Namaku adalah Reni Novianti panggilanku adalah Iren. Dilahirkan oleh seorang ibu yang bernama Mimin Mintarsih sering disapa dengan sebutan ijah. Dan ini ayahku my hero is the best Sugeng Wahyu kerap di panggil dengan nama Wahyu laki laki hebat yang aku miliki, ia bekerja pada perusahaan oksigen dan ia menjadi agen pengantar oksigen itu. Aku memiliki satu orang kakak laki laki yang bernama Arief Rohmana, dan satu orang kakak perempuan yaitu Nining yuningsih.
Ini kisahku tentang seseorang yang baru mengenali dunia pesantren dan ilmu agama yang luas. Dahulu kala aku adalah seseorang yang tak menginginkan suasana kota itu. Yang ku tahu hanyalah orang orang nakal yang tak tahu aturan dan ketakutan yang kurasakan adalah takut kehilangan kedua orang tua ku.
Suatu ketika aku terbuka ingin mengenali dunia pesantren karena aku diajak oleh kedua sahabat kecilku. Yaitu ulfah dan saviera,
"Ren....hayu suang masantren bari sakola di Alhasan Ciamis teu pati mahal da, hayu ren...."dengan cepat mereka mengajakku untuk sekomplek bersama. "insya alloh nya da abi ge hoyong pisan ih jeung maraneh" perkataanku yang memang tak ingin berpisah dengan mereka.
lalu saat itu juga aku sudah tak sabar ingin cepat memberitahukan kepada orang tuaku. "Mah...wios teu pami abi masantren di Alhasan Ciamis?"tak sabarku mengatakannya. "Ka bapak we nyariosna, emang Alhasan dimana ? mamah nage teu gaduh acis"pengeluhan yang harus di sabari orang tuaku.
Namun setelah aku meminta izin kepada kedua orang tuaku, bukannya aku tak diizinkan untuk hal terbaik itu tetapi, aku dimintai untuk tinggal di kota kelahiran ibuku. Aku mengabulkan permintaan ayahku, karena aku memang benar anak yang belum pernah tahu dunia luas dan bebas seperti di luar sana.
Pertama kali masuk penjara suci survey dulu tuh ya, pas survey emang nggak niat mau survey niatnya mau ngeliwet bareng temen temen sd. Penampilan juga gak niat banget, ya udah deh ikut ajah survey ke pesantren pake celana jins malu banget kan ? apalagi banyak santri cowok tuh. Di doain ajah pake jins salah banget deh pokonya. Tapi pas survey ke dua sama sepupuku yang bernama th Sofi kamilatul Huda, Alhamdulillah nya pake rok tuh pas banget tuh lagi ada acara porak gituh. Rame deh pokonya. Tapi...setelah hari itu orangtua ku mengizinkanku tuk tinggal di sana selama bulan ramadhan.
Dan akhirnya mulai hari itu aku mondok disana dan aku ngerasa kayak orang yang bersalah sama orang tua, aku nangis karena gak betah. Sampe sampe bantal aja keingusan oleh seorang Reni. Ada ibu kobong ia bernama th Robiatul adawiah sering di panggil th Oom, yang intinya th Oom ingin aku cepet diem biar gak berisik terus bisa istirahat siang. Lah terus diem ketiduran gituh sampe sampe besoknya bintit tuh mata. Karena aku masuk pondok pas bulan ramadhan ya anak barunya juga baru dikitan apalagi cewenya eh maksudnya santriyah yang baru masuk baru ajah berempat. Yang sekolah baru aja ada dua aku dan yang namanya Nesa Nafisatul Fuadah. Dan yang gak sekolah alias anak santriyah salafi yang berdua itu namanya th Elin Herlina dan th Dhita purnama Sari.
Ya aku mau cerita sedikit tentang Nesa ini, dulu tuh baru kenal sama dia, emang sama sama pendiem tapi ternyata orangnya asyik dan kebanyakan berisik. Itu fakta tentang Nesa. Saat sama sama pendiem kita saling kenal, berbincang segala macam hal yang menyangkut masa lalu terutama saat masa sd.
Bukan hanya Nesa yang sudah aku kenal tetapi sedikit demi sedikit aku mengenal kakak kakak kobong ku di ruangan itu. Ada th Dini yang imut kayak Pricilla Blink. Ada yang ade kakak namanya th Indriyani dan th Isti'adatul Ulya. Dan ada yang sering nuntun aku yaitu th Rima dan th icih lebih tepatnya Sri handayani dan bahkan ada yang dari Ciamis yaitu th Mina Andini dia baik, cantik, dan bisa buat orang lain tertawa. Seneng kenal mereka.
***
Hari bergantian dengan memenuhi peraturan secara giat aku bangun pagi lalu sahur dan ikut kakak kobongku yang sering sholat tahajud pada jam 03.00 WIB.
Buka puasa bareng sama kakak kakak kobong itu lagi. Setelah ngaji malam aku menunggu th Sofi, eh dan ternyata th Sofi sering pulang malam dan nggak ikut makan sahur di pondok. Sungguh hatiku sangat kecewa.
Setelah beberapa hari kedepan aku dan Nesa saling bergantian sakit karena kami masih belajar beradaptasi tanpa adanya orang tua. Ketika aku sakit sepupuku Teh Sofi kamilatul huda, iya memang aku adalah orang yang bikin repot orang lain. Gak mau lepas dari sepupuku itu. Lagi lagi aku sempat nangis karena dia tak datang ke pondok. Aku benar benar ingin cepat pulang ke rumah dan mengembalikan keadaaan seperti dulu. Tapi mungkin itu sungguh mustahil. Ibu kobong ku selalu menyemangatiku dengan pemuh ketegasan. Aku pun meyakinkan semua itu. Sampai akhirnya aku bisa berdiri dan membawa pulang badan ini. Sampai bulan syawal di rumah tempat kembaliku.
YOU ARE READING
Ananpra
Teen FictionAku Retira... Sering di sapa dengan sebutan Iren. Perempuan yang baru saja mengenali dunia pesantren dan banyak mengenalisis cerita logis dari beberapa teman santriyah maupun santriwati. Perempuan yang dulunya sering bertingkah seperti anak laki l...
