01

1K 73 9
                                        

"Mphh-"

"Soon... mmhh"

Kedua insan sedang memadu cinta dalam sebuah cumbuan panas. Keduanya sangat menikmati ikatan diantara mereka.

"Hhaaah..." yang lebih tinggi melepaskan ikatan mereka, menciptakan benang saliva tipis diantara keduanya.

"Jihoon-ah" panggil Soonyoung sambil mengelus pipi Jihoon.

"Ya??" Jihoon menatap sang kekasih.

"Aku ingin mengatakan se-mmh"

Jihoon mencium Soonyoung lagi, dalam dan basah.

"Cepat katakan saja, bodoh"

"Um.. kau tahu, aku kira ini saat yang tepat untuk mengatakannya karena kita sudah hampir memasuki fase yang lebih intim."

"Hmm..?"

"I'm... an omega."

"HAH!??"


Jihoon P.O.V

Sial sial sial! Bagaimana bisa ini terjadi??!!
Pantas saja dia sering menghilang dengan alasan sibuk beberapa hari setiap bulan. Damn it Jihoon, mengapa kau sangat lambat!!

"Haaahh..."
Sial. Sudah 2 tahun lebih kami berkencan, mengapa dia baru mengatakan hal itu sekarang??

Ugh, andai saja salah satu dari kami adalah alpha, atau setidaknya beta. Astaga kenapa harus aku dan Soonyoung yang menjadi omega?? Sekarang bagaimana? How our relationship could work? Damn!!

Selama ini aku kira Soonyoung adalah seorang alpha, atau setidaknya itu yang aku bayangkan saat masa heat-ku datang. Aku selalu membayangkan Soonyoung akan menandaiku sebagai mate-nya suatu saat nanti.

Ah, memikirkannya sudah membuatku tegang. Jangan sampai hal ini memicu heat-ku seperti bulan lalu. Jangan sam- sial!


"Ah- halo Jihoon."

"Oh, Soonyoung."

Canggung, adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan situasi antara Jihoon dan Soonyoung saat ini.

Soonyoung berlari kecil mendekati Jihoon, berusaha menyamai langkah mereka.

"Hei, kau tidak ada kelas? Mau ke kafe tidak?"

"Thanks Soonyoung, i'm good. Aku ingin segera kembali ke apartemen. Kau tahu, laguku." Jihoon tampak acuh kepada Soonyong dan berusaha mempercepat langkahnya, meninggalkan sang kekasih tanpa ingin diberi basa basi lagi.

Panik, Soonyoung refleks mengganggam erat lengan Jihoon. Membuat langkah yang lebih pendek terhenti.

"Soonyoung, tanganmu."

"Ah ya, sorry ahaha" Soonyoung pun melepaskan genggamanya dengan canggung.

"Lagu baru milikmu belum selsai? atau sedang diedit saja?"

Soonyoung mengikuti langkah pendek sang kekasih, tidak ada maksud untuk mendahului.

"Ada beberapa bagian yang ingin aku ubah. Kau tahu, pikiran manusia kadang cepat sekali berubah."

"Aaa begitu... hei Jihoon, apakah aku boleh ikut ke apartemenmu?"

Jihoon menghentikan langkahnya, dia menatap Soonyoung dalam-dalam.

"Maaf Soonyoung, hari ini aku ingin fokus mengerjakan laguku. Lagipula, apa kau tidak ada jadwal latihan sore ini?"

'Deg'

UNEXPECTED [ SOONHOON ]Where stories live. Discover now