Kebangganku bagai raja naik tahta
Memondong kasihku ke peraduan cinta
Secercah sajak emha
(mendadak bergema terompet duka:
Kasihan, wanita paling menderita mati muda)
Ya tuhan, wajah ayu kekasih
Kelak menjelma tengkorak putih
Pinggul dan dadanya yang cemerlang
Kan jadi tulang bisu dalam liang
Ciuman bertubi kekasih jadi kehampaan
Peluk mesranya menimbulkan keresahan
Tubuh pualam yang tergolek merayu
mulai mengabur dalam pandangku:
jadi burung gagak
berteriak serak
YOU ARE READING
MAUT DAN CINTA
PoetryBeberapa orang mengira bahwa doa mereka benar dikabulkan Pedahal mereka mewujudkan nya sendiri .
