Part 1-Awal Sekolah

6 2 0
                                        

Di awal sekolah ini Robby masuk di kelas 10-E dengan jumlah murid 42 "tidak ada satupun orang yang ku kenal" gumam nya.

Dia lalu mencari tempat duduk yang kosong. Ada seorang murid yang sedang duduk sendiri lalu Robby menghampirinya dan duduk di sebelahnya. "Siapa namamu?" tanya Robby "namaku Dani, Ramdani Sucipto dan namamu siapa?" tanya Dani "namaku Robby, Robby Fathur Almaist." jawabnya.

"Kudengar disini muridnya memiliki tradisi sendiri, emangnya bener?" tanya Robby. "Entah lah aku ga tau." jawab Dani. Mereka melihat sekitar dan ternyata murid sudah berkumpul di kelas. "Rob, lihat tuh di pojokan ada cewek cantik." kata Dani sambil melihat kepojokan. "Ahh.. Aku ga terlalu tertarik sama cewek" jawab Robby "Emangnya kamu udah punya pacar?" Tanya Dani "Yaa belum sih tapi emang ga tertarik sama cewek, ehh ehh ada guru tuh." jawab Robby

Semua murid terdiam lalu pak guru bertanya "Ada yang sudah tau saya siapa?" tanya Pak guru. "Belum pak." serentak semua murid di kelas "Saya tau pak." jawab Robby. "Coba saya ini siapa?" tanya Pak guru "Bapak itu pasti guru." jawab Robby.

Serentak semua murid tertawa. "Hahaha ngakak lo cuy." kata Toni dan Dani, bahkan pak guru pun ikut tertawa "oke anak anak sudah cukup tertawanya, saya wali kelas kalian nama saya Bapak Sunardi saya adalah guru Seni Budaya." kata Pak guru.

"Okey untuk hari ini bapak spesialkan untuk kalian hari ini tidak belajar dulu." kata Pak guru. Serentak semua heboh akan perkataan Pak guru "Yeayyy... Ga belajarr..." Kata Anton dan yang lainnya. "Nah 20 menit lagi kita adakan perkenalan setiap murid okey manfaatkan 20 menit itu untuk kalian mengobrol satu sama lain agar menjadi akrab okey." kata Pak guru.
"Okey pak." serentak semua murid menjawab.

"Ehh bro namamu siapa?" tanya Robby "nama gue Toni, lengkapnya sih Toni Edward" jawab Toni. "Terus yang sebelah namanya siapa?" tanya Robby "namaku Anton, Anton Ramdhani." jawab Anton.

Setelah itu Robby melihat sekitar sedang pada mengobrol satu sama lain "kalo misalkan gue nanya ke semua orang namanya siapa repot juga." gumamnya. "Ehh Rob, bekas luka di pipi lu karena apa?" Tanya Dani. "Ahh... Ini waktu gue kelas 9 ada maling ke rumah gue hajar, dia bawa pisau makannya ada luka di pipi." jawab Robby. "Emang lu ga takut sama maling bawa piso gitu?" tanya Dani. "Engga juga tuh." jawab Robby.

Tak kerasa waktu sudah melewati 20 menit "okey anak anak 20 menit sudah terlewat sekarang waktunya memperkenalkan diri." kata Pak guru "yang pertama yang paling depan pojok namanya siapa?" tanya Pak guru. "Namaku Ramdhani Sucipto, sering di panggil Dani." jawab Dani
"Okey sebelahnya siapa?" jawab Pak guru "Namaku Robby Fathur Almaist, sering di panggil Palkon." serentak semua murid tertawa termasuk Pak guru.

Setelah sesi perkenalan usai Pak guru memberikan sebuah cerita "Waktu bapak umur 30 tahun, bapak pernah jadi anak konyol seperti Robby. Dulu ada orang baru, dia nanya jalan katanya pak permisi numpang tanya di sini rumah pak RT di mana ya? Lalu bapak jawab di sini lurus ya pak belok kanan lalu belok kiri lurus terus nanti belok kanan udah, orang itu nanya lagi ohh... Itu rumah pak RT ya pak? Saya jawab lagi bukan pak itu lapangan, kalo rumah pak RT beloknya ke kiri."

"Cuy gue sakit perut dari tadi ketawa mulu." kata Toni sambil tertawa. "Gue juga sama cuy lu kira lu doang." jawab Dani. Semua murid tertawa tanpa hentinya karena lawakan dari pak guru tak usai usai.

"Pak. Saya izin ke wc ya pak." kata Sany "Hati hati di wc itu banyak..." kata Pak guru "banyak apa pak?" tanya Sany. "Banyak air nya." jawab Pak guru. Murid pun tertawa lagi. 4 menit berlalu Sany pun kembali ke kelas nya lalu sebelum Sany duduk Pak guru berkata "Sany, tunggu dulu. Itu resleting celana belakang kamu kebuka."

Sany mendadak panik lalu melihat ke belakang lalu dia baru nyadar resletingnya di depan. Serentak semua murid tertawa terbahak bahak sampai ada yang kram ginjal.

Setelah banyaknya candaan yang mereka buat tak terasa bel istirahat sudah berbunyi. "Wahh... udah istirahat lagi nih." kata Ricell. "Wahh iyaa ya... Ke kantin yuk?" ajak Santi "Yuk." jawab Ricell.

"Megah banget ya Tii kantinnya" kata Ricell "iyaa yaa megah. Btw manggilnya cimot aja jangan ti ga enak." jawab Santi "hahaha apaan tuh cimot?" tanya Ricell sambil ketawa. "Itu panggilan aku di rumah, jangan di ketawain dong..." jawab Santi agak kesel. "Iya iyaa haha cimot." jawab Ricell.

"Ehh ehh sebentar..." kata Ricell "Ada apa cell?" tanya Santi. Ricell diam diam memperhatikan seseorang yang dari tadi emang sudah dia perhatikan. "Hei... Cell... Ada apa? Kamu liatin siapa sih?" tanya Santi. "Ahh... Engga engga tadi aku liat makanan kesukaan aku." jawab Ricell agak panik. "Ohh yaudah yuk kita beli aja." ajak Santi. "Iyaa yuk" jawab Ricell.

Ricell dan Santi mencari tempat duduk untuk makan, setelah dapat tempat duduk mereka makan dengan tenangnya. Lalu Ricell memperhatikan orang yang tadi, Ricell merasa tertarik akan informasi tentang dirinya entah kenapa tanpa adanya alasan yang pasti.

Cara Ricell memperhatikan orang tersebut terlalu mencolok sampai tiba tiba orang yang dia perhatikan melihat balik ke arahnya, Ricell pun serentak mengalihkan penglihatannya ke arah lain dengan rasa malu.

Tiba tiba ada seseorang yang datang menghampirinya lalu mereka pergi keluar kantin, entah kemana. Ricell pun bergumam di hatinya "siapa orang itu? Kenapa tiba tiba saja pergi mengajak dia? Aneh sekali, mencurigakan."

*Skip

"Di tahun 2014 ini mungkin hari hari bisa sangat menyenangkan dengan adanya guru Seni Budaya itu. Tapi entah akan menyenangkan atau tidak dengan murid muridnya semoga saja sih." gumam Robby di hatinya sambil liat ke langit. "Ehh cuy lagi mikirin apa lu?" tanya Dani "Ahh... Engga gue cuma bingung aja, gue ga pernah liat mobil polisi isi bensin." jawab Robby.

"Bener juga ya gue juga ga pernah liat tuh mobil isi bensin." jawab Dani. "Ahh... udah udah kalian ini malah mikirin hal yang ga penting." kata Toni. "Terus juga gue ga pernah liat sepeda isi bensin." gumam Robby. "MANA ADA KAMPR*T YANG BEGITUAN ISI BENSIN." jawab Toni agak kesel.

"Ohh iyaa, besok itu pelajaran apa sih?" tanya Jelal. "Mana gue tau, di bagi jadwal aja belum." jawab Robby.

*Semoga terhibur:)

Strongest ManCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang