First book mgod-!
Butuh krisar, jangan langsung judge! Teaser intro ini latar dengan tahun sekitar 1992. Jangan terheran ya...
Jadi...
Selamat membaca♡
Suara isakan tangisan Yena semakin kencang dengan tangisan bercampur hujan yang membasahi dirinya. Apa, Yena terlahir untuk disengsarakan?
Yena lama-lama duduk di padang rumput yang basah terbasahi hujan ditepi sungai han.
Yena duduk dengan perlahan, menikmati hujan yang bercampur tangisannya itu. Itu sudah biasa, jika ada masalah berat. Yena selalu menangis saat hujan. Lagipula, orang-orang akan mengira bahwa dirinya seperti itu karena terkena hujan bukan?
Yena menyadari, bahwa semakin lama, derasnya hujan memudar. Yena tambah terisak. Dengan semua, nya─ tentu rindu dengan mamanya, sudah─ tidak usah dibicarakan.
Yena berpikir, mengapa di hari ini, ulang tahunnya yang ke 18, ia harus merindukan mamanya. Padahal, ia berpikir bahwa Yena dapat merelakan kepergian mamanya itu. Yena merasa pusing, ia segera berpulang ke rumahnya dengan sedikit rasa menggigil.
Sepertinya, rasa 'sedikit rasa menggigil' harus terganti dengan 'dengan keadaan nya yang sangat menggigil'.
Yena tidak peduli dengan mama dan papanya yang selalu memaksa Yena untuk menjadi mahasisiwi universitas yang paling pintar. Yena tentunya sangat tertekan.
Pikirannya yang tercampur campur menjadi abstrak. Semuanya kacau. Ditambah dengan mama tirinya yang selalu memarahi Yena tanpa sebab. Sangat keterlaluan bukan?
Meski begitu, Yena tetap saja duduk termangu menunduk yang pura-pura menyesal perbuatan nya ini sekarang. Meski begitu, Yena tidak memikirkan kata-kata mama tirinya.
Ucapannya tidak penting. Itulah kata-kata Yena di pikirannya.
"YENA! KAMU DENGER UCAPAN MAMA GA SIH?! MAMA MAUNYA KAMU JADI ANAK BENER. DAN SEKARANG, BELAJAR. KAMU HARUS MENDAPAT PERINGKAT TERTINGGI DI KAMPUS. BAGAIMANAPUN CARANYA" teriak mamanya yang membuat kakak Yena─ Jung Jaehyun langsung keluar dari kamarnya dan langsung memeluk Yena.
Dengan tidak sadarnya, Yena sudah kembali mengeluarkan cairan dari matanya yang indah itu. Suara isakan terdengar di daun telinga Jaehyun. Mama tiri Yena, langsung pergi ke kediaman sahabatnya yang sosialita itu.
"Yena, jangan denger ucapan mama. Lo harus bisa kabur dari sini. Dengar, bagaimanapun caranya, gue mau lo ga di tekan sama mama tiri kita" setelah berucap seperti itu, Jaehyun kembali memeluk Yena yang menangis terisak.
"Kak, gue-"
"Ini, ini ada sedikit uang buat lo, gue ngambil uang ini dari bank mama. Ini ambil, gue kan pengurus perusahaan papa, jadi, gue bakal kirim uang buat lo. Dan tentang uang ini, gue udah minta mama, alasan buat jajan sebulan"
Jaehyun menyodorkan selembar kertas cek hijau bertulis 'seratus juta rupiah'. Mata Yena terbelak, Yena tak percaya.
"kak- i-ini se-serius?" tanya Yena mendongakkan kepalanya itu.
Jaehyun menarik kedua bibirnya ke atas tersenyum. Yen, biar nanti lo pergi. Gue bakal nyusul lo biar kita jauh dari mama tiri kita.
YOU ARE READING
Promise ft. Lee Jeno
Teen FictionThe story of Jung Yena and Lee Jeno credite by : ©salty-s
