'Derrt derrt' suara sebuah ponsel berdering.
"Hoamm... jam brp ni? Kok kerasa masih pagi bgt ya?" ucap sang pemilik ponsel
"Gue lupa pasang alarm yang biasa ya?" ucap sang pemilik ponsel sendiri
Ia pun dengan masih dalam keadaan mata tertutup meraba nakas yang ada di samping ranjangnya.
'Bruk'
"suara apaan ya? Kayak kenal"
Dengan cepat ia bangun dan mengecek kebawah ranjangnya.
"Astagfirullah hp gue tersayang ternyata " ucap Zefa gadis pemilik ponsel tersebut dengan sok dramatis sambil berulang kali mencium ponsel kesayangannya.
Saat Zefa asik mencium dan mengecek keadaan ponselnya. Suara panggilan ponsel itu pun terdengar lagi. Disana sudah tertera nama sang penelpon.
Geran ❤ calling...
Zefa pun menyengitkan dahinya
Sejak kapan ia membuat nama kontak sahabatnya ini dengan emot berbentuk hati tersebut. Dengan sigap ia pun menerima panggilan tersebut.
"Whut?" tanya Zefa
"Hai Zefa. Good Morning . Kamu kok lama banget, aku udah nunggu dari tadi lho" terdengar suara dari sebrang
Iya dia Geran pacar baru Zefa sebenarnya mereka sudah cukup lama bersahabat, tetapi baru hari ini mereka memutuskan untuk pacaran.
"Nunggu apaan? " ucap Zefa bingung
"Ya kamulah, kamu lupa ya.. Tadi malam kan aku udah bilang kita berangkat sekolahnya bareng. Aku udah nunggu kamu dari tadi pagi lho " ucap Geran
"Oh wait" ucap Zefa singkat lalu menutup sambungan telepon tersebut
"Kok dimatiin sih? Halo halo zef cepet gantinya " Ucap Geran pasrah dengan respon singkat Zefa
----
Motor Geran melesat perlahan membelah kota Surabaya.
Kini Zefa pun sudah berada di motor milik Geran.
Memang Zefa tak mau ambil pusing masalah bangunnya kepagian. Walau di hatinya misuh misuh saat tahu bahwa Geran menjemputnya sepagi itu. Ia bersiap siap seadanya. Rambut yang masih basah, hanya dikuncir seadanya dan wajah segarnya tanpa pertolongan sabun cuci muka ataupun bedak. Malam ini dia tidur dengan nyenyak, Tugas tugas pun sudah ia kerjakan secara marathon di sabtu kemarin. Dan sudah selasai. Maka karena itu malam seninnya ia hanya membaca novel dan tidur lebih awal dari biasanya.
Mereka pergi tanpa bercakap sedikit pun. Geran yang terlalu fokus dengan jalanan. Dan Zefa yang asik menikmati langit dan udara segar pagi ini. Cukup damai. Tanpa orang tahu apakah hati mereka masing-masing damai seperti suasana pagi ini.
"Ran"
."Apa Zef? "
"Beli gorengan dulu gue laper"
"Memangnya kamu tadi belum sarapan zef? "
"Blom"
"kok Belum, maafin aku jemput lebih cepet dar... " ucapan Geran pun dipotong oleh Zefa dengan dinginnya
"No prob cepet nepi gue laper"
"Oke siap"
-----
Kini Zefa asik membaca novel yang sedang suka ia baca. Ia suka sekali membaca novel tanpa memperdulikan sekitarnya. Terutama waktu. Padahal Bu Sari guru Bahasa Indonesia pun sejak tadi sudah tidak henti hentinya berbicara di depan kelas untuk memperkenalkan murid baru. Memang gosip tentang murid baru itu saja sudah terdengar sejak seminggu lalu. Tetapi Zefa tak terlalu peduli dengan hal itu. Sebab menurutnya itu hal yang tidak terlalu penting.
Saat sedang asik membaca Ghina Githa pun mengajak bicara sahabatnya yang sedang fokus ini dengan hebohnya
"Zef" panggil Ghina
YOU ARE READING
Introkamvret!
Random"Lu jangan deketin gua , gua udh punya pacar " ~ Zefa "Trus apa urusannya sama gue " ~ Gandi "Lu suka kan sama gue? Jangan ganguin gue . gue udh punya pacar GANDIIII " ~ Zefa "Ooh" ~ Gandi "APAANYA YG OH" ~ Zefa "siapa bilang gue suka sama lu" ~...
