Suasana pedesaan yang begitu asri dan mendamaikan akan menghipnotis siapa saja yang tinggal.Semilir angin yang menyejukan menemani seorang gadis berkacamata besar dan berambut sebahu yang sedang termenung.
"Neng masuk atuh angin nya ga bagus buat Neng".Elusan lembut dari tangan bibi menyadarkan nya
"iya Bi nanti Rania akan masuk"
"Yaudah Neng bibi masuk dulu ya "Bibi pergi masuk kedalam rumah meninggalkan rania yang masih termenung
"Gimana ya Rania bilang ke bibi, tapi rania ingin sekali melanjutkan pendidikan rania dan rania juga ingin bertemu dengan ibu"batin rania sambil masuk kedalam untuk menemui bibi nya
...
"Bi rania ingin bicara dengan bibi, rania ingin sekolah di Jakarta ,mungkin keputusan rania terlalu terburu buru rania juga ingin bertemu dengan ibu"
Keadaan hening baik rania dan bibi masih sama sama diam
"Rania ,bibi tidak melarang kamu untuk meneruskan cita-cita kamu ,silahkan rania ke jakarta bibi akan ikut tapi bibi akan melarang kamu jika kamu harus bertemu dengan ibu,ibu mu sudah kelewat batas menelantarkan anak yang baik bahkan kamu cerdas nak, ibumu mu sudah tidak mempedulikan kamu lagi "bibi merasa bersalah dengan dirinya karena belum bisa menjaga rania dengan baik sedangkan ibunya sama sekali tidak mempedulikan rania lagi.
Rania masih mencerna kata kata yang dikeluar kan bibinya
"Baik bi rania sangat sangat berterima kasih dengan bibi yang udah merawat rania hingga rania sudah sebesar ini "ucap rania sambil menghampiri bibinya yang tengah duduk di depan nya dan sambil memeluknya
"Rania janji bi, Rania akan sungguh sungguh mewujudkan cita cita rania dan tidak akan menyia nyiakan beasiswa nya "rania melepaskan pelukan nya
"iya Neng bibi akan selalu mendukung cita cita Neng dan bibi akan ikut Neng ke Jakarta "
"Tapi bi Mamang gimana, kasian atuh kalau Mamang sendirian di sini"
"Gapapa kan Mamang harus ngurus kebun Neng"bukan suara bibi yang menanggapi melainkan Mamang
"Mamang serius nih, Mamang ga bakal Rindu sama bibi nantinya"Goda rania kepada mamangnya
"Ya Rindu mah pasti atuh Neng, biar Mamang aja yang nahan Rindu Neng rania tidak usah karena rindu itu Berat hahahha"ucap mamang sambil ketawa yang kemudian bibi dan rania pun ikut tertawa
"Sudah sudah sana bersih bersih dulu badan mu kotor A"ucap bibi kepada mamang
"yaudah rania besok mamang akan mengantarmu ke Jakarta ya"
"Siap mang "sahut Rania dengan bersemangat
"Yaudah Neng rania bibi ingin ke dapur dulu ya, Neng siap-siap buat besok "ucap bibi yang pergi meninggalkan rania dan menuju ke dapur
Rania sangat bersyukur masih ada orang orang yang masih peduli dan sayang kepadanya walaupun tidak ada kedua orang tuanya di samping nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RANIA (COMPLETED)
Fiksi RemajaLo itu manis, tapi sayang Lo itu norak tapi Gue suka gimana dong? -Rafa Irvano Anggara- Assalamualaikum teman teman Apabila teman teman menemukan kesamaan Nama, tempat atau adegan dalam cerita ini dengan cerita yang pernah teman baca itu asli tida...
