OO. - bertemu.

255 28 0
                                        

" Kak, kamu temenin adek ke tempat les renang dia ya? "

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

" Kak, kamu temenin adek ke tempat les renang dia ya? "

Kalisha baru saja lepas earphone yang dipakai saat ibunya lontarkan permintaan dadakan. Gadis 17 tahun itu memutar kursi belajarnya untuk balik menatap ibunya yang masih di ambang pintu.

" Kok aku? Mama mau kemana emangnya? " tanyanya.

" Ada urusan sama tante kamu, jadi ngga bisa nemenin adek. Nanti kakak aja yang nemenin ya? " jawab ibunya dengan permintaan di akhir kalimatnya, si selaku anak sulung hanya mengangguk sanggupi. Hitung-hitung untuk hilangkan rasa bosan di hari Minggu, 'kan?

" Ya udah, nanti sore jam tiga, ok? Berangkatnya dianter Pak Deni, jagain adek bener-bener loh. Mama mau berangkat sekarang, pulang nanti agak malem. " Kalisha lagi-lagi mengangguk.

" Iyaaa, Mama hati-hati ya! " Sang ibu tersenyum untuk kemudian berlalu dari kamar anaknya. Sepeninggal ibunya, Kalisha kembali fokus pada lembaran kertas bahan belajar semester baru yang akan dimulai esok hari.

---

Jam sudah tunjukkan pukul dua lewat tiga puluh menit sore, Gadis berambut lurus sepunggung itu merenggangkan tubuhnya yang dibuat pegal sekujur karena agenda belajar. Yang namanya Kalisha Felora memang terkenal akan sifat ambisiusnya, bahkan teman yang lainnya mungkin akan mengerang malas mengingat sekolah akan dimulai besok. Berbeda dengannya yang justru sudah siapkan dari jauh hari bahkan materi baru sudah menyelip masuk ke memori otaknya.

Gadis kelas dua sekolah menengah itu menggapai cermin kecil di pojok meja, mengarahkan pantulan kacanya pada ujung pelipisnya yang tumbuh jerawat, hasil dari pikiran sibuknya. Si cantik dari jajaran siswi populer itu ulas senyum kecil sembari bergumam, " tetep cantik kok, ngga papa. "

Habis puas, ia lalu ambil lipcream di kotak khusus riasan bibirnya itu. Colek sedikit untuk beri polesan tipis di pipi dan bibirnya agar tak terlihat pucat, ia tersenyum kecil- lagi, setelahnya bangkit untuk raih tas yang sudah ia persiapkan tadi lalu keluar dari kamar.

Tubuh tinggi proporsionalnya dibalut rok selutut dengan kaus putih pendek berlapis kardigan warna biru muda hari ini. Tak ayal jika ia bisa jadi siswi yang cukup populer dengan penampilan seperti ini di luar prestasi akademik yang selama ini ia banggakan.

Kalisha akhirnya turun melewati tangga, datangi adiknya yang entah sejak kapan sudah duduk tenang di depan televisi sembari menonton acara kartun.

" Hana, jadi les hari ini? " Kalisha menginterupsi acara menonton milik Hana- adiknya yang terlihat khusyuk, sang Adik menoleh lalu pamerkan senyum sumringah.

" Jadi! Ayo, " Kalisha tersenyum kecil lihat betapa semangat adiknya, si kecil yang baru beranjak sepuluh tahun bulan depan itu sudah gendong ransel berisi perlengkapan renangnya. Langkah kaki kecilnya dengan riang dibawa keluar rumah, mulutnya menyenandungkan lagu yang Kalisha tidak tahu apa judulnya. Yang lebih tua lantas hanya ikuti dari belakang untuk kemudian masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan Pak Deni, supir pribadi keluarganya.

Selama di perjalanan, gadis dari penjurusan MIPA itu hanya beri atensi pada ponsel di genggaman, hiraukan adik perempuannya yang mengoceh tak tentu arah. Walaupun sesekali ia tanggapi saat si Adik lontarkan pertanyaan yang butuh opininya. Hingga sampai di lampu merah terakhir sebelum sampai di gelanggang olahraga tempat adiknya berlatih, cerita dari Hana tarik perhatian Kalisha sepenuhnya.

" Kak Kal tau? Di tempat les Hana ada kakak ganteng! Hana kaya pernah lihat, tapi lupa dimana. " ucapan dari Hana beri kerutan di dahi.

" Oh ya? Lihat dimana? " tanyanya.

" Lupa, kata Hana muka kakaknya engga asing. "

" Hana pernah kenalan sama kakaknya belum? " hanya gelengan yang diterima Kalisha sebagai jawaban.

" Belum, takut. Soalnya kakak-kakak cantik di tempat les suka deketin kakak gantengnya, jadi Hana engga berani tanya. Tapi nanti Kak Kal lihat sendiri. " tepat setelah selesaikan ucapannya, mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di tempat parkir. Kalisha dan adiknya segera turun setelah beri pesan kepada Pak Deni untuk tunggu sampai waktu les berakhir.

Kedua kakak beradik itu lantas berjalan ke dalam gelanggang setelah membeli tiket di loket.

Suasana kolam renang sore ini cukup ramai, lebih ramai dari terakhir kali Kalisha kunjungi tempat olahraga itu dua minggu lalu. Tapi herannya dari luasnya kolam yang ada, hanya beberapa pengunjung saja yang terlihat menceburkan diri ke dalamnya, sisanya masih lengkap dengan baju rapi untuk duduk santai di tempat duduk yang ada. Termasuk si gadis berzodiak Leo itu yang duduk di kursi tunggu setelah antar adiknya ke ruang ganti. Ia lagi-lagi hanya pusatkan perhatian pada ponselnya, tak ingin dibuat mendidih saat beberapa kali ia sadar jika beberapa lelaki menatapnya intens.

Sepuluh menit akhirnya berlalu, Hana kini sudah berdiri di hadapan Kalisha dengan baju renang berwarna biru muda dipadu warna biru tua. Di lehernya terkalung kaca mata renang warna hitam dan di genggamannya sebuah penutup kepala karet untuk lindungi rambutnya juga siap disodorkan ke Kalisha untuk bantu pakaikan.

" Ini pakaiin. " pinta Hana, Kalisha tersenyum kecil, bantu pasang penutup kepala. Setelah dipastikan rapi, Kalisha mengacungi jempol.

" Udah. " Hana beri senyuman manis dan balas acungan jempol.

" Kak Kal terbaik! " ujarnya bersemangat.

" Kakaknya siapa dulu? "

" Hana 'lah! " keduanya tertawa dengan manik mata yang tenggelam di antara kelopak, sangat menyenangkan. Namun, bahagia kedua saudara kandung itu harus diinterupsi oleh ramai pengunjung yang tiba tiba saja mulai berbisik riuh dan memekik girang.

Kalisha yang dengar jadi kerutkan dahinya bingung, lalu edarkan pandangan ke sekeliling diikuti Hana yang juga ingin cari tahu apa sebab keramaian itu. Tapi lima detik berselang si yang menjadi adik itu menunjuk ke arah pintu ruang ganti pria yang ada di seberang kolam renang tempat ia dan adiknya berdiri dengan pekikan kecil.

" Kak Kal, itu si kakak ganteng! " ucapnya. Kalisha memicingkan matanya berusaha pusatkan fokusnya ke lelaki tinggi yang tengah lakukan pemanasan sambil jadi pusat perhatian. Si lelaki masih beri adegan membungkuk, hingga tepat saat ia kembali berdiri tegak dan perlihatkan wajahnya, seluruh syaraf Kalisha mendadak tegang lihatnya.

" A-Agam? "

" A-Agam? "

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
embrouillé - ( haruto w. / wonyoung j. ) Stories to obsess over. Discover now