Satria Macan : Origin

2 1 0
                                        

Pilkada Kota Jayakarta pun selesai, tetapi pilkada ini diwarnai oleh kericuhan. Walikota baru tersebut diprotes oleh warga sekitar hingga terjadinya demonstrasi. Suasana kota pun menjadi mencekam.

Di suatu malam di apartemen yang tak jauh dari pusat kota

"Yah, ayah kok bisa menjadi polisi? Apa motivasi ayah" kata seorang anak polisi bertanya kepada Polisi

"Karena ayah ingin menegakkan keadilan"

"Ayah kayak pahlawan super aja hahaha" si anak tertawa

"Haha bisa jadi seperti itu nak. Ingatlah nak walaupun dunia ini kejam kepadamu tetapi kamu harus menegakkan kebenaran" sang Polisi pun memberikan wejangan kepada anaknya

"Ayo nak kita berdoa dulu sebelum tidur dan jangan lupa doakan ibu ya semoga ibu tenang di sana"

"Siap yahhh"

Mereka berdoa dan setelah itu anak tersebut ke kasur.

Sang polisi pun membisikkan kata kata ke anaknya "Nak, ayah mau pergi dulu ada tugas, jadilah anak yang kuat dan selalu membela kebenaran".

Polisi tersebut pun menutup pintu rumahnya.

Keesokan harinya di sebuah kota bernama Kota Jayakarta, terjadi kericuhan dikarenakan pemilihan walikota yang dianggap banyak kecurangan. Polisi pun mengamankan demonstran. Suasana menjadi kacau balau. Polisi pun bersikap semakin agresif dalam menahan demonstran. Walaupun hujan turun, tidak menghalangi para demonstran untuk demonstrasi untuk menjatuhkan walikota terpilih.

Si anak pun bangun dan melihat ayahnya sudah pergi. Akhirnya dia pergi ke kota untuk mencari ayahnya.

Si anak melihat dari jauh sang ayah sedang menahan para demonstran

Dorrrr..... dorrr

Terdengar suara tembakan dan ternyata ada seorang polisi yang tertembak karena melindungi para demonstran dari ancaman polisi lain.

Polisi tersebut tergeletak bersimbah darah dibawah derasnya hujan. Para demonstran pun tergenang dan kemudian demonstran tadi di tembak secara massal oleh polisi.

Dorrrr dorrrr dorrr

Si anak ini pun akhirnya datang ke tempat ayahnya dan melihat sang ayah dan para demonstran telah tiada. Si anak pun nangis sekencang-kencangnya. Hidupnya pun telah hancur dan berantakan.

Kemudian datang polisi yang mau menembak si anak tersebut. Senjata pun sudah diarahkan ke anak itu dan dia berteriak "Cepat tembak aku!!!!"

Polisi tadi pun mau menembak, tetapi tiba tiba muncul sesosok yang misterius. Dia pun langsung menghentikan polisi tersebut dan berhasil menjatuhkan beberapa polisi yang lain. Kemudian dia membawa sang anak ke suatu tempat di pedalaman.

"Akhirnya kau terselamatkan nak" kata sang pria misterius itu

"Kau siapa pak tua ?" Tanya anak itu

"Namaku Aji Kuntojiwo, panggil aku Ki Kunto, aku adalah seorang satria silat Harimau"

"Mengapa kau membawaku"

"Aku membawamu karena kebetulan aku sedang disitu dan aku melihat ada potensi dalam dirimu untuk menjadi seorang pendekar, ngomong-ngomong aku turut berdukacita" kata Ki Kunto

"Kalau begitu tolong ajari aku ilmu silat, guru" anak itu pun memohon kepada Ki Kunto

"Baiklah, ngomong-ngomong siapa namamu ?"

"Namaku adalah Satrio"

Lima belas tahun kemudian

Satrio besar pun melakukan gerakan silat yang telah dipelajari dari Ki Kunto. Satrio saat ini melakukan pertarungan terakhir sebelum lulus menjadi pendekar silat.

Hiyaaaa.....!!!!!

Satrio pun menendang dengan kencang ke arah Ki Kunto, tetapi di tangkis oleh beliau.

Sssut......

"Hahaha kau masih belum bisa melawan ku !" Kata Ki Kunto

"Lihat saja guru...!!"

Satrio pun langsung loncat ke angkasa dan melakukan serangan terkaman harimau ke Ki Kunto

"Serangan  Terkaman Harimau......!!!!! Hiyaaaaa......!!!!!!!"

Ki Kunto yang lengah pun akhirnya terkena serangan oleh Satrio

Bedebukkk......

"Arghhh....baiklah kau menang kali ini" kata Ki Kunto

"Yessss akhirnya aku bisa mengalahkan kau guru....!!" Kata Satrio dengan semangat

Setelah bertarung, Ki Kunto pun menyerahkan sesuatu kepada Satrio.

"Pakailah ini, pakailah ketika kamu beraksi di tempat tujuanmu"

Ki Kunto menyerahkan sebuah topeng macan kepada Satrio, yang menandakan bahwa perguruan telah selesai.

"Gunakan ilmumu ini untuk kebaikan, ingat pesan ayahmu, selalu tegakkan kebenaran walaupun dunia kejam kepadamu"

"Baik guru, Terimakasih banyak atas bimbingannya dan telah merawat ku selama 15 tahun"

"Sama-sama nak, sekarang kau bisa pergi ke tujuanmu"

Akhirnya Satrio pun kembali ke Jayakarta dengan ilmu silat harimau yang telah dipelajarinya selama lima belas tahun.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 29, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Satria MacanWhere stories live. Discover now