Dewa yang Terdampar

229 22 3
                                        

Seorang pria terbangun di hutan belantara yang hawanya begitu sunyi. Sebuah ledakan cahaya melemparkannya ke dunia ini. Tempat ini memang indah, tapi tidak sangat jauh keindahannya jika dibandingkan dengan tempat asalnya.

Pria masih berbaring di tanah, mencoba menyesuaikan dirinya. Semua ingatan itu kembali menghantuinya. Dia telah melakukan pemberontakan, melawan sosok Agung yang telah menciptakannya. Semuanya berlangsung begitu cepat, bahkan dia tidak bisa sedikitpun memberi perlawanan. Bisa dibilang hanyalah keberuntungan ia masih dibiarkan hidup. Itulah yang terjadi jika melawan yang Maha Kuasa, ya, itulah yang terjadi jika mencoba melawan Ayah.

Serazel adalah anak dari Dewa tertinggi. Dia adalah anak dari Dewa yang paling berkuasa. Lebih tepatnya Serazel adalah ciptaan terbaik yang Ayahnya telah ciptakan. Dia diberkati karunia terbaik dibandingkan Dewa lainnya.

Hasil dari pemberontakan itu telah ditentukan sejak awal. Pertarungan selesai bahkan sebelum dimulai. Sesaat setelah melontarkan serangan pertama --yang juga tidak berefek apapun melawan sang Maha Agung-- semua karunia yang diberikan-Nya telah direngut kembali oleh-Nya. Dia yang memberikan dan Dia pula yang mengambil kembali.

Serazel masih belum bergerak dari posisinya. Ia menatap warna langit biru nan indah. Terhalang oleh dedaunan rimbun, cahaya mentari mencobe menembus dari balik awan.

Jadi tempat inilah yang akan menjadi tempat tinggalnya mulai sekarang. Tidak pernah terpikirkan olehnya untuk mengunjungi bumi. Sebelumnya, dengan kemampuan karunia Dewa ia bisa kemanapun yang dia inginkan dengan mudah. Tapi tidak disangka seperti inilah caranya turun kebumi.

Perlahan ia mencoba untuk berdiri. Ia tidak mengenakan busana apapun. Kakinya yang telanjang secara langsung menyentuh tanah kotor. Angin yang dingin mencoba menghempaskan dirinya untuk mencoba menusuk kulit, tapi itu tidak bekerja padanya. Ia tidak merasa kedinginan, mungkin karena tubuhnya yang berbeda dari manusia biasa. Tampak sama dari luar. Bedanya, tubuh miliknya itu abadi. Tidak akan rusak ataupun membusuk.

Tetap saja ini masih berbeda dari tubuh asli yang selama ini ia gunakan. Tubuh seorang Dewa yang suci dan sempurna.

Sekarang ia sama persis dengan manusia. Namun, ia tetap memiliki kelebihan. Wajahnya begitu menawan dan juga lebih tampan dari manusia manapun. Lagi pula dia adalah makhluk yang agung, yaah, mantan makhluk agung. Ini adalah tubuh yang diberikan langsung oleh Ayahnya. Dia harus bisa menyesuaikan diri dengan tubuh manusia yang lemah ini. Wadah yang tercipta dari tanah tidak akan lebih mulia dari cahaya. Bahkan sekarang dia lebih rendah dari iblis yang tercipta dari api.

Mungkin ada sesuatu yang sangat mencolok yang membedakannya dari manusia lain. Dia memiliki tiga pasang sayap suci sebagai bukti bahwa dia adalah Dewa. Itulah satu-satunya bagian dirinya yang masih tercipta dari cahaya. Berbeda dengan malaikat biasa yang hanya memiliki sepasang sayap. Dia begitu gagah dengan tubuhnya yang tegap dan sayapnya yang lebar lebih besar dari tubuhnya sendiri. Mungkin dia bisa digambarkan seperti seekor elang yang gagah atau angsa putih bersih dengan leher yang tegap. Tapi itu masih salah. Dia tidak bisa di deskripsikan menggunakan pilihan kata manapun yang masih berasal dari dunia fana ini. Dia terlalu sempurna sebagai lelaki, dan juga terlalu suci dengan sayap Dewa itu.

Tekstur bulu itu lebih lembut dari sutra. Keindahan yang dipancarkannya bagaikan melihat jutaan bintang pada setiap helai bulunya.

Sayap-sayap itu dikepakkan sehingga menganggkat tubuhnya terbang ke langit. Jika melewati seluruh lapisan bumi maka masih akan berada di luar angkasa. Di atas atmosfer itu ada banyak sekali planet, bintang-bintang, galaxi, dan miliaran benda angkasa lain. Hanya saja, sejauh apapun terbang masih tidak akan pernah bisa mencapai surga tempat asalnya. Bukan begitu cara untuk kembali ke sana. Untuknya saat ini hanya ada satu cara untuk kembali.

Fallen GodGeschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt