Andai Dia Tahu

15 7 6
                                        

Bangun pagi di akhir pekan merupakan hal yang paling dihindari oleh Juna, menurutnya akhir pekan merupakan waktu untuk hibernasi yang panjang setelah melakukan berbagai rutinitas yang padat. Tapi, ada satu hal yang membuat Juna bangun pagi di akhir pekan dengan suka rela, seperti saat ini.

Tok Tok Tok Tok

"Jun, anterin Mama ke pasar!" teriak Mama Lian sambil mengetok-ngetok pintu kamar anak pertamanya..

"Iya iya Ma, masih pagi juga." Juna beranjak dari tempat tidurnya sambil melihat jam berbentuk batman yang terletak di atas nakas, ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.30 AM, dengan terburu-buru Juna masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum mengantarkan mamanya belanja ke Pasar.

"Cepetan Jun, keburu siang nanti."

"Iya iya Ma sabar dikit. Juna mau mandi dulu biar cakep," sahut Juna dari dalam kamar mandi.

"Iya iya buruan Mama tunggu di depan ya."

Dengan mengenakan kaos putih polos dilapisi dengan jaket hijau army dan celana training hitam, Juna menemani Mama Lian berbelanja di pasar. Berpindah dari satu kios ke kios lainnya, membuat Juna kewalahan membawa semua barang belanjaan yang sudah dibeli sang Mama. Tapi, walaupun begitu Juna tidak mengeluh kepada Mama Lian. Karena, bagi Juna ini merupakan salah satu kewajibannya sebagai seorang anak membantu Mamanya yang sudah susah payah mendidik dan membesarkan dirinya hingga sekarang ini. Tanpa adanya Mama yang sangat hebat Juna bukanlah apa-apa.

"Pulang yuk Jun," ujar Mama Lian setelah melihat list yang dibawanya sudah diberi tanda ceklis semua.

"Ini udah kebeli semua kan Ma?" tanya Juna sambil melihat barang belanjaan yang berada di kedua tangannya.

Setelah mendapat jawaban berupa anggukan kepala, Juna dan Mama Lian berjalan beriringan menuju tempat dimana motor Juna di parkirkan.

Di tengah perjalanan Mama Lian tiba-tiba berhenti, "Jun, itu bukannya Killa ya?" Killa adalah tetangga Juna. Tidak bisa dibilang tetangga juga, karena rumah mereka tidak terlalu dekat tapi masih di area komplek perumahan yang sama. Ditambah kedua orang tua Juna maupun Killa sudah saling mengenal satu sama lain.

"Iya Ma, itu Killa anaknya Tante Disya," jawab Juna dengan mata berbinar memandang Killa dari kejauhan.

"Killa makin cantik aja ya Jun," ujar Mama Lian tersenyum sambil melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi.

"Iya cantik Ma, pake banget. Udah cocok sama Juna yang ganteng" ujar Juna di dalam hati sambil ketawa-ketiwi mengikuti langkah Mama Lian dari belakang.

Hari ini cuaca tidak menentu. Tadi pagi cuacanya cerah berawan, tiba-tiba hujan mengguyur deras di siang harinya. Tepat saat para siswa untuk pulang kerumah hujan tidak kunjung reda, membuat para siswa harus mengurungkan niatnya untuk pulang dengan tepat waktu. Sebagian siswa memilih untuk pergi ke kantin ataupun menikmati wifi secara cuma-cuma yang disediakan oleh pihak sekolah. Seorang Arjuna atau kerap disapa Juna lebih memilih pergi ke kantin bersama Raka teman laki-laki seperjuangannya sejak masih duduk dibangku SMP. Sambil menunggu hujan reda mereka menikmati sepiring gado-gado dan memainkan handphone yang sudah terhubung dengan wifi di sekitar area kantin.

"Jun, tau filmnya Radit kagak yang mau rilis bulan ini?"

"Tau, kata Juli filmnya bagus, rekomendasi banget buat yang lagi patah hati kayak Raka," jawab Juna mengejek Raka yang baru putus dengan kekasihnya beberapa minggu yang lalu.

Bạn đã đọc hết các phần đã được đăng tải.

⏰ Cập nhật Lần cuối: Jun 19, 2019 ⏰

Thêm truyện này vào Thư viện của bạn để nhận thông báo chương mới!

Love StoryNơi câu chuyện tồn tại. Hãy khám phá bây giờ