Aku hitam yang dulu bagian dari warna pelangi
Mereka menyebutku buruk rupa
Merah ungu jingga mereka anggap aku makhluk hina
Aku diusir
Kerajaan petala siang, kabut, dan aurora mereka senang aku menghilang
Ya, aku menangis
Mengapa aku tercipta untuk sia sia
Mengapa aku selalu dianggap makhluk hina
Aku berkelana menjelajah semesta
Semua mencaci ketika melihat gelapku
Maaf, untuk kesekian kalinya air mataku tumpah ruah.
Dua makhluk datang
Memelukku mengusap air mataku
Bintang dan bulan namanya
Mereka berbisik
Aku menerimamu sahabatku, kau berharga sungguh
Kau sungguh bahagia, Tuhan menyiapkan tempat terindah
Mari kuantar, bersama-sama kita akan mengisi malam
Keesokan harinya pelangi datang
Mereka sangat ingin mengisi malam
Merka ingin bersua bersama manusia
Mereka bosan hanya datang selepas hujan
Lagi-lagi mereka memaksa
Agar aku meninggalkan malam
Apalah daya, Tuhan menolak
Malam tak layak merah
Malam tak boleh ungu biru ataupun jingga
Karena malam telah ditempati aku, Sang hitam untuk selamanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Kitab Asmara
AcakDear Homo Sapiens Ini kitab asmara Untukmu yang sengsara Untukmu yang bersuka cita Dan untukmu yang diputau karsa si renjana Mari berkelana, seperti moyang kita Jangan mati sebelum bertemu jati diri Jangan berhenti sebelum Tuhan berkata "Wak...
