enggak usah Tante! Biar Icha aja yang buka." Pinta Icha

Rita hanya menggangguk. Icha melangkahkan menuju pintu. Dan dihadapannya hanya seorang wanita paruh baya.

"Heem- ibu cari siapa?" Tanya Icha sopan

"Apa betul ini rumahnya neng Manda?" Wati berbalik bertanya

"Neng? Disini enggak ada yang namanya Neneng Bu." Jawabnya polos

Akis note😉

Ada yang mau ditanyain nggak nih?:v . Hehehe. Eeh tapi serius!!!


Okey🤗
Salam dari akis👋

Mask Of LifeHistórias para pegar e não largar. Descubra agora