🍃
"Kriiiing" Bel berbunyi, seluruh calon siswa baru smp dan sma mahardika berlarian menuju lapangan, karena kalau telat barang semenit pasti akan kena hukuman oleh kakak kakak osis
🍃
Tidak terkecuali aku, aku fintan calon siswi SMA Mahardika yang cantik -kata ayahku, kamu tidak setuju? Akupun begitu- dengan seragam baru yang kurang nyaman karena kebesaran, entah kenapa mama selalu membelikan seragam sekolah yang ukurannya selalu sedikit lebih besar daripada badanku -dan berujung aku permak di bu ladu- dengan papan nama yang sudah aku siapkan sejak kemarin bertuliskan namaku [tan, fintan] rambut dikepang dua di ikat menggunakan tali rafia dengan sepatu yang talinya harus diganti dengan tali rafia juga, tidak lupa topi kerucut seperti anak2 tk mengunjungi pesta ulang tahun temannya, aku berbaris dibarisan paling depan bagian kanan
🍃
Seorang tampan yang keluar dari dalam kantor guru menuju ke arah ku -ehm, maksudku kami- kak Dimas, ketua OSIS SMA Mahardika, dia sangat populer bahkan di kalangan siswi SMP Mahardika, ketua OSIS yang cerdas, cekatan dan tampan. Dalam hati berkata "kak dimas kenapa jadi ganteng banget kalo dari deket gini, udah gitu rambutnya wangi, pasti shampoo nya head n shoulder" dan ya kalian bisa menebak yang terjadi selanjutnya; pembukaan, perkenalan anggota OSIS, games, dan sedikit edukasi dan sampai pada saat yang kutunggu2; istirahat.
🍃
"Tan! fintan!!" Sahabatku, Tiana, yang kalemnya sudah menyerupai putri solo! Dia sama denganku, SMP di Mahardika dan sekarang kami satu SMA lagi, SMA Mahardika..
aku senang, berteman dengannya menyenangkan.
🍃
"Tan, ke kantin yuk" Suaranya yang lembut memecah lamunanku "katanya somay di kantin SMA lebih enak daripada di kantin SMP"
"Alah, paling masih enak somay bandung si akang" Jawabku santai karena aku memang tidak lapar, kalau aku sedang lapar pasti aku lebih semangat ke kantin daripada tiana.
"Ayo dong, laper niiih" Sambil menarik tanganku"
🍃
"Ternyata benar, somay di kantin SMA lebih enak daripada di kantin SMP" Kata tiana sambil mengunyah somay nya "Eh, eh itu liat anak MOS SMP" Tiana memang begitu kalem, tapi kalau makan nggak tau kenapa dia nggak bisa diem
"eh, tan. Kamu kayanya punya paman yang namanya Adzkiya bukan sih?" Masih sambil mengunyah
"iya, kenapa emang?"
"Itu anak ada anak SMP yang namanya Adzkiya" Mataku meneliti berusaha mencari name tag mana yang di maksud tiyana melihat siswa baru SMP Mahardika.
"Iya! Ih, ganteng lagi" Sambil tertawa aku menjawab tiyana, lagian geli banget! Masa nama cowok kia!
"Paman kia! Paman adzkiya!!" Aku teriak memanggil anak SMP itu, dia melihatku sekilas dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain
"Gila! Ngapain manggil2 orang nggak kenal!" Tiyana melotot dan mencubitku yang entah cubitan gemas atau peringatan kalau dia malu karena duduk dengan orang iseng kaya aku denganku
***
