Gadis itu tidak bisa diam sejak 10 menit yang lalu,ia duduk di halte Bus sendiri,hari sudah mulai gelap. Dan Bus yang ditungguinya sepertinya akan sedikit terlambat.
Gadis itu melirik ponselnya,berharap seseorang yang ia hubungi,segera membalasnya.
Tiga menit berlalu,namun tidak ada tanda-tanda pesan masuk. Gadis itu semakin cemas,udara malam ini cukup dingin. Sedangkan ia hanya memakai kaos oversize hijau dengan rok diatas lutut.
Sesekali gadis berkuncir kuda itu menggosok-gosok kedua tangannya,menghalau dingin yang menyapa tubuhnya.
Ting..
Jimin
Ya! Mi-yya,dimana kau?
Yunmi
Aku masih di Halte,Bus nya datang terlambat
Jimin
Hei! Ini sudah larut naik taksi saja
Yunmi
Aku tidak membawa dompetku T_T
Gadis yang dipanggil Yunmi itu mendesah frustasi saat ponselnya mati kehabisan baterai. Dia semakin cemas saat ada dua orang pria asing yang berjalan mendekat kearahnya.
Bau alkohol menyeruak ke penciumannya,jantung Yunmi berdetak lebih kencang saat dua orang pria itu duduk mengapit Yunmi. Yunmi yang merasa risih,berpindah kesebelah kanan,dekat tiang. Namun pria yang berbaju hitam itu ikut pindah.
Salah satu pemuda itu merangkulnya,membuat Yunmi secara refleks memukul wajah pria itu dengan tasnya. Pria tadi meringis memegangi hidungnya,ia marah tak terima. Ia meraba paha Yunmi yang memakai rok,membuat napas Yunmi tercekat.
Dengan berani dia mengigit tangan pria itu,namun pria yang satunya menarik tangan Yunmi.Yunmi makin panik,alarm tanda bahaya. Dia dengan cepat berlari dari Halte setelah menendang aset pria berbadan besar itu. Kedua orang itu ikut berlari.
Yunmi berlari semakin kencang, membuat napas Yunmi memburu,saking fokusnya berlari,Yunmi sampai tidak menyadari kehadiran seseorang didepannya. Membuat tubuhnya tersuruk kebelakang karena menubruk punggung seseorang.
Seorang pemuda berbaret itu bangkit dari aktifitasnya mengecek ban mobilnya. Ia berbalik menemukan Yunmi yang tengah meringis.
Dia berniat tidak peduli,tetapi saat melihat dua orang pria berbadan besar berlari kearah mereka membuat pemuda itu tergerak untuk membantunya. Ya,setidaknya untuk saat ini saja.
Yunmi menatap memohon pemuda dihadapannya.
"A-ahjussi,bisa tolong aku" ucap Yunmi terbata,ia benar-benar ketakutan saat ini.
Tangan pemuda itu terulur,menbantu Yunmi berdiri. Yunmi membersihkan bajunya yang kotor.
Dua pria berbadan besar itu tiba dihadapan mereka. Pemuda tadi menaikan sebelah alisnya.
"Hei.. Jangan ikut campur urusanku,serahkan gadis itu!" ucap salah satu dari mereka. Pemuda dihadapannya tersenyum miring dibalik masker hitamnya.
"Bawa saja. Lagipula aku tidak mengenalnya" Yunmi melotot,menatap takut kedua pria didepannya yang mulai berjalan mendekat.
Yunmi semakin bersembunyi dibalik punggung pemuda tadi. Pemuda itu menoleh,melihat Yunmi yang ketakutan.
"A-ahjussi.. Tolong aku,aku tidak mengenal mereka" cicitnya.
"Aku juga tidak mengenalmu Nona"
YOU ARE READING
OUR MELODY
Fanfiction"Kenapa setiap kali kita bertemu,kau selalu dalam keadaan jatuh? Bangun!" "Bantu aku Ahjussi,rasanya sakit sekali.. Bisa-bisa aku mati muda jika bokongku terus terbentur" "Agar kau tidak cepat mati,sepertinya aku harus menggendongmu mulai malam ini"...
