Hai, Tuan.
Bagaimana kabarmu setelah hari itu?
Bagaimana rasanya setelah tak lagi bersamaku, si penganggu yang slalu menuntut ini itu?
Baik-baik saja atau semua terasa berbeda?
Tuan.
Kuharap kau tak pernah menyesal karena lebih memilih pergi dalam keadaan kesal.
Kuharap kau tak pernah ingin mengulang segala hal yang kini hanya bisa dikenang.
Selamat menjalani hidupmu seperti sebelum ada aku.
Selamat telah berhasil membuatku terus terpaku pada masa lalu.
Selamat telah berhasil merebut separuhku.
.
.
.
_9519
YOU ARE READING
Unknown
PoetryIni tentang aku yang masih saja terjebak dalam bayanganmu. Aku tidak akan menulis kisah tentang kita, ini hanya berisi tentang kejujuran yang tak mampu diungkapkan, tentang rasa yang mungkin seharusnya tak lagi ada. . . . Semua yang ada didalamnya...
