“Pagi, cantik.”
“Iya.”
“Eh dingin banget sih.”
Gadis itu hanya diam.
“Jadi makin suka deh.”
Gadis itu memutar bola mata kesal dan tidak menjawab ‘gombalan’ pemuda di depannya.
“Udah sarapan belum?”
“Udah.”
“Makan apa?”
“Enggak penting banget, sumpah!” serunya kesal. “Jaehyun, balik ke kelasmu sana.”
“Enggak mau,” lelaki itu keras kepala dan semakin mencondongkan tubuhnya ke arah gadis tersebut. “Aku kan masih pengen bareng Ahra.”
Lagi-lagi gadis itu memutar bola matanya kesal. Ahra tidak mengerti. Ahra tidak mengerti apa motif Jung Jaehyun mendekatinya belakangan ini. Dimulai dari semakin sering menyapa Ahra, lalu modus meminta ID KakaoTalk. Dan sekarang dia semakin mepet saja kepada Ahra. Lupakan fakta bahwa Jaehyun ganteng, sifatnya itu minus banget untuk Ahra!
“Kamu suka cowok yang kayak apa sih?” ini pertanyaan Jaehyun yang ke—dia sudah menanyakannya berkali-kali sehingga Ahra tidak tahu sudah berapa kali.
“Yang jelas sih, yang gak kayak kamu,” untuk kali ini Ahra meladeni pertanyaan bodoh Jaehyun.
Jaehyun terkekeh. “Yang kayak aku emang cuma aku doang. Kamu pasti gak pengen sama yang kayak aku karena pengennya sama aku, kan?”
“Apa sih, nggak jelas banget,” gerutu Ahra.
“Ciee pagi-pagi udah pacaran aja nih!”
Ahra melirik teman sebangkunya yang baru saja datang tapi sudah bikin kesal. Dia Ten. Dia asli Thailand, ia juga salah satu makhluk menyebalkan dalam hidup Ahra. Dan Ahra harus duduk dengannya karena di kelas hanya gadis itu yang fasih berbahasa Inggris. Padahal tidak juga, nilai bahasa Inggris Ahra bukan yang paling tinggi. Tapi kalau soal pede saat berbicara bahasa Inggris, Ahra nomor satu. Belakangan Ten sudah tidak butuh bantuan Ahra, namun ia masih menempeli Ahra karena Ten bilang dia paling nyaman bersama Ahra. Baiklah, Ahra mengalah, Ahra membiarkannya tetap memiliki bangku di sebelahnya.
“Siapa yang pacaran,” gerutu Ahra lagi. Pagi-pagi ia sudah terlalu banyak menggerutu gara-gara Jaehyun dan Ten.
“Tau, jelas-jelas belum jadian,” sambung Jaehyun.
“Nggak akan jadian juga sih,” balas Ahra sengit.
Jaehyun cemberut. “Jangan gitu dong sayang.”
Ahra memilih diam dan tidak membalas ucapan Jaehyun lagi. Berinteraksi dengan Jaehyun memang selalu sukses membuat darahnya mendidih. Ahra tidak mengerti kenapa Jaehyun suka membuatnya marah-marah. Padahal Ahra diam aja. Ada saja keisengan pemuda itu yang membuat Ahra kesal setengah mati. Belum lagi belakangan ini Jaehyun mulai sering mengganggu ke kelas Ahra, membuat satu kelas mengira mereka pacaran. Kalau Jaehyun berpikir Ahra akan jatuh cinta karena ia terus mengisengi Ahra, Jaehyun salah besar. Kita bukan hidup di dalam drama, begitu pikir Ahra.
“Cie, kapan jadiannya nih?” Ten ikut menggoda Ahra dan Jaehyun.
“Ten, diem!” seru Ahra.
“Doain aja ya, lagi berjuang bikin dia suka nih. Eh salah salah, lagi berjuang bikin dia seneng. Abisan jutek mulu. Galak juga. Hobinya marah-marah. Mau bikin dia jadi lebih ramah.”
Ucapan Jaehyun sukses membuat telinga Ahra panas. Siapa yang galak, siapa yang jutek! Dia saja yang menyebalkan. Ahra dengan cowok lain tidak seperti ini kok.
ČTEŠ
[NCT & WAYV] You're My
FanfikceHanya sebuah kumpulan cerita sederhana. Tentang persahabatan, tentang cinta, tentang kehidupan.
![[NCT & WAYV] You're My](https://img.wattpad.com/cover/187141530-64-k381535.jpg)