Pagi hari di sebuah sekolah yang sama sekali belum pernah di kunjungi oleh Arga. Sekolah dengan gedung kokoh yang terlihat banyak sekali pepohonan hijau. Jelas sekali itu bukan sekolah Arga. Karna penasaran Arga mencoba masuk kedalam sekolah itu, menyelusuri lorong demi lorong yang masih telihat sepi. Ketika Arga ingin menuju ke salah satu kelas, Arga tidak sengaja bertabrakan dengan seorang perempuan berambut panjang agak pirang. Setelah itu Arga berniat untuk meminta maaf pada perempun itu, namun yang terjadi...
Kringgggg...
Suara alarm Arga berpunyi membangunkannya seketika. ''Huh, ternyata hanya mimpi'' sahut Arga ketika melihat jam menunjukan pukul 05.30. ''Siapa perempuan itu? Dimana sekolah itu? Dan apa maksud dari mimpi itu?'' ucapnya bingung, karna hampir sebulan ini Arga selalu memimpikan hal yang sama. ''Sudah lah, lebih baik mandi'' sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali lalu beranjak untuk mandi.
~ . . . ~
Arga bersiap turun kebawah untuk sarapan bersama keluarga tercintanya. ''Pagi bundaaa, pagi ayahhh, pagi ngeselin'', Ngeselin adalah julukan untuk adik perempuannya (Indira) yang duduk di bangku kelas 1 SMA, hanya selisih satu tahun dengan Arga. Bunda menyiapkan nasi goreng kesukannya.
Arga tidak banyak bercakap saat sedang sarapan, namun ntah kenapa saat itu Arga ingin memberitahukan mimpinya itu kepada orang tuanya. ''Bun, Arga mimpi... ''sebelum menyelesaikan ucapannya, bunda sudah memotong ucapan Arga ''perempuan itu lagi?''.
Arga yang awalnya terdiam sejenak, lalu melanjutkan ucapannya ''Iya bun, kenapa harus perempuan yang gak sama sekali aku kenal namanya itu'' tanya Arga dengan wajah polosnya. Bunda mengetahuinya karna Arga sering sekali menceritakan mimpinya itu kepada sang Bunda.
''Sudahlah ayo berangkat, mau sampai kapan ngomongin mimpi-mimpi yang gak penting itu'' cela Indira mengejek. Dengan sigap Arga yang duduk di meja makan berhadap-hadapan dengan Indira, langsung menarik dasi Indira dan meninggalkannya keluar. ''Bundaaa ayaaahhh Arga berangkat'' Teriaknya dari ruang tamu.
Ketika Arga sedang menunggu Indira di atas motor berwarna merahnya itu, dia memikirkan mimpinya lagi, sesekali dia melamun. ''Woooiiiii'' ucap Indira kencang di telinga Arga yang membuat lamunan Arga pecah seketika. ''Ngeselin banget si lo'' balas Arga sambil mengacak-ngacak rambut adiknya.
~ . . . ~
Sesampainya di sekolah Indira langsung saja meninggalkan Arga yang sedang memakirkan motornya. Melihat tindakan Indira yang membuatnya kesal setiap hari, bahkan dia sering berbicara sendiri karna sikap Indira yang menjengkelkan ''Huh, nyesel gue ngasih saran ke bunda biar lo satu sekolahan sama gue'' ucapnya setiap kali merasa kesal kepada Indira.
Arga adalah murid kelas XI IPA yang terkenal paling pintar dan sering di banggakan oleh guru-guru di sekolahnya. Bukan hanya itu, bahkan siswa perempuan lainnya pun sangat mengidolakannya karna wajahnya yang tampan dan gaya penampilannya yang terlihat sangat cool itu. Arga pernah menyukai teman kelasnya yang bernama Hanin.
Namun Arga sudah tidak mau mengingatnya, karna pernah di buat patah hati olehnya, lantaran Hanin sudah memiliki pacar. Saat itu juga Arga tidak mau lagi berurusan soal cinta. Karna menurutnya, cinta hanya membuat dirinya merasa menderita yang seharusnya tidak dialami oleh Arga. Maka dari itu, banyak perempuan yang menyukainya tetapi Arga hanya menganggapnya sebagai angin lewat.
Setelah jam pelajaran usai dan waktunya istirahat Arga bergegas kekantin, karna sejak tadi perutnya sudah lapar. Melihat banyak orang di kantin, Arga mengurugkan niatannya untuk makan. Tetapi mata Arga berfokus pada satu tempat, Yang di mana ada Indira disana yang sedang di gerubuni sebagian siswa.
Awalnya Arga tidak perduli dan berniat untuk balik kekelas, namun setelah melihat sekilas bahwa Indira sedang menangis akhirnya Arga penasaran untuk menuju ketempat yang menjadi pusat perhatiannya saat ini. Bagaimanapun sikap Indira kepada Arga, namun dia tetaplah adik perempuannya yang harus dia jaga.
~ . . . ~
Benar sekali apa yang Arga lihat dengan sekilas itu. Adiknya kini sedang menagis dihadapannya. Dan Arga melihat seorang lelaki yang sedang di memarahi adiknya itu. Lelaki yang tidak Arga kenal siapa itu ingin menampar Indira, namun secepat kilat ia memegang lengan tangan lelaki itu yang hampir mengenai wajah adiknya.
''Siapa lo! Berani-beraninya mau menampar dia''. Tanyanya dengan nada yang sangat marah.
''Gak usak ikut campur! Bukan urusan lo!'' Balas ucapan lelaki itu. Suasana hening seketika, sampai akhirnya Ilona (Teman dekat Indira) datang yang langsung menampar lelaki itu sambil memarahinya
''Eh Irwan! Cowok buluk,tengil, dongo, idup lagi, ngapain lo selingkuhin sahabat gw! Udah beruntung dapet cewek cakep yang setia malah lo selingkuhin! Kaya lo ganteng aja!'' Ucap Ilona ketus.
Arga yang mendengar namanya langsung tau kalau lelaki itu anak XI IPS yang pernah di hukum pada saat upacara. Irwan setelah mendengar ucapan Ilona, langsung mendorongnya hingga terjatuh. Arga sangat tidak suka jika ada lelaki yang kasar dengan perempuan, maka saat itu juga Arga menarik baju Irwan dan langsung memukulnya hingga plipis mata Irwa berdarah.
Let Go Of Dreams...
Instagram: @nandaaaasl
Thanks:)
YOU ARE READING
Let Go Of Dreams
RomanceArga, pria tampan yang duduk di bangku SMA, yang menemukan seorang perempuan lewat mimpinya. Arga masuk ke gedung sekolah itu dengan memandangi seisi ruangan. Menyelusuri lorong demi lorong, persis dengan yang dimimpikannya. Ia merasa heran, kenapa...
