#1

23 3 0
                                        

Terdengar denguran halus di ruangan yang bernuansa abu abu ini. Merasa tidurnya sudah cukup pemilik kamar ini pun terbangun ia menunggu beberapa menit untuk mengembalikan nyawanya yang sempat hilang sejenak 😂. Apaan dah thor.

"Hmmmhh..."gadis itu merenggangkan otot otot nya dan beranjak ke kamar mandi.

Setelah 15 menit lamanya di kamar mandi akhirnya gadis ini keluar dengan seragam yang sudah rapi melekat di tubuhnya. Gadis mungil ini berlari urung uringan pasalnya 15 menit lagi bel akan masuk namun ia lupa untuk merapihkan buku bukunya semalam, alhasil seperti sekarang ia terburu buru berlari kesana-kemari mencari sesuatu yang membuatnya merasa kurang karena buru buru gadis ini tidak memerhatikan langkahnya hingga ia tersandung karpet dan terjungkal kedepan.

Bruuuuk...

"Aiiissh sakit banget dong" ringisnya saat merasakan hidungnya terlebih dahulu mendarat di lantai dan mengeluarkan bercak merah yang mengalir dari hidungnya.

"Bodo!"umpatnya kesal dan bergegas berlari keluar apartemen nya menaiki mobilnya dan mengendarai seperti orang kesurupan.

Tidak butuh lama gadis itu sampai di tujuannya dengan selamat untung juga gerbang sekolah masih belum tertutup rapat namun tetap saja ia telat 3 menit ia berlari tergesa-gesa menuju ruang kepsek.

Sesampainya dia ruang kepsek ia nyelonong masuk dan duduk di sofa dengan kaki yang ia angkat ke atas meja untuk di selonjorkan.

"Astagfirullah hidung ngapa ca?" Tanya kepsek yang meringis melihat penampilan gadis yang ada di hadapannya.

Ia adalah Ica algadisa gadis yang berumur 16 tahun ini datang dengan penampilan yang tidak sepantasnya.

🐼Baju yang tidak di masukan ke dalam rok
🐼Kerah baju acak acak
🐼Dasi malah di sampirkan di pundak
🐼Tisu melekat di hidung dengan bercak-bercak merah
🐼Rok yang kusut dan lusuh
🐼Tatanan rambut seperti orang yang telah berhasil kabur dari komplotan gonggongan anjing 
🐼Bibir pucat pasi
🐼Tas yang putus

Sungguh teramat miris jika di pandang secara langsung wanita yang menyandang status kepsek pun mengahampiri gadis di hadapan nya.

"Kamu kenapa nak? Ckckck ini tas kenapa bisa putus? kamu abis di kejar anjing? Mobil kamu kemana? Kenapa gak naik mobil? Rusak lagi?" Pertanyaan yang bertubi-tubi wanita itu lontarkan membuat gadis yang di tanya seperti itupun merasa jengah untuk menjawabnya.

"Tadi Ica kesiangan terus Ica lupa rapihin buku pelajaran semalem soalnya ketiduran terus Ica buru buru tuh buat rapihin barang barang yang perlu Ica bawa pas lagi lari mondar-mandir Ica keserimpet karpet terus gedebluk jatoh dah Ica mana yang jatoh duluan hidung akhirnya mimisan tapi sekolah bentar lagi bel ya udah ica gak sempet bersihin Ica juga lupa kalo ica belom nyisir pas di dalem mobil tas Ica kejepit pintu mobil Ica males buka pintu mobil lagi yaudah Ica tarik malah putus kayak gini" Ica terengah-engah karena menceritakan kronologi nya tadi pagi.

Wanita yang ada di hadapan gadis atau yang lebih dikenal Ica hanya geleng-geleng kepala saat mendengar kronologi dari keponakanya ini.

"Ya udah sekarang kamu rapihin dulu penampilan kamu ya kali mau masuk kelas penampilannya kayak preman gini"ujar diana--kepsek atau bisa di kenal kakak dari dania--ibu dari Ica.

Ica berjalan gontai ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan kepsek ini. Tak menunggu lama Ica sudah selesai dengan penampilan selayaknya.

"Nah kan syantik eak" Ica memutar bola matanya malas kebiasaan aunty kalo sudah berbaur kecantikan selalu berlebihan.

"Kelas Ica dimana aunty?" Ica sudah jengah ia ingin cepat cepat ke kelasnya agar bisa mendapat ilmu padahal tanpa belajar pun ia sudah pintar karena kegeniusannya yang membuatnya mendapatkan gelar sarjana S2 2 tahun lalu.

"Ayook aunty Anter!" Dengan semangat 45 Diana mendahului Ica yang masih melongo di tempat melihat kelakuan aunty nya yang masih belum berubah juga.

ICA Stories to obsess over. Discover now