Satu

9K 214 20
                                        

"Kringggg." Suara bel masuk telah berbunyi. Kini meninggalkan Laira Maudi yang sedang berada di depan gerbang.

"Pak, kan baru aja bel. Masa sudah ditutup? Bukain dong pak," mohon Laira.

Pak Satpam menggeleng. "Kamu ini ya, selalu telat. Sekolah itu harus tepat waktu," omel Pak Satpam.

"Oke. Kali ini saya bakal bukain. Kalo seandainya kamu ngulangin lagi, saya akan laporin ke kepala sekolah," tekannya dan membukakan gerbang.

Laira masuk ke area sekolah. "Janji pak. tapi enggak tau kalo besok ngulangin lagi," ucap Laira dan melesat ke kelasnya, takut guru mapel sudah datang. Pak satpam tadi hanya menggeleng.

Sesampainya dikelas, Laira langsung menempati tempat duduknya. Guru mapel belum datang. "Lega," ujarnya lalu menyenderkan kepalanya di kursi.

"Telat?" tanya orang yang berada disamping Laira.

Laira menggeleng. "Enggak juga. 2 menit aja," balasnya. "Sama aja. T-E-L-A-T telat Laira," ucapnya yang merangkai kata telat.

"Beda," balas Laira. Orang itu menaikkan satu alisnya. "Bedanya dimana?" tanya orang itu.

"Kamu ngomong telat. Aku ngomong 2 menit. Beda kan aku sama kamu?" tanya Laira. Orang itu menggeleng. "Dasar!" ucapnya dan menonyor kepala Laira.

"Sakit tauu." Laira meringis dan mengusap kepalanya bekas tonyoran.

"Sakit ya?" tanya orang itu. "Sini aku bantuin," sambungnya dan mengusap kepala Laira.

Laira menepis tangan orang itu. Karena sudah ada guru mapel datang.

"Vol, sono pergi ke tempat duduk lo," usir Laira ke Savol.

Savol Arfiansyah teman dekat Laira. Savol selalu ada disaat Liara sedang kesusahan maupun lagi senang.

Savol adalah kriteria orang yang sangat benci jika seorang wanita itu menangis. Karena di pikirannya seorang wanita itu harus bahagia. Tidak boleh menangis. Karena wanita itu pantas untuk dibahagiakan. Bukan untuk disakiti.

"Gue pindah sini," ucap Savol yang masih duduk di bangku sebelah Laira.

"Elo kan sudah ada pasangan duduk. Masa lo mau pindah disini? Trus si Bayu mo lo kemanain?" tanya Laira yang sudah mengetahui bahwa Savol berpasangan dengan Bayu.

"Biarin aja. Ya kan yu?" tanya Savol ke  Bayu. Bayu mengedipkan matanya. "Udah lo duduk sama Laira aja. Gue tenang kok disini," ucap Bayu yang langsung tidur dengan posisi kepalanya di kursi Savol sedangkan kakinya di kursi miliknya.

"Bayu, kenapa tidur?" tanya Pak Bori dengan nada keras. Bayu langsung bergegas duduk. "Eh ada bapak. Maaf pak. Kan savol duduknya sama Laira. Jadi saya tidur-tiduran deh," ucap Bayu tak berdosa.

"Kamu ini ya!" tegas Pak Bori. "Savol, kembali ke tempat!" titah Pak Bori. Savol menggeleng.

"KEMBALI!" tegas Pak Bori. "Ah bapak ini, enggak bisa diajak kompromi." Savol dengan malas kembali ke tempat duduknya di sebelah Bayu.

LairaWhere stories live. Discover now