Semua anggota club Futsal SMA Dirgantara baik putra maupun putri berkumpul di lapangan indoor sekolah yang biasanya memang dipergunakan untuk rapat anggota Futsal maupun organisasi olahraga lainnya yang ada di sekolah. Club Futsal SMA Dirgantara akan membentuk panitia pelaksana untuk Turnamen antar SMP yang selalu menjadi ajang tahunan di SMA Dirgantara dengan tujuan untuk mempromosikan SMA Dirgantara melalui ajang Tahunan tersebut.Namun tahun ini untuk pertama kalinya pembentukan panitia pelaksana Turnamen Futsal SMA Dirgantara melibatkan anggota futsal putri sebagai panitia.
"Jadi pembentukan panitia tahun ini gue yang bentuk, secara Pak Ahmad ngasih amanat ke gue." Tegas Rama didepan anggota club Futsal lainnya.
"Jadi gue nunjuk Syauqih sebagai ketua, wakil ketua Rahman, Sekertaris Keyra, Wakil sekertaris Nur Hidayah, bendahara Nasya, wakil bendahara Jannah, dan untuk seksi kepanitiaan lainnya kalian bisa lihat di papan." Ucap Rama seraya menunjuk ke papan tulis yang ada dibelakangnya. " dan pertemuan kita hari ini cukup sekian besok jam istirahat kita kumpul dibawah pohon yang di taman untuk berbincang bincang tentang persiapan turnamen dan pengecatan lapangan outdoor." ucap Rama mengakhiri rapat.
Anggota Club bergegas untuk kembali ke kelas masing masing dikarenakan jam istirahat telah berakhir begitupun dengan rapat kepanitiaan anggota club Futsal hari ini.
***
"Put abis ini pulang bareng lagi oke." ucap keyra kepada sahabat yang sudah seperti saudaranya itu, bahkan hampi satu sekolah hafal dimana ada keyra Anatalia disitu ada Putri Alexandria, bak perangko dan kertas yang terus melengkat.
"Woke siip, awas lo ngebut ngebut bawa mobil gue laporin mami baru tau rasa lo biar mobil lo disita, jadinya gue bahagia kalo lo sengsara." ujar Putri dengan tawa jahat, jelas saja apa yang dia katakan hanya sekedar candaan, mami adalah panggilan putri untuk Bunda Keyra begitupun Keyra memanggil Bunda Putri dengan panggilan Ibu.
"Laporin aja terus laporin aja serah lo dah." Gerutu kayra lalu melenggang pergi meninggalkan putri di kelas sendiri yang masih membereskan buku pelajarannya.
"Bangsat lo ninggalin gue sendiri." Kesal putri berlari menyusul Keyra yang sudah tak nampak wujudnya.
" hu..hh..huf..ahh... anjir gua ngosngosan lo ninggalin gue sendiri kambing."Gerutunya. " Eh key muka anak futsal putra tadi banyak yang asing asing yah, banyak yang baru pertama kali gue lihat terutama yang jadi seksi penanggung jawab pertandingan aduh siapa yah namanya." ucap putri dengan menempelkan telunjuknya di jidat ciri khas seseorng yang sedang berpikir keras.
"Arka Revano maksud lo." potong Keyra.
"Cie tau cie cie, lo naksir yah khmm.. khmm. mau gue comblanging." Goda Putri yang di hadiah i pukulan keras pada kepalanya oleh Keyra. " Sakit kambing, kalo otak gue geser gimana nanti Alfyan ninggalin gue." Gerutu Putri sambil mengusap usap kepalanya.
"Makanya kalo ngomong sembarangan aja, gue ngga naksir gue tau namanya karna dia satu satunya anak kelas 10 yang jadi seksi pertanggung jawab pertandingan secara guekan sekertaris jadi gue nyatet semua nama panitia goblok, udah ceritanya masuk gih di mobil kita pulang." Ucap Keyra seraya membuka pintu kemudian disusul oleh putri.
***
Partnya pendek yah...
Author masih abal abal, masih banyak kekurangan.
YOU ARE READING
IMPOSSIBLE
Teen Fiction"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini" prinsip hidup yang setiap detiknya kutanamkan di dalam diriku selama ini. Lalu perlahan kehadiranmu seakan akan menimbulkan keraguan akan semua prinsip dan impian yang telah kutata dengan rapi, ada ragu ya...
