Kau tahu?
ini cukup berat semenjak aku masuk kedalam lingkungan baru dengan seseorang sepertimu. Meski kamu tidak sepenuhnya mengisi hari-hari ku dengan guyonan konyolmu, aku cukup terbawa suasana oleh keberadaanmu.
Kau banyak tersenyum dan bercanda, bertingkah layaknya orang bodoh yang haus akan perhatian. Tapi memang itu sifat nyatamu dari saat kamu mulai berpijak diatas tanah ini.
Teman mu banyak, karena kamu memang berusaha ramah kepada semua orang. Tapi ada orang-orang tertentu yang tidak kamu lihat; sepertiku.
kamu pandai dalam melihat siapa seseorang yang menyimpan perasaan untukmu, dan kamu adalah sosok yang tidak ingin repot dengan hal itu.
Atau mungkin memang aku saja yang tidak semenyenangkan orang-orang disekitarmu. Jujur aku tidak mengerti.
Kita pernah berbincang disuatu kesempatan, membicarakan apa arti kesederhanaan yang sebenarnya.
Lalu kau berkata tidak ada manusia yang sesederhana itu.
Mau tahu lagi?
Kau pintar dalam melihat kenyataan. Kebanyakan manusia munafik menutupi seluruh kekurangan dan keinginannya.
Namun, aku dapat memberitahu mu perihal sesuatu yang nyatanya sederhana.
Perasaanku sangat sederhana; untukmu.
Meski kau berusaha menjauh, meski kau berusaha pergi, meski kau sama sekali tidak meliriku sedikit pun.
Perasaanku sederhana, cukup kau hadir dan bahagia.
Tidak apa untuk tidak melihat aku yang diam beberapa langkah dibelakangmu dan memperhatikan apa yang sedang kamu lukiskan sebagai kenangan tanpa aku yang mengikut sertakan keberadaanku didalamnya.
mengisi kisah yang kamu buat, sebagai sesuatu yang berharga untuk diceritakan kepada seseorang di masa yang akan datang.
-----
Bandung, 20 Mei 2019
YOU ARE READING
Sederhana
Randombiar kuberitahu apa yang sederhana dari diriku. "aku sederhana dalam mengangumi mu, cukup aku saja yang kagum kamu tidak perlu tahu. "
