Mataku tertuju hanya pada satu titik, warna birunya laut telah membius tubuhku, aku terpaku untuk beberapa saat, kubiarkan detik demi detik berlalu, semilir angin laut menerpa wajahku dengan lembut, kemudian aku tersentak sebuah tepukkan cukup keras menghentikan lamunanku, suaranya kemudian membuat ku menoleh kearahnya.
"bengong?" ujarnya sambil tertawa susunan gigi nya yang rapih membuat pemilik senyuman itu terlihat semakin manis.
" Tidak, aku hanya..." belum sempat ucapanku selesai dia menarik lenganku membuat ku sedikit menjauh dari bibir pantai.
"Tak ada yang harus difikirkan bersenang senang lah ini liburan hanya antara aku dan kamu" ujarnya kemudian memberikan satu cup ice cream yang mungkin aku tak sadar sudah ada ditangannya sejak tadi.
"Thanks" ucapku yang kemudian dia balas dengan sebuah anggukan.
Setelah itu mata ku tak sengaja memandang langit, sinar matahari cukup terik membuat mataku sedikit silau, refleks aku pun menunduk.
"Jangan menunduk" ujarnya.
"Matahari ini baik untukmu jangan ragu tantang saja langit biru itu" dia kembali tersenyum. Sejujurnya aku tak pernah tau apa yang ada difikiranya aku sempat iri mengapa cowok yang berdiri tegap di depan ku memiliki pola fikir yang sangat simple seakan akan hidup ini mudah baginya.
"Kamu.. apa yang kamu tau dariku?" tanyaku, cowok itu tengah asik mengukir pasir pantai dengan telapak kakinya, dia kemudian memandangku.
"Aku? Aku tau semuanya" ucapnya dengan senyum yang lagi lagi dia perlihatkan,
"Seperti apa aku dimatamu? Mengapa kau selalu datang disaat aku butuh seseorang?" ucapku sedikit lirih, cowok itu kembali tersenyum menggenggam tangan ku lalu mengajakku untuk berlari kecil.
Aku masih penasaran dengan alasannya kemudian kuhentikan langkahku, sadar akan hal itu dia melirik kearahku, lirikan yang membuat jantung ku berdegup setiap kali bertatapan dengan sepasang mata itu.
"Ada apa?" tanyanya dengan alis sedikit terangkat.
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku" aku mempertegas ucapan.
Cowok itu menghela napasnya sembari menatapku serius. "Aku tau semua tentang mu, aku tau rasa nya jadi dirimu, seperti apa kamu? kamu adalah sosok terbaik yang aku kenal dan tentang alasan kenapa aku datang disaat kau butuh mungkin memang sudah takdirnya" kemudian dia kembali memberi ku senyuman.
"Takdir? takdir seperti apa??" kini giliran ku menatap altha tajam kata takdir itu membuatku penasaran.
Altha memegang kedua bahu ku posisi ini membuatku merasa seperti anak kecil bila dibandingkan dengan altha yang tingginya lumayan jauh dariku "rahasia.." ujarnya
"Rahasia yang mungkin sebentar lagi akan kau ketahui" kemudian punggung itu berbalik membelakangi ku.
"Ayolah jangan berdiri saja ikuti aku kita masih punya waktu hingga matahari terbenam nanti" Cowok itu berkata seperti memiliki mata di punggungnya, yah cowok yang aku kenal beberapa bulan ini. Cowok aneh dengan senyuman manis dan tubuh yang tinggi tegap, cowok yang ntah mengapa membuat ku merasa nyaman dengannya walau dalam waktu yang terhitung singkat. Cowok itu bernama Althafarizqi aku memanggilnya Altha, ku rasa nama itu cocok untuknya, Altha berarti penyembuh dan aku merasakan hal itu, dia datang kepadaku sebagai penyembuh, entahlah tapi dari setiap pertemuan kami Altha selalu datang untuk ku sebagai penghibur dia datang membawa kebahagian untukku seperti hari ini, dia kembali datang membuat hari hari ku hidup setelah beberapa saat kurasa tak ada harapan lagi untuk merasa hidup lebih lama lagi. Altha adalah satu satunya cowok yang membuatku merasa hidup ini lebih baik, walaupun masih banyak rahasia tentang altha yang belum ku ketahui, seperti bagaimana cara Altha datang disaat aku butuhkan serta waktu pertama kali pertemuan ku dengan Altha yang sampai sekarang masih terasa aneh dan janggal oleh ku .
"Altha tunggu" aku sedikit berteriak kemudian mengejar altha yang semakin menjauh di keramaian pantai.
***
Jangan lupa Vote dan Comment Guys!!!
YOU ARE READING
Altha (About Secret)
Teen FictionKhaira Meidina merasa hidupnya berbeda setelah kedatangan Altha, Altha adalah cowok yang beberapa bulan baru Khaira kenal, Altha selalu datang disaat Khaira membutuhkan teman curhat. Akan tetapi satu hal membuat Khaira penasaran semakin hari Altha...
