CYBM? || Chap.1

128 12 0
                                        

Ciitt... ciitt.. ciitt...

(anggap suara burung dipagi hari :v)

"Eungh..." lenguhan halus tersebut keluar dari seorang pemuda bersurai pirang panjang.

"Dei!!! Bangun!" teriak seseorang dari luar kamar pemuda bersurai pirang tersebut.

"Iya kaa-chan, Dei sudah bangun un." sahut pemuda tersebut sambil bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.

"Ohayou kaa-chan." sapa pemuda bersurai pirang tersebut atau kita panggil saja Namikaze Deidara dengan mengecup singkat pipi sang ibu yang tengah duduk dikursi meja makan.

"Nii-chan, Naru juga." ucap pemuda yang lebih mudah dari Deidara dengan suaranya yang terdengar polos.

"Ih, Naru imut sekali un tidak seperti Kyuubi yang galaknya minta ampun un." ucap Deidara dengan menyinggung sang adik yang satunya, yang kini tengah menatapnya tajam seakan-akan ingin sekali membunuh pemuda bersurai pirang panjang ini.

"Kau jangan kebanyakan bacot Dei." ucap Kyuubi tidka terima.

Pletak-

"Ittai.. sakit kaa-chan." protes Kyuubi ketika kepalanya dipukul dengan sendok makan oleh sang ibu.

"Panggil Deidara dengan Nii-chan. Kau tidak sopan sekali Kyuu." ucap sang ibu menatap garang kearah Kyuubi.

"Ha'i, ha'i. Terserah kaa-chan. Lagian aku dan Dei-Nii-chan maksudku, hanya berbeda 2 menit kaa-chan. Jadi untuk apa aku memanggilnya Nii-chan?" elak Kyuubi sambil menatap remeh sang ibu.

"Walau begitu Deidara keluar lebih dulu dibanding kau, bocah! Sekali lagi kau tidak memanggilnya Nii-chan, akan kucincang kau." ancam sang ibu sambil menodongkan pisau makan kedepan wajah Kyuubi.

"H-h-ha'i k-kaa-chan." balas Kyuubi dengan suara gemetarnya karena takut.

"Hahaha... kaa-chan sudahlah, wajah Kyuubi haha su-sungguh lucu hahaha..." tawa Deidara sambil menunjuk-nunjuk wajah Kyuubi.

"Yak! Dei-ehemm- Nii-chan! Akan kubalas kau nanti disekolah, lihat saja." ancam Kyuubi dengan wajahnya yang menyeringai bak iblis yang telah menemukan mangsanya, membuat Deidara berhenti tertawa seketika.

"Wahhh... rukun sekali keluargaku ini di pagi hari." ucap seorang pria yang baru saja datang dan langsung duduk disamping Kushina -sang istri-.

"Rukun apanya? Mau kucincang juga kau? Diam dan makan saja!" bentak sang istri galak, membuat Deidara dan Kyuubi berusaha kuat menahan tawanya ketika melihat wajah sang ayah yang sudah memucat.

"Pantas Kyuu-nii galak sekali, ternyata menuruni sifat kaa-chan ya?" ucap Naruto dengan polosnya, maklum bocah usia 10 tahun :v

"Coba ucapkan lagi Naru-ku sayang." perintah Kushina dengan senyum psyco -nya yang ia pasang.

"Kyuu-nii menu-mmpph"

"Naru diam kalau tidak ingin mendapat amukan dari 2 rubah galak ini. Paham?" bisik Deidara setelah berhasil membungkam mulut kecil Naruto dengan tangannya. Naruto yang mengerti makna dari kalimat sang kakak, pun menganggukan kepalanya.

"Naru hanya bilang Kyuu-nii sangat cantik karena menuruni wajah kaa-chan."

"Hey, bocah! Kau pikir aku wanita, apa? Hah?! Mau kukuliti kau?" ucap Kyuubi tak terima.

Can You Be Mine?Donde viven las historias. Descúbrelo ahora