'Pohon-pohon mengelilingiku menjulang tinggi
Langit pagi menuju sore
Daun jatuh berguguran
Menggerakkan tangan mengisi buku harianku
Hari-hariku terasa hambar
Suara jangkrik mendengung'.
Di hutan ini aku sedang duduk di salah satu pohon bersubur daun sambil menulis.
Setelahnya aku pergi memasuki hutan lebih dalam menuju jurang condong ke laut, pemandangannya indah dan angin sepoi-sepoi menembus kulitku.
Aku berjalan pulang dan melihat di luar rumah ada mobil sport mc.Laren hitam yang sepertinya berharga fantastis.
Aku memasuki rumah dengan wajah datar dan dingin seperti biasanya, melakukan hal-hal bodoh yang tak berguna.
'Pagi menjelang
Burung-burung bercicitan
Berterbangan kesana-kemari
Berpasangan layaknya hari valentin'.
Aku bersiap menuju sekolahku
Setelah sampai didepan gerbang tiba-tiba "Gweboon" jeritan yang lantang itu mendengung di telingaku dan mengarahkan pandangan ke seseorang yang memanggilku tadi.
"Jangan berteriak, suaramu seperti petir" kataku dengan berakhir kekehan.
Dia berlari ke arahku dan menyamai langkahku.
"Soong eun, apakah pacarmu berlaku kasar lagi kepadamu ?" tanyaku karena mengingat kalo Xiao ziang sering berlaku kasar kepada Soong eun.
"Tidak" malah jawaban singkat, padat, dan jelas yang aku dapat dari bibirnya.
YOU ARE READING
SehuNaeuN (slow Up + Short Story)
Short StoryLangsung ae mbak mas Sabar ye Sabar kek mau di anu.g :v
