"Ini bukan awal dari pertemuan, melainkan memang takdir yang menentukan" -HANDINI-
Tercatat dalam sejarah, gue Handini nasywa pindah sekolah untuk pertama kali nya. Okay, sebelumnya nama gue seperti yg author tulis di atas. Panggil gue Handini atau dini. Gue duduk di bangku kelas 2 SMA, dan sekarang gue bakal pindah ke sekolah dimana gue ga berfikir bakal menginjak kan kaki disana, yup! SMAN 18. Sekolah bergengsi yang isinya anak-anak dominan otak Einstein.
"saya harap, kamu betah di sini dan pertahanankan prestasi mu ya nak.." ucap guru setengah botak itu. Bisa gue terawang dia guru yg paling di takutin di sini, and well gue bakal bisa naklukin ini guru.
"siap pak, thank u. Btw, saya bisa langsung ke kelas pak?" tanya gue tanpa basa basi. Gue selalu gabisa tenang dalam satu ruangan yang hanya berisi dengan asap rokok saja. Bisa kalian bayangin ruangan itu dominan guru cowo dan they all smoking. *i'm so bad to speak english.
Guru yang ber name tag satrio. M itu mengantar gue ke salah satu kelas ber tuliskan XI IPA I. "Hey ga salah gue masuk kelas ini?" batin gue.
Suara gaduh bisa terdengar sampai depan ruang kelas dan mendadak hening ketika guru itu masuk dengan membawa sejumlah tumpukan buku tulis. Gue ya ikutin aja itu guru kemana. Semua pasang mata tertuju ke gue.
Pak Sat memulai pembicaraan,"ya, kalian sudah bisa melihat siapa yang sedang bersama saya hari ini. Mari kamu perkenalkan diri." guru itu nyuruh gue perkenalan diri? Speachless gue harus apa disini.
"o..oo..okay. First time, nama gue Handini nasywa, lu pada bisa panggil gue Handini ataupun dini. Asal jgn sayang.." suara sorak pun bergemuruh saat gue melontarkan kalimat itu.
"HEY!! SUDAH DIAM!" sedikit ada rasa bahagia gue bisa bikin heboh anak kelas yg mungkin menurut gue mereka anak anak yang lebih mementingkan belajar (hanya terlihat 20% yang seperti itu). Tanpa basa basi gue langsung ngambil posisi tempat duduk di samping cowo yang gue liat dari gue masuk ke kelas, dia ga peduli ada siapa di depan.
Cowo ini sibuk dengan game online dan headphone yang terpasang di kepalanya, "mungkin lagi naikin rank" batin ku. Cowo itu menoleh, "tau darimana gue lagi naikin rank?" WHAT?! dia cenayang apa gimana dah? Gue ngomong dlem hati coy!
"gue Danny alanta. Panggil gue Alan" okay guys, dia nerima gue buat jdi temen sebangku nya dia, fine gue selamat hari ini.
"gue Handini, pindahan da.."
"iya gue tau lu anak pindahan dri SMA pertiwi" ucap Alan dengan mata dan tangan yg masih sibuk dengan gadget nya.
"hey! Lo dukun ya? U know all about me?" ya jelas gue kaget lah, secara gue belom pernh ketemu sama dia why dia faham bngt ttg gue.
"ini buku tulis bagiin ya, saya ada rapat jadi kemungkinan banyak pelajaran kosong hari ini, guru yang lain juga sibuk buat agenta festival kita nanti" pak sat mengambil alih pembicaraan dan membuat semua anak bersorak gembira.
Tak lama dia keluar ruang kelas, semua anak kembali ricuh mungkin seperti ini sebelum gue masuk tadi.
"woi jawab gue! Lu tau gue pindahan dri SMA pertiwi drimna?"
"Gausah nge gas, kita tetangga kali." kali ini dia malah natap muka gue. Oh god please ni muka pake foundation apa ya alus bat kek pantat bayi.
"JINJA? sejak kapan?" tanya gue heran
"mau ke kantin?" pinter bat ni anak ngalihin pembicaraan. "dia ke kantin bareng gue lan." terdengar sautan ajakan Alan dr belakang gue.
Sial! Ini juga cakep ngapain dia. Batin gue dan sekarang gue berada di tengah-tengah 2 cowo yg PERFECT.
"oh silahkan tuan pramusetyo" sekilas senyuman itu terlantar dri bibir Alan. FIX LAH GANS MAKSIMAL. Alan meninggalkan meja nya menuju kantin. "lo sape si? Ngapa lo yg.." ucapan gue terpotong sama senyum yg mengambang di bibir dia. Bisa² gue dapet serangan jantung kalo gini terus anjay.. "kamu ga kenal aku?" kata pertama yg di ucap sama itu cowo bikin gue makin penasaran sebenarnya dia siapa.
"klo mau maen kuis ga sekarang waktu nya mas"
"terakhir send itu bilang nya aku berangkat dulu, mau ngurus surat pindah, dan.." dan gue pun baru inget itu Kata² gue tadi pagi sialan.
"IH ANJIR!" reflek gue memeluk itu cowo, ya dia couple dunia imajinasi gue dan sekarang ketemu dengan engga sengaja di dunia real. Ga perlu gue sebutin siapa nama di dunia imajinasi gue, yg jelas entah kenapa gue jdi orng yang paling bahagia hari ini.
"btw, belom selesai ini meluk nya?" tanya nya sambil mengelus rambut gue. "sorry.."
"ke kantin mau tuan putri? Gue kenalin sama temen geng gue" tawar nya sambil berlagak seperti seorang pangeran. "yes i Will.." gue menyambut tangan nya dan berjalan keluar kelas. Semua pasang mata memandang gue seakan aneh dan mungkin karna gue murid baru udah gandengan aja sama anak situ.
"FARHAN! WOI POJOK!" teriak salah satu cowo yang sedang duduk bersama 3 cowo lain nya. "Ohh, farhan.. Lah anjir iya kan ada name tag nya" batin gue.
Gue duduk tepat di sebelah farhan, disusul dengan satu cowo yg datang dr arah belakang gue. "eleh eneng manis, keur naon neng di dieu? Lalaki kabeh" ucap dimas, ya itu nama yg gue baca di name tag dia. "eh han. Anak sape lu bawa²?" sambung Praya.
"dia cewe gue, dini namanya" ucapan satu kalimat farhan mewakili semua pertanyaan temen satu geng nya itu "WOI AANG! DIA CEWE LU?!" Ucapan dimas membuat cewe² di kantin itu heboh. "apasi apa.." datang satu cowo lagi yang bisa gue liat dia anak bar bar kayak nya. "buset? Anggota baru? Eh ang lu sejak kapan ngerekrut anggota cewe? Gebetan² lu aja lu tolak masuk sini. Lah ini cewe cakep lu bawa ke sini,ga adil lu ang" ucap tu cowo panjang kali lebar.
"Bacot." jawab farhan singkat. "jdi dia dini, dia.."
"gue temen nya farhan. Sorry gue ganggu waktu kalian" gue memotong ucapan farhan dan pergi dri meja kumpulan cowo cowo yg bisa di intimidasi sebagai buronan guru.
"Din tunggu!!" farhan terus teriak nama gue tapi gue enggan buat nengok ke belakang.
HAI GIRLS! HEHEHE jdi gini geng :v ini udh 1000 kata lebih ye:v next gue lanjut part 2, maaf cerita yg "WE" belom sempet w lanjutin bikos ga ada ide:v
SO, hope u enjoyed and jgn lupa like+sweet comment and vote nya❤️🤪
(+) @dinn_ha
Just that My real account IG😚🖤
