' Jika aku menutup mata '
' Jika aku menutup telinga '
' Bisakah aku melupakannya? '
** Part 1 **
Semua pandangan mereka tertuju padaku, aku melihat mereka satu persatu dengan senyum yang aku akhiri di awal pertemuanku pada mereka " Kalian bisa panggil aku, Taemin-ssaem " ucapku. Lalu aku pergi meninggalkan kelas. Aku tau mereka pasti heran dengan kepergianku yang hanya mengenalkan diri begitu saja di awal aku mengajar.
Setelah beberapa langkah dari kelas mereka, aku berhenti. Aku lihat kembali lorong itu, awal pertama kau menyapaku. Aku ingat jelas kau malu-malu menyapaku. " Ssaem " aku melihat kesalah satu murid yang baru aku tinggal kelasnya.
Anak murid laki-laki itu mendekatiku, aku terkejut dia memperkenalkan dirinya. " Tolong bimbing aku, ssaem " ucapnya yang masih menunduk. " Aku menyukai murid yang lebih santai " ucapku senyum. Menepuk pelan punggung anak laki-laki itu. Aku berjalan di lorong yang masih aku ingat dirimu. ' Aku merasakan sapaanmu padaku '
** Firts Love **
15 tahun yang lalu..
" Naeun-ah " panggil seniornya yang berwajah kecil namun suara besar. " Nde, eonni " ucapnya. Berbalik dengan senyum lebar yang mengangkat pipu chubbynya ke atas.
" Tolong bantu lagi kali ini " ucapnya memohon. " Lagi? " tanya Naeun dengan mengeluh.
" Kumohon, mereka tidak akan berhenti menggangguku " ucapnya memelas memohon agar Naeun mau. " Kemarin rasanya jantungku mau copot untuk menyapanya saja,eonni. Kau tau aku sangat gugup berhadapan dengannya. Lagian kenapa tidak teman eonni saja yang melakukannya? " eluh Naeun pda seniornya yang sudah ia anggap kakak sendiri.
" Kalau kau tidak mau, kau tidak bisa lagi bermain denganku " ancamnya dengan nada rendah. "Wae? Itu tidak ada urusannya " bantah Naeun.
" Jelas ada. Maka dari itu datanglah ke ruang osis dengan membawa cemilan ke sana. Jam 2 siang ini. Bye bye " ia pergi begitu saja meninggalkan Naeun.
" Bomi-ah " erang Naeun. " Kali ini aku harus bagaimana. Tuhan " doa Naeun meminta pertolongan secepatnya.
End
Taemin duduk di ruang kedap suara itu, lalu ia menyentuh beberapa alat music yang ada disana.
Ssrreeekk
"Eoh"
"Mian"
"eemm.. A-aku i-ingin.. " anak murid perempuan itu lari masuk dan mengambil buku seninya yang terletak di atas piano. " permisi " dia tidak lupa membungkuk memberi hormat pada seniornya.
Senyumnya tidak terlepas memandang pintu ruang kedap suara seni milik sekolah. " Bahkan aku masih ingat setiap kata yang kau ucapkan "
Taemin memainkan tuts piano yang memainkan alunan music dasar untuk para pemula. Kali ini suara gesekan pintu yang terbuka. " Eoh "
" Kalian sudah datang? " senyumnya lalu mempersilahkan mereka masuk.
** Firts Love **
To be Continue
Tinggalkan komen dan selalu klik tanda bintang
Terimakasih banyak
YOU ARE READING
Snow Flower
Teen FictionTolong Cintai Aku... Tolong Pahami Aku.. Seperti kepingan salju dalam mimpi di musim dingin Kamu berlari padaku dengan senyuman yang cerah Ketika semua orang tersenyum Hanya aku yang menangis Orang-orang terlihat begitu bahagia Aku merasa, satu-satu...
