please vote and comment✨
Suara jeritan yang cukup menyakitkan memenuhi gendang telinga lelaki berambut cokelat yang sedang duduk menyesap batang rokoknya. Ia tampak menikmati adegan yang tersaji di hadapannya. Tersenyum sejenak melihat tawanannya yang sudah babak belur di tangan lelaki berambut merah, lalu ia kembali menyesap rokoknya.
"Sekali lagi ku tanya, siapa tuanmu?" Jungkook —lelaki berambut merah itu menarik dagu tawanannya yang terikat di kursi, tak berdaya.
"A-aku tidak akan mengatakannya."
Lelaki berambut cokelat itu berdiri lalu membuang putung rokoknya.Berjalan mendekati Jungkook. Aura menyeramkan memenuhi ruangan itu. Mata tajamnya menelisik kedalam manik mata tawanannya.
"Jika dia tak mau bicara, maka biarkan anak-anakku yang akan membuatnya bicara." Taehyung, lelaki yang sedari tadi hanya menyesap rokoknya sembari menatap lelaki yang terikat di kursi itu.
Tanpa diperintah, anak buah Taehyung keluar dari ruangan mengambil 'anak-anak' yang dimaksud. Tak lama mereka kembali dengan seekor macan besar dan sebuah kandang yang mereka bawa.
"Tinggal kau pilih, anak macanku atau anakku yang masih tertidur di kandang itu?" Taehyung tersenyum misterius.
"Keluarkan Milo dari kandangnya!"
Anak buah Taehyung bergegas membuka kandang berukuran sedang yang berada di samping macan itu. Tak lama keluarlah ular kobra yang siap mematuk lawannya dengan racun di taringnya.
Sang tawanan bergidik ngeri, ia berusaha melepaskan diri namun sia-sia. Jungkook bahkan sedikit menjauhi Milo, membiarkan ia mendekat pada tawanannya. Jungkook cukup tau itu ular kobra, pasalnya ia kerap berkunjung ke rumah Taehyung yang lebih tepat disebut kebun binatang. Dulu ia hampir di patuk Milo, maka dari itu ia sedikit ngeri jika melihat Milo.
"Aku mohon, aku bersumpah akan mengatakannya padamu asalkan kau jauhkan ular kobra ini." Tawanan itu memohon. Matanya tidak lepas dari ular kobra yang siap mematuknya.
"Kau bekerja kepada siapa?"
"Lee Yeobin." Jawabnya pelan. Taehyung terdiam sejenak, matanya menyiratkan kebencian. Lelaki itu lagi, sudah dua kali ia mencari gara-gara. Dan sialnya kali ini ia harus berurusan dengan polisi.
Bagaimana tidak? Truk miliknya yang menyelundupkan narkoba tiba-tiba di serang. Bahkan mereka menelpon polisi dengan melaporkan ada penyelundupan narkoba. Tentu saja Taehyung marah, ia kehilangan beberapa juta dollar karena narkobanya harus di sita pihak kepolisian. Dan lagi, ia tidak bisa memasok narkoba di club yang ia kelola.
"Milo, habisi dia!"
Lelaki itu menjerit ketika taring kecil nan tajam milik ular kobra itu mematuk kakinya. Kesadarannya lalu hilang setelah ular itu melepaskan gigitannya. Taehyung berjalan mendekati macannya yang ingin sekali menghabisi tawanan milik tuannya, namun sayangnya Milo sudah mendahuluinya.
"Kau akan mendapat bagianmu nanti di rumah," Taehyung mengusap kepala macan itu dengan sayang. Macan itu menggeram kecil.
"V, kau mendapat surat panggilan dari kepolisian." Namjoon membuka pintu ruangan itu hingga pintunya menimbulkan suara yang cukup keras.
"Kau akan merusak pintu ruangan isolasi milikku." Gumam Taehyung pelan. Jika mereka sedang bekerja pasti Namjoon selalu memanggil nama samaran Taehyung. Memanggil nama aslinya cukup beresiko di keadaan seperti ini.
YOU ARE READING
Hellish [Taegi]
Fanfiction[Mature] "Apa yang aku dapatkan jika membantumu? Tubuhmu?" -Taehyung Ketika Yoongi bermain-main dengan kasus sosok Kim Taehyung. Ia tak akan menyerah sebelum mengetahui siapa Taehyung sebenarnya. Walaupun berkali-kali Taehyung mencoba hampir membunu...
![Hellish [Taegi]](https://img.wattpad.com/cover/191200912-64-k825871.jpg)