Anime : Naruto
Rate : T+
Genre : Romance
Lenght : Chaptered
Disclaimer : This story is belong to Me and Naruto always belongs to
M. Kishimoto.
Warning : Familiar Story, Absurd, OOC, Typos, and Genderswitch.
Pic's Source : Pinterest and Google
Language : Random
✈️✈️✈️
Narita International Airport
Di depan pintu masuk bandara internasional tersibuk di Jepang, tampak dua orang perempuan berdiri saling berhadapan.
"Kau sudah mengurus semuanya kan, Carly?" tanya seorang gadis bersurai chocolate brown pada seorang wanita bule bernama Carly.
"Sudah nona, kedatangan anda kemari tidak akan diketahui oleh siapapun. Semua jejak sudah saya lenyapkan" jelas wanita bule itu.
"Bagus, mulai sekarang kita berpisah disini. Kau jangan kembali dulu ke sana, bersembunyilah!"
"Baik nona" Carly mengangguk patuh pada sang majikan.
"Baiklah, aku akan mulai kehidupan baruku disini. Saat kondisinya sudah terkendali, aku akan menghubungimu. Kita akan kembali kesana"
"Baik nona, dan ya...ini semua berkas yang anda butuhkan" Carly menyerahkan satu amplop cukup besar pada sang majikan
"Terimakasih, kalau begitu sekarang kau boleh pergi!"
"Baik nona, jaga diri anda baik-baik. Jika terjadi sesuatu, segera hubungi saya. Saya tetap berada di negara yang sama dengan anda" Carly membungkuk hormat
"Ya, aku mengerti"
Wanita bule yang merupakan tangan kanan gadis itupun pergi, meninggalkan si nona sendiri masih di depan bandara yang sama.
Gadis itu membuka amplop yang tadi diberikan sang asisten, mengelurkan sebuah kartu identitas dari dalamnya.
Gadis itu tersenyum melihat ID cardnya selama di Jepang. "Naruto Uzumaki," gumamnya lalu tersenyum. Ya...itu adalah nama yang akan ia gunakan selama kabur ke negara ini.
Setelah menyimpan amplop berharga itu ke dalam tasnya, si gadis menyeret kopernya ke jalanan. Ia akan menyetop taksi untuk membawanya ke pusat kota Tokyo.
🗼🗼🗼
Setelah menghabiskan waktu selama 70 menit, kini gadis bernama Naruto itu sudah sampai di pusat kota Tokyo.
Hari sudah sore, Naruto berjalan menyusuri kota, mencari-cari tempat yang akan digunakannya untuk bermalam. Khusus hari ini ia akan menginap dulu di hotel, besok baru ia akan mencari apartemen untuk tempatnya tinggal selama di Jepang.
"Hai cantik" Saat melewati jalan yang cukup sepi, Naruto terkejut saat ada dua orang pria berandalan yang menggodanya.
Naruto mencoba mengabaikannya, namun bukannya berhenti, berandalan itu semakin gencar mengganggunya. Bahkan kini mereka sudah berani menyentuh tangannya.
"Disgusting!"
"Apa kau bilang cantik?"
Naruto berlari kencang sambil menyeret kopernya. Sungguh ia ketakutan, ia tidak ingin berandalan itu berbuat macam-macam padanya. Jadi dengan kekuatan penuh ia berlari kencang.
Sampai pada jalan buntu, Naruto kalut. Ia memutar otak dan berpikir, syukurlah saat itu ada seorang pria yang masuk ke dalam mobilnya, tanpa pikir panjang lagi, Naruto segera masuk ke dalam mobil pria itu. Bukan di kursi penumpang, melainkan di bagasi. Ia takut jika nanti orang itu tidak mau menolongnya sementara Naruto harus menyelamatkan diri secepatnya.
"Kemana gadis itu pergi?" dari dalam bagasi Naruto masih bisa mendengar suara dua pria yang tadi mengejarnya.
"Syukurlah aku selamat" ucap Naruto lega.
Setelah beberapa saat, mobilpun berjalan. Naruto hanya bisa pasrah berada dalam bagasi kecil dan pengap.
.
Kurang lebih selama setengah jam Naruto berada di dalam bagasi, ia sudah tidak bisa bernapas dan keringat sudah membanjiri tubuhnya. Untung saja mobil itu berhenti dan Naruto bisa keluar.
DUKK....DUKKK....DUKKKK....
"Buka bagasinya!"
Naruto berteriak-teriak dari dalam, bagasinya terkunci dan tak bisa dibuka.
"Bukaa!"
DUKKK....DUKK....DUKK....
Naruto semakin keras memukul pintu bagasi agar seseorang di luar sana mendengarnya. Sungguh...ia sudah kehabisan napas berada di dalam sini.
"Ya Tuhan...apakah aku akan mati disini?" napas Naruto sudah sendat. Dengan lemah ia masih mencoba memukul pintu bagasi. "Help me!"
Naruto hampir saja memejamkan mata namun udara segar langsung memasuki rongga pernapasannya.
Naruto membuka mata dan menatap langit malam yang penuh bintang.
"Aku selamat" dengan kekuatan yang tersisa Naruto keluar dari dalam bagasi.
Hal pertama yang ia lihat saat menapaki jalan adalah, seorang pemuda yang menatapnya heran. Ia berjalan menghampiri pemuda itu dengan sempoyongan, "Kau... si-siapa?"
BRUKKK
Setelah mengatakan itu, Naruto jatuh pingsan.
"Hey!"
Sayup-sayup dia masih bisa mendengar suara berat yang memanggilnya.
To be Continued
DU LIEST GERADE
The SunFlower (END)
SonstigesNaruto Uzumaki, seorang putri keturunan bangsawan di Eropa. Dia memiliki rambut pirang dan mata biru turunan sang Ayah yang merupakan orang Inggris asli, sementara wajahnya sangat mirip sang ibu yang berasal dari Jepang. Kehidupannya sebagai seoran...
