1. berakhir

8 0 0
                                        

" kita ketemu di cafe Marinda, aku tunggu jam 8"

Sebuah SMS masuk membuat Tara menghentikan aktivitasnya.

Ia segera membuka pesan tersebut, dan mendapati nama Arvin disana.

Ya, Arvin adalah kekasihnya. Namun sekarang rasanya tak enak jika masih menganggap Arvin sebagi kekasihnya.

Tara menyadari, sikap Arvin selama setahun ini sedikit berubah. Arvin menjadi cuek dan dingin, bahkan tak jarang membentaknya jika Tara melakukan kesalahan kecil sekalipun.

Hari ini adalah anniversary mereka, tetapi sudah tidak ada lagi hal istimewa yang bisa dilakukan. Arvin yang dulu ia kenal sudah berubah terlalu jauh, Sudah sangat berubah.

Dan ketika sudah hampir 4 bulan dari perubahan sikap Arvin, ahirnya Tara  mengetahui semuanya. Ternyata Arvin berselingkuh, tetapi masalahnya dia tak tau siapa yang telah mencuri hati Arvin darinya.

Tara terlalu masa bodoh, ia merasa akan sakit bila mengetahui tentang perselingkuhan terlalu jauh. Jadi dia hanya diam, berusaha bersabar dan berharap Arvin akan sadar nantinya.

Tara merasa tidak enak, mungkin ada hal lain yang akan Arvin bicarakan. Mengingat selama seminggu ini,Arvin tidak pernah menghubunginya sama sekali.

Dengan alasan yang dapat masuk di akal, Tara mempercayainya. Padahal Tara yakin  alasannya bukanlah itu

Arvin adalah ketua futsal disekolahnya, kegiatannya yang super sibuk membuatnya jarang bahkan tak pernah bertemu Tara.

Banyak yang menyukai Arvin disekolahnya, dan itu membuat Tara menjadi merasa rendah diri.

Tara pun terkadang merasa risih dengan tatapan teman teman sekolahnya yang seperti merendahkannya, namun Arvin selalu meyakinkannya bahwa dia tak mempermasalahkan itu dan akan tetap berada disisi Tara.

Namun sekarang itu sudah tidak berlaku lagi, tak peduli jika Tara sering mendapat hinaan buruk dari kakak kelasnya, Arvin tak pernah mengatakan apapun lagi.

" Iya"

.
.
.
.
.
.
.

Tara menyiapkan diri ketika jam sudah hampir menunjukkan jam 8. Dan segera berlalu ketika rasanya dia sudah cukup rapi. Tara berdandan tak seheboh dulu, hanya menggunakan rok dan kaos warna pink. Lalu menggunakan sepatu sneakers berwarna putih.

Biasanya Arvin akan menjemputnya jika meminta bertemu, namun kali ini tidak. Tara jadi bisa menyimpulkan satu hal, mungkin Arvin benar benar akan mengakhiri hubungan mereka sekarang.
.
.
.
.
.
.
.

" Sayang, gak akan terjadi apa apa sama hubungan kita kan? Kalau Tara gak terima  kamu putusin gimana? " Tanya Manda cemas

"Tenang aja yang, kamu gak usah takut. Masalah Tara gak usah kamu fikirin" ucap Arvin berusaha menenangkan perempuan yang sudah hampir 7 bulan menjadi kekasihnya.

" Aku juga takut kalau Nusa bakalan benci sama aku." Manda mengingat Nusa, apa yang akan Nusa lakukan jika tau dirinya berkhianat?Nusa sudah sangat percaya padanya, tak seharusnya Manda seperti ini.

" Nusa gak penting sekarang Sayang. Yang penting adalah Tara, kita harus singkirkan Tara dihubungan kita"Arvin berusaha agar tidak marah ketika Manda menyebut Nusa, dia cemburu dengan Nusa. Lelaki  bodoh yang terlalu mencintai Manda

"Tapi yang aku...." Ucapan Manda terputus karena suara seseorang.

" Sayang, kok ada Manda sih?" Tanya Tara  bingung.

Arvin menatap kedatangan Tara dengan sorot mata tajam,dingin dan menusuk.

" Duduk" perintah Arvin  dingin dan tak menjawab kebingungan dari Tara.

NUSAnTARAStories to obsess over. Discover now