Prolog

34 12 0
                                        

"Micha kenapa Lo jahat sama gue?" Ucap viany dengan nada bergetar

"Gue jahat sama Lo? Yaampunn kasian banget yah,mau tau gak alasan kenapa gue jahat hmm?"jawab Micha sambil terkekeh

"Apa Micha? Kasih tau gue " Tanya viany, setetes air mata jatuh dipipinya

"Gue benci sama lo vi,gue benciii! Kenapa cowok yang gue suka jadi milik lo! " Bentak Micha dengan nada tinggi "tapi sekarang cowok yang cinta sama lo udah jadi milik gue!" Micha tersenyum miring

Viany hanya bisa menangis,kenapa semuanya jadi berantakan begini? Kemana sahabat yang dulu sering didambakan orang lain? Sering dipuji karena kekompakannya? Tapi sekarang semuanya hancur! Bahkan lebih hancur!.

"Micha maafin gue kalau gue.. kalau gue punya salah sama lo hiks..kalau gue udah rebut kebahagiaan lo gue minta ma-af , lo boleh bersama Rega... " Lirih viany ia tak kuasa menahan tangisannya.

Entah mengapa saat melihat viany menangis seperti itu membuat Micha merasakan sesak di dadanya,sebenarnya ia tidak ingin membuat viany seperti ini,ia tidak ingin membuat Viany menangis.Tetapi egonya lebih tinggi. Micha memalingkan wajahnya ketika Viany menatapnya,entahlah ia tidak mau melihatnya.

"Gue sayang sama lo vii,maafin gue." batinnya.

"Cha sekali lagi gue" Viany menjeda ucapannya dan meraih tangan Micha,yang diraih tangannya pun hanya menatapnya tanpa menolak,bisa micha rasakan tangan viany dingin dan berkeringat."gue minta maaf atas semuanya,terimakasih karena lo udah mau jadi sahabat gue yang pallliinngg baik" ucapnya dengan tersenyum"lo dan temen-temen adalah keluarga kedua bagi gue setelah orangtua,gue sayang banget sama lo.kalau lo mau maafin gue,gue bahagia bahkan sangat berterima kasih,tapi kalaupun nggak,nggak papa kok gue terima"ucapnya dengan tulus

Sebelum melepaskan tangannya dari micha , viany sempat menggenggam erat tangan Micha. "Kalau gitu gue pergi yah,jaga diri baik-baik" lirihnya lalu melenggang pergi meninggalkan Micha yang merasa bersalah untuk saat ini.ingat! UNTUK SAAT INI!!.

"Maafin gue vii maafin gue,gue terlalu munafik. Gue nggak bisa jauh dari lo" ucapnya lirih sambil menundukkan kepalanya, tanpa sadar air matanya mengalir dengan deras hingga terdengarlah suara isakan.

-------------
Hallo ini adalah Cerita pertama aku:)
Jadi buat kalian yang suka Vote yah dan jika tidakpun tolong komen:)

Happy Reading...

FriendshipWhere stories live. Discover now