Mengingat..

65 5 7
                                        

Pagi hari seorang wanita tengah menyiapkan sarapan untuk keluarganya.

Tak lama seorang anak balita laki laki datang menggunakan pakaian tidur bergambar pororo.

"Eomma...." panggilnya dengan suara imut...

"Eohh baby eomma sudah bangun. Uhhh bau acem." kata perempuan yang ternyata seorang ibu dari balita itu. Dengan gemash perempuan itu menggendong dan menciumi pipi gembul sang anak.

"Eohh cucu nenek sudah bangun?" kata seorang wanita paruhbaya. Dari arah ruang keluarga.

"Sini sayang sama nenek dulu. Biar mama siapin makan untuk kita semua." kata wanita paruhbaya yang ternyata nenek dari balita laki laki itu.

Sementara anaknya dibawa oleh ibunya ke ruang keluarga. Wanita itu segera melanjutkan acara memasaknya.

Setelah semua makanan siap di atas meja. Wanita itu segera menuju dimana anaknya berada. Terlihat anaknya yang tertawa bahagia bersama kedua orangtuanya. Rasa penyesalan seketika merasuk ke dalam hati dan pikiran wanita itu. Andai dan andai selalu menjadi mimpi wanita itu. Seketika pikirannya menerawang ke kejadian lima tahun yang lalu.

Tapi sebelum itu kita perkenalkan dulu wanita dan anaknya. Wanita itu bernama hyunni sedangkan anaknya bernama huimang.

Hyunni pov.

Hai perkenalkan aku hyunni atau yuni. Yah itulah nama ku. Namun aku lebih nyaman jika kalian memanggil ku hyunni. Sekarang ini aku sedang melihat tawa dan senyum yang terukir di keluarga ku. Disana ayah, ibu, kedua adikku, serta malaikat kecilku.

Malaikat kecilku. Hadir karna kesalahan satu malam. Aku ingat sangat ingat. Tapi entah dengan ayah anakku. Apakah dia merasa bersalah atau justru biasa saja.

Lima tahun yang lalu aku berada di korea selatan
Tepatnya di seoul. Enam bulan aku disana bekerja sebagai asisten dari seorang pengusaha wanita yang sukses. Kim zeva. Dan aku memanggilnya zeva eonni.

Hingga pada akhirnya aku diajak salah satu teman laki laki ku. Untuk datang ke acara ulang tahun salah satu kenalannya. Di sebuah club ternama. Awalnya aku menolak. Namun karna paksaan akhirnya aku terpaksa ikut. Entah apa yang terjadi aku tidak mengingat beberapa kejadian yang aku alami malam itu.

Paginya aku terbangun dengan kondisi yang menyeramkan serta menyedihkan. Bukan di kamar ku. Dan seorang laki laki tidur menghadap ku. Dan. Heoll apa ini. Apa yang terjadi. Dia seseorang yang aku kagumi.

Rasaku tercampur menjadi satu. Marah. Kesal. Kecewa. Semua tercampur menjadi satu.

Karna tidak ingin menambah masalah akupun pergi meninggalkan tempat terkutuk itu. Meninggalkan laki laki yang yaaa arrghhh....

Karna terlalu terburu buru aku sampai meninggalkan kalung kesayangan ku.

3 minggu berlalu ternyata tumbuh janin di rahim ku. Awalnya aku bingung, gelisah dan juga marah serta kecewa. Akhirnya aku memberanikan diri bercerita kepada zeva eonni.

      Zeva eonni shock. Dia memelukku erat. Menggumamkan kata maaf berulang kali. Meminta maaf karna tidak bisa menjaga ku. Namun ini semua bukan salah zeva eonni. Ini murni kesalahan ku yang tidak bisa menjaga diri.

Dua bulan berlalu zeva eonni meminta ku untuk jujur dan menemui lelaki itu. Meminta pertanggung jawabannya. Namun berita yang ku dengar dari beberapa media. Membuat hati ku hancur. Kuputuskan untuk diam. Dan kembali ke negara asalku Indonesia. Aku mempertahankan janin ini.

Sampai janin ini lahir dan berusia 8 bulan aku baru berani pulang ke rumah kedua orangtua ku. Dari awal aku mengandung orangtua ku sudah tau. Dan meminta ku supaya cepat pulang. Namun aku terlalu malu. Karna aku sudah melemparkan kotoran di muka mereka. Awalnya orangtua ku kecewa. Namum mereka tetap mendukung ku. Menemani ku. Hingga kini akhirnya janin itu tumbuh menjadi anak lelaki yang sangat lincah, cerewet, dan juga tampan. Wajahnya bisa dikatakan 98% mirip ayahnya. Entah kenapa.

Now I want You (JHOPE Ver)Stories to obsess over. Discover now