Faith, hope, and love

53 1 0
                                        

Prolog

Greifswald, Jerman...
Leona memandang sendu ke hamparan rumput Pomeranian museum state. Saat ini sudah memasuki musim semi. Bunga-bunga tulip mulai bermekaran menambah keindahan hari ini. Tetapi berbanding terbalik dengan suasana hati gadis itu yang beberapa minggu lalu kehilangan seluruh anggota keluarganya. Dan saat ini dia terpaksa bersembunyi dari werewolf yang ingin menghabisinya. Dia menyamar sebagai salah satu pegwai cupu di museum itu. Karena hanya dia yang tersisa dari keluarga bangsawan Caleste. Dan bersama dengan pelayan setianya Ronald, mereka harus kembali ke tempat di mana dulu dia meninggalkan awal mimpi buruknya.

Di suatu tempat...
Bunyi alarm yang berasal dari ponsel yang terletak di meja nakas samping tempat tidur, terdengar menggema di kamar tidur seorang pemuda. Dengan mata yang masih terpejam berusaha mencapai ponselnya untuk mematikan alarm yang mengganggu tidurnya. Akhirnya dia berhasil mencapai ponselnya, tetapi saat akan mematikan alarmnya tiba-tiba ada panggilan masuk.
"Bisma! Kamu dimana?, kalau dalam 30 menit kamu tidak ada diruang kerjamu itu artinya surat resignmu ada di atas mejaku hari ini. Beberapa detik kemudian Bisma tersadar dan segera melompat dari tempat tidur dan meluncur ke kamar mandi yang untungnya bergabung dengan kamarnya.

Bisma langsung berlari menuju kantornya saat mobilnya sudah terparkir. Waktunya tinggal 10 menit lagi. Sedikit lagi dia akhirnya mencapai lift sebelum tertutup. Akhirnya dengan napas terputus-putus Bisma berhasil mencapai ruang kerjanya. Tepat setelah membuka pintu ternyata atasannya sudah duduk di kursi kerjanya dengan wajah masam.
"Untung waktumu masih tersisa 2 menit sebelum benar-benar akan memejatmu, kata si bos sambil menyeringai lebar. Bisma hanya bisa mengumpat dalam hati atas kata-kata kejam bosnya.
"Persiapkan dirimu dan temani aku menuju lokasi pembangunan resort kita yang baru siang ini, kata bosnya sebelum keluar dari ruangan Bisma.
"Baik, balas Bisma setelah napasnya normal kembali. Setelah bosnya pergi dia pun mendudukan diri di kursi yang tadi ditempati atasannya. Dengan rasa lelah sehabis berlari dia  menyandarkan punggungnya sambil melihat notifikasi ponselnya. Ada beberapa panggilan tidak terjawab yang memang sengaja Bisma hiraukan.
"Tidak bisakah kalian membiarkanku santai sebentar saja,  keluh Bisma saat  melihat beberapa pesan masuk di ponselnya.

•••

"Bagaimana kalau kita makan siang dulu Pak  Ray, baru kita ke lokasi? Tanya Bisma.
"Baiklah, kebetulan aku juga sudah lapar, jawab Pak Ray atasannya. Mereka pun menuju restoran terdekat  untuk makan siang.
"Jika pembangunan resort ini bisa cepat selesai dari jadwal yang telah ditentukan, aku akan memberikanmu cuti selama dua minggu, kata Pak Ray setelah meminum air putihnya.
"Serius pak?! Bisma bertanya sambil tersenyum lebar kepada atasan yang duduk dihadapannya ini.
"Kalau kau tidak..
"Ya! saya mau, jawab Bisma bahkan sebelum pak Ray melanjutkan perkataannya.
Pak Ray hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah anak buahnya itu.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam mereka pun sampai di lokasi pembangunan resort baru yang dihandle oleh perusahaan rekontruksi yang ditempati oleh Bisma. Dan Bisma sendiri adalah asisten kepala proyek yaitu Pak Ray. Dan diwaktu tertentu mereka sendiri yang meninjau lokasi proyek.

"Apakah pekerjaan tempat ini sudah mencapai 50%? Tanya Pak Ray kepada Randi salah satu bawahannya yang bertugas untuk memantau proyek.
"Iya pak,  dan dengan sumber daya yang cukup saat ini saya rasa pekerjaan kita bisa selesai bahkan sebelum waktunya, jawab Randi.
"Baguslah, saya berharap bisa cepat selesai agar kita bisa mendapatkan libur, balas Pak Ray. Bisma dan Randi tersenyum senang mendengar perkataan atasan mereka. Setelah puas berkeliling Pak Ray dan Bisma kembali ke kantor mereka tepat pukul lima sore.

Saat sampai di ruang kerjanya Bisma mulai membuat laporan pekerjaan proyek itu dan memberikannya kepada Pak Ray karena besok pagi mereka akan rapat dengan beberapa investor yang ingin mengetahui perkembangan resort itu. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam saat Bisma meletakkan laporan pekerjaannya di meja Pak Ray. Untungnya Pak Ray masih menunggunya dan setelah memeriksa laporan itu mereka pun meninggalkan tempat kerja mereka.

Bisma masih menyetir mobilnya menuju apartemen saat tiba-tiba ada panggilan masuk di ponselnya. Bisma melihat siapa yang menghubungi dan alisnya mengkerut heran. Dan saat dia menjawab panggilan itu dia langsung disambut dengan teriakan yang mengganggu pendengarannya.
"Bisma! Coba tebak kami di mana sekarang? Terdengar suara ceria yang cempreng seorang wanita.
"Valent? Bisma bertanya ragu.
"Yes, kau benar. Dan kau belum menebak keberadaanku, kesal wanita yang bernama Valent itu. Bisma hanya menggeleng kecil mendengar nada kesal itu.
"Biar kutebak saat ini kalian semua ada di depan pintu apartemenku seperti segerombolan gembel yang menunggu untuk mengacaukan malamku, jawab Bisma asal.

Valent yang mendengar nada menyebalkan Bisma memanyunkan bibirnya. Dia kesal karena perkataan Bisma benar adanya. Bahwa dia bersama teman-teman yang lain saat ini ada dilorong apartemen Bisma.
"Kau benar-benar menyebalkan. "Tapi kami akan tetap menunggumu jadi sampai nanti, balas Valent sebelum memutuskan panggilannya. Sedangkan Bisma hanya tersenyum kecil mendengar nada memerintah salah satu temannya itu.

"Bagaimana? Tanya seorang pria yang sedari tadi sudah penasaran apa yang dibicarakan Valent dan Bisma.
"Tenang saja dia tidak mempermasalhkan tentang kita yang tiba-tiba datang, jawab Valent tersenyum lebar. Pria itu hanya menghela napasnya.
"Bagaimana dia bisa tidak keberatan kalau kita sudah ada disini, balas pria itu mendelik kesal pada Valent.
"Hei, kita hanya berusaha jadi teman yang tidak melupakan hari ulang tahunnya, elak Valent.
"Baiklah, kalian berdua berhenti bertengkar sebelum kita diusir karena mengganggu penghuni yang lain, seorang pria lainnya menghentikan pertengkaran tidak bermutu kedua temannya.
"Maaf, jawab mereka bersamaan.

Setengah jam kemudian Bisma sampai diunit apartennya. Dan seperti dugaannya, tidak jauh dari lift yang dipakainya saat ini terlihatlah beberapa orang yang berdiri di depan pintu apartemennya. Dia pun berjalan ke orang-orang itu.
"Kalian benar-benar terlihat seperti gembel menyedihkan, kata Bisma tajam saat sudah ada di dekat teman-temannya. Sedangkan yang ditegur hanya bisa tersenyum bodoh kepada Bisma. Bisma hanya menggelengkan kepalanya sambil membuka pintu apaertemennya dan membiarkan teman-temannya masuk.

Saat mereka semua sudah masuk dan tanpa malu mulai mengobrak- abrik dapur Bisma. Merekamenyiapkan kue serta beberapa cemilan dan minuman yang memang sudah mereka siapkan sebelumnya untuk merayakan ulang tahun Bisma. Untung saja besok hari minggu jadi Bisma tidak terlalu khawatir membiarkan temannya mengacaukan malamnya. Setelah beberapa menit yang menghebohkan dan juga paksaan dari Valent saat ini Bisma duduk bersila dan di hadapannya ada sebuah red velvet cake lengkap dengan lilin angka 25 yang sudah dinyalakan.

Dengan wajah masam Bisma menatap semua teman-temannya.
"Seriusly! Aku harus melakukan hal konyol ini? Tanya Bisma dengan nada kesal.
"Tentu saja ini kan hari lahirmu."Buatlah permohonan, jawab Valent sambil tersenyum manis. Dan teman-temannya yang lain hanya menganggukakn kepalanya setuju perkataan Valent.
"Baiklah,  akhirnya Bisma pasrah saja akan tindakan semena-mena teman-temannya.
"Jika aku bisa meminta,  hanya satu yang kuinginkan saat ini. "Pertemukanlah aku dengannya, meskipun itu hanya sesaat, doa Bisma dalam hati. Sesudah itu dia pun meniup lilinnya diiringi lagu ulang tahun yang dinyanyikan temannya.

Suasana yang biasanya damai saat ini sudah seperti pasar yang sangat berisik. Kue yang beterbangan dan suasana ceria membuat Bisma sangat berharap doanya dikabulkan. Well setidaknya saat ini dia masih memiliki teman-teman yang akan selalu ada disisinya dalam suka maupun duka

Tbc...

Faith, hope, and loveStories to obsess over. Discover now