Teman surga

34 8 0
                                        


Di pagi hari yang cerah,aku hirup udara segar,begitu indah di iringi suara burung gereja dengan embun menyejukan udara.begitu bahagiyanya diriku karena hari ini hari pertama aku memasuki sekolah smp,dimana diriku berada pada suasana dan teman yang berbeda.
Sungguh hari ini adalah hari yang membahagiyakan sekaligus menyedihkan bagiku,karena harus mencari teman baru dan harus menyesuaikan keadan.pada awal memasuki ruangan kelas aku hanya diam,canggung dan entah harus berbuat apa"adakah yang ingin berteman denganku"dalam hati aku berkata.
Entah apa yang aku pikirkan hingga aku menilai tak ada yang indah pada hari pertama sekolah."fyuh.."menghela nafas dalam-dalam.

Aku terkejut ketika melihat tak ada orang yang ingin berkenalan denganku,sedih rasanya ketika tidak ada yang memperdulikan,bahkan pada saat yang menyenangkan.setiap bangku aku lihat adakah orang yang masih duduk sendiri hingga bisa aku hampiri untuk berkenalan dengan seseorang.mataku terus melihat dan mencari hingga aku temukan seseorang yang sendiri,aku mulai mendekat dan menghampirinya."hy"sapaku kepadanya.diapun merespon perkatanku sembari senyum dan berjabat tangan."namaku anita"akupun berkenalan denganya."namaku amel"diapun memperkenalkan dirinya.

Tak terasa waktupun berlalu,langit yang dulunya biru berubah menjadi jingga,menandakan usainya waktu sekolah.ke esokan harinya aku merasa ada harapan dimana aku akan memiliki seorang teman,tepat diruang kelas yang ramai dengan suara ceria para penghuninya,namun aku melihat ada yang berbeda dengan seseorang yang bernama amel.dia orang pertama yang aku kenal ada apakah denganya hingga ia banyak memilih diam dari pada berbicara.bahkan aku jarang melihat ia bercanda atau mengobrol dengan yang lain.aku beranikan untuk menghampiri dan berbicara denganya"hy amel bagaimana kabarmu?"ia tersenyum dan menjawab dengan suara yang lembut dan pelan"baik,bagaimana denganmu?"akupun menganggukkan kepala pertanda baik."hmmm....sungguh aneh,adakah seseorang yang betah diam tanpa berbicara dalam lingkungan sekolah"gumamku dalam hati.
Entahlah apa yang terjadi padanya dia adalah teman yang dianggap aneh oleh teman sekelas karena sifatnya yang lebih banyak diam dari pada berbicara.akupun mulai penasaran dengan sikapnya hingga aku menjadi teman pertamanya,karena mulai saat itu aku menjadi temanya.hari demi hari aku selalu mengamati temanku yang bernama Amel.sedikit demi sedikit ia mulai berani bercerita walau hanya denganku tentang dirinya,masalahnya hingga hal umum lainya.mungkin ini adalah kesempatan diriku untuk mengetahui karakter dan kepribadianya.amel orang yang aneh,pendiam namun pandai,itulah kelebihanya di balik kecuekanya tersimpan kepandaian yang mungkin tak banyak orang ketahui,dia pandai mapel bahasa inggris dan pandai mapel matematika yang mungkin pelajaran yang tidak banyak di sukai para pelajar.bahkan yang membuatku kagum padanya ia pandai dalam urusan Agama.

Tepat pada puncak dimana banyak tugas sekolah menumpuk gurupun menugaskan kami untuk beregu,satu regu 2 orang.akupun lebih memilih amel sebagai rekanku,karena aku tau tak akan ada yang mau denganya karena keanehan yang di rasakan taman-teman kelasku.jum'at siang tepatnya aku dan amel memutuskan untuk mengerjakan tugas di rumahnya,karena rumahnya sangat dekat dengan sekolah,hanya di tempuh 15 menit dengan berjalan kaki.saat itupula pertemanan kita semakin erat hingga tak canggung untuk menceritakan kehidupan peribadi termasuk tentang keluarga.sejak itu aku sangat beruntung memiliki satu teman berasa memiliki seribu teman.meski dia pendiam di balik diamnya tersimpan kebaikan dan kesabaran yang tak pernah orang lain bayangkan.

Tak terasa pertemananku denganya hampir 3 tahun yang di lalui dengan suka duka denganya.Aku duduk di bangku kelasku sembari menunggu kedatangan amel,waktupun berlalu tak terasa waktu menunjukan jam 7 pagi pertanda waktu belajar di mulai.aku tidak melihat batang hidungnya"ada apakah denganya"dalam benakku.akupun bertanya kepada salah satu temanku yang kebetulan satu desa denganya."kenapa amel tidak masuk sekolah"temanku menjawab"ayah amel meninggal karena sakit"sontak diriku kaget dan tak percaya apa yang telah terjadi padanya.ke esokan harinya aku melihat amel yang sedang duduk di bangku kelas,"Amel, turut berduka cita atas meninggalnya ayahmu"kataku sembari duduk di sebelah amel.ia pun mulai bercerita kenapa ayahnya meninggal dan bahkan aku tidak melihat sedikit air mata yang jatuh di pipinya.yang aku lihat hanya wajah tegar dari senyum simpul yang ia berikan."apakah kau tidak merasa sedih?"tanyaku."untuk apa aku bersedih jika semua telah di takdirkan untuk pergi,ayahku pernah berkata,jika ada yang meninggal jangan tangisi dan jangan merasa kehilangan,karena kesedihan hanya akan menghambat orang yang pergi ke akhirat"katanya sembari kembali memberikan senyum padaku.aku heran sungguh tegar temanku menghadapi cobaan yang Tuhan berikan,tak hanya kehilangan sosok Ayah,kehidupanya pun sedikit berubah karena kepergian kepala keluarga yang tercinta dan berharga.setiap bel istirahat ia hanya duduk tanpa pergi ke kantin,begitu pula diriku yang selalu menemaninya. Sepulang sekolah aku hanya bisa menyaksikan bahwa hanya ada uang Rp.5000.00 di sakunya untuk ia belikan bakso seharga Rp.2000.00.untuk ia jadikan lauk di rumahnya.saat itu pula aku bertanya"kenapa kamu tidak pernah pergi kekantin dan hanya membeli bakso ketika pulang sekolah".
"Hmmmmm.....aku melakukan ini bukan karena aku tidak mampu ataupun pengiritan,aku melakukan ini karena aku sadar,di rumah yang membutuhkan uang bukan hanya saya. di sana masih ada ibuku yang mati matian mencari uang untukku dan kakakku,jadi aku harus mengerti dan memahami semua,bukan hanya bisa meminta tapi aku juga harus bisa merubah uang Rp.5000.00.menjadi sebuah harapan.yang aku simpan jika suatu saat uang itu ada yang membutuhkan".

Saat itu pula aku mengambil sebuah pelajaran bahwa dalam hidup kita tidak boleh memikirkan diri sendiri dan tidak boleh boros dalam segala hal.waktupun berlalu tak terasa 3 bulan telah di lalui temanku hidup tanpa sosok seorang ayah.entahlah cobaan apa lagi yang temanku hadapi ketika aku mendengar bahwa ibunya sedang sakit dan berada di rumah sakit.sebagai teman aku juga merasa sedih atas cobaan yang temanku hadapi.setiap saat aku selalu memberi kabar kepadanya lewat hp tentang tugas sekolah dan berbincang tentang keadaan masing-masing karena ia sedang berada di rumah sakit dan sering ijin untuk menemani ibunya di kala kakaknya kerja.

Waktupun berlalu tak ada kabar baik yang ia dapatkan dirumah sakit tentang keadaan ibunya,bahkan keadaan ibunya semakin buruk yang memecahkan keadaan menjadi kesedihan,ternyata temanku harus kembali menghadapi cobaan karena Tuhan lebih sayang kepada ibunya.aku mendapat kabar darinya bahwa ibunya telah meniggal.saat itu pula aku menemuinya untuk melayat kerumahnya.ku lihat wajah tegar dengan sedikit mata berkaca kaca yang tak ingin meneteskan air mata dihadapan orang lain.begitu bertubi-tubi cobaan yang Tuhan berikan dengan mengambil orang-orang yang ia sayang,namun ia tidak pernah pantang menyerah ia menjalani hidup dengan biasanya.akupun mulai tau banyak tentang sifat dan keperibadianya hingga aku sedikit akrab dengan kakaknya.sungguh sedih ketika aku dan dirinya harus berpisah karena sekolah yang kita tuju berbeda,namun komunikasi yang kita jalani tetap berlangsung hingga hampir setengah tahun tak bertemu dengannya,sungguh besar impian yang temanku inginkan dan tak ku sangka impian itu sama halnya dengan impian yang ku dambakan,entahlah,kami hampir memiliki kesamaan tentang sifat dan keseharian.sungguh lucu ketika kami bercerita tentang pacar idaman yang membuat kita tertawa dan tak percaya akan mendapat calon imam idaman.tak sangka kami telah tumbuh menjadi seorang remaja yang baru mengenal cinta karna kami adalah anak Smk dimana mulai mementingkan perasakan dari pada main-main.tak lupa setiap hari ada saja pelajaran agama yang ia sampaikan kepadaku meski hanya lewat chatingan di fb,sungguh ia teman terbaikku.namun semua berbeda tepat hari jumat aku mendapat kabar dari kakaknya lewat fb bahwa amel telah tiada,sungguh remuk hatiku dan sakit rasanya kehilangan sosok teman seperti dia. tak terasa pipiku basah dengan air mata kesedihan,"apakah benar kabar ini Tuhan"dalam hati aku bertanya sembari melihat suasana kelas yang sepi dan hanya diriku yang terbawa suasana kesedihan menangis dalam kenyataan.ternyata harapanku tentang bohongnya berita itu salah.karena berita itu memang benar,temanku telah meninggalkanku untuk selama lamanya,tak ada lagi senyum simpul,dan tak ada lagi teman yang bisa memahami diriku.Tuhan,begitu sayangnya kah dirimu kepadanya hingga engkau mengabil ia dariku teman yang mengajariku kebaikan,mungkin tugasnya di dunia telah berakhir untuk menjadi teman terbaik bagiku.sungguh aku sangat bersyukur di pertemukan dan memiliki teman seperti dia.dia adalah teman dunia dan akhirat bagiku.teman yang kelak jika Tuhan menghendaki kami akan bertemu di surganya.jangan pernah melihat seseorang dari luarnya,karena orang yang baik akhlaknya tak akan menilai orang dari luarnya namun berusa untuk mencari kebenaran.dibalik diamnya seseorang tersimpan harta yang mulia.

Teman SurgaWhere stories live. Discover now