Hujan

1.5K 18 0
                                        




by : gadis_hujan

     Pagi ini begitu dingin, angin yang berhembus sangat menusuk tulang. Key duduk sendirian di kursi panjang yang sedikit basah terkena tetesan air hujan. Ia mengepit buku di tangannya dengan erat untuk sedikit menghilangkan hawa dingin yang menusuk tulang. Dalam suasana yang seperti ini, Key tidak ditemani androidnya lagi karena sekolah barunya tidak mengizinkan. Hal ini sangat membosankan bagi Key yang terbiasa membawa androidnya kemana pergi. Detik demi detik dilalui Key dengan keadaan seperti itu. Sampai terdengar seseorang memanggil namanya dari dalam kelas. "Keynaya Abyatnafiza! Kelas anda di sepuluh lima. Kelasnya paling ujung disampng kantin dan pohon besar itu ya". Tanpa mengucapkan terima kasih, Key langsung menuju kelas yang tidak diharapkannya itu. "ahh, kelas ujung".

     Beberapa hari Key hanya clengak-clengok sendiri meratapi nasibnya yang belum memiliki teman. Sebenarnya bukan belum punya, tapi ia sendiri yang malas merespon niat baik orang. Siang itu Key duduk sendiri dibawa pohon besar disamping kelasnya. Cahaya matahari masuk dicelah-celah daun yang rimbun. Key masih ingin hidup sendiri di sekolahnya. Dari kejauhan, Key memperhatikan teman-temannya yang sedang berkumpul dan tertawa satu sama lain. Key tak berniat sedikitpun untuk bergabung. Diantara perkumpulan itu, mata Key menangkap seorang sosok yang rasanya pernah ia kenal. "Tapi siapa ya? Ah, mungkin salah orang".

     Setelah kejadian itu, tanpa disadari Key selalu memperhatikan gerak-gerik laki-laki itu sambil membayangkan dimana sebelumnya mereka bertemu. Berhari-hari Key membuntuti laki-laki itu. Entah apalah yang ada di pikitan Key sehingga ia mau menghabisan waktunya hanya untuk orang yang belum tentu ia kenal. Gadis yang dianggap pendiam itu juga bingung, kenapa ia penasaran sekali dengan Laki-laki itu.

     Hari itu, adalah hari yang tidak pernah disangka Key akan ada dalam hidupnya. Pagi itu hujan rinai. Lagi-lagi key duduk sendiri dibawah pohon besar disamping kelasnya. Ia menatap ke langit dan tak sengaja wajah Laki-laki itu terlintas di benaknya. Tapi, Key tersadar. Tiga hari belakangan ia tiak melihat sosok yang selalu dibuntutinya. Key kembali menyusun hipotesis, "mungkin dia sakit". Dan ternyata hipotesis Key salah. Suara seorang wanita yang tidak diknalna itu memecahkan lamunannnya. "Ini ada surat dari Steef, ia sudah pindah tiga hari yang lalu dan ia memintaku untuk memberi ini padamu". Wanita itu langsung pergi sementara Key masih termenung memegang suratnya. "Steef? Siapa dia". Buru-buru key membuka dan membaca suratnya.

     "Key, kamu pasti sudah mengerti siapa aku, walaupun kita belum berkenalan. Aku harus ikut dengan orang tuaku ke Paris. Aku tau kamu selalu mengkuti aku, karena aku juga selalu mencari tahu tentangmu. Anak misterius yang membuat aku penasaran. Rasanya aku pernah melihatmu.. hmm, mungkin di dalam mimpi. Maaf ya, aku membawa beberaa barangmu. Aku menemukan pensil milikmu di bawah pohon besar, dan aku juga menemuan kalung Eiffel di kursi biasa tempatmu memperhatikan gerak-gerikku".

     Sontak air mata di pipi Key sudah berlinang, Ia tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini. Didalam surat itu, juga terdapat lukisan Eiffel buatan Steef yang bertuliskan, " Aku tunggu kamu disini". Key tersenyum didalam tangisnya. Ia tak sabar untuk bertemu Steef kembali meskipun dalam waktu yang sangat lama.

"

Cerita si gadis hujanStories to obsess over. Discover now