TLD #1

37 7 0
                                        

Naomi POV
     Hai... namaku Naomi, aku tinggal bersama seorang nenek yang menjaga dan merawatku sejak umur 7 tahun.  Karna itu, aku tidak memiliki nama panjang atau nama marga karna ditinggal keluarga. Tapi, nenek bilang aku ditinggalkan karena ketika itu keluargaku sedang dalam bahaya. Aku percaya perkataannya, karna aku yakin pada keluargaku mereka orang orang yang baik. Aku tinggal di desa Flower Hill atau bukit bunga, desaku berupa bukit dan banyak bunga obat obatan maupun bunga bunga cantik nan indah. Karna itu, desaku ini terkenal.

     Setiap pagi hari selesai makan aku pergi kehutan untuk belajar lebih tentang tanaman obat obatan. Jika banyak orang tidak menginginkannya namun tidak untukku, justru aku sangat menyukainya. Hutan berada diujung barat bukit. Dan diujung hutan itu ada kerajaan lama yang tak berpenghuni. Hutan ini sangat sangat luas, jika aku berangkat dari rumah ke kerajaan kosong itu, butuh waktu kurang lebih 4 hari untukku datang kesana.

"nek... aku pergi. jaga dirimu ya nek... aku akan pulang nanti sore." ucapku setelah selesai mengerjakan tugas rumah, nenek sedang duduk dikursi tamu mengistirahatkan dirinya.

"iya nak... hati hati jaga dirimu baik baik dan belajar yang benar....." jawab nenek, aku langsung menghampiri nenek yang berdiri dari tempat kursinya dan mencium punggung tangannya.

     Dihutan, aku belajar tentang tanaman obat obatan hingga siang setelahnya kulanjutkan untuk belajar bermain pedang hingga sore, aku mempelajarinya agar bisa membela diri juga untuk jaga jaga. Nenekku pun mendukung usahaku, dan memang seharusnya aku berlatih pedang, itulah tanggapan nenekku. Setelah berada ditempat tujuan, aku langsung mempelajari tanaman obat obatan, menjelang siang aku melatih kemampuan pedangku dan mencoba mengembangkannya...

Disini hutannya masih terjaga, sedikit orang yang menjumpai hutan ini, hingga hewan hewan disini masih ada dan tumbuhan yang menyebar dimana mana.

Sementara disisi lain.....

~~~~~<《●○●○●|○●○●○》>~~~~~

Sky POV
      
        Aku baru saja selesai latihan dihutan, sesaat aku menginjakan kaki digerbang istana yang mulai menghitam, tidak ada satu orang pun disini. Aku tak mengerti, tiba tiba seseorang datang menghampiriku dan berbicara

"mohon maaf pangeran, anda dilarang masuk kedalam istana atas perintah raja dan ratu, mereka berpesan bahwa anda harus pergi dari sini." setelah mengatakan itu, dia menghilang dan pergi entah kenapa.

Karna penasaran, aku melanggar perintah dari ibu dan ayahku. Kupegang erat knop pintu kerajaan, kubuka sedikit pintunya dan mendengar suara bising didalamnya.

"kami tidak akan membiarkan itu terjadi" suara menggelegar itu milik ayahku, aku mulai memicingkan mata dan melihat ia yang sedang diborgol tangan beserta kakinya.

"wah... Wah... Benarkah? Bahkan sekarang kau sudah tak berdaya pak tua." pria misterius itu meremehkan ayahku yang seorang raja. Aku hanya menahan diri untuk sesaat ini.

Mataku menjelajah kearah lain dan melihat ibuku yang digusur kasar dengan keadaan yang mengenaskan. Aku sudah tak tahan. Niatku ingin menolong kuurangkan mengingat pesan dari ayah dan ibuku.

Beberapa menit kumemperhatikan dan ku temukan kebenaran mengapa ayah dan ibuku tak melawan, mereka terkuras tenaganya karena cairan dari suntikan itu, para prajurit kami pun merasakannya.

"aku pasti akan mengembalikan semuanya. Pasti" tekadku kuat, aku pergi keluar wilayah kerajaan menggunakan kekuatan kecepatanku. Kini, aku akan bermalam dihutan. Dan mulai mencari kebenaran juga melatih diri untuk membalaskan semua

-----

Namira POV

Aku sudah berada didalam gua, aku melepas nafas lelah. Cukup seharian ini, aku berlari dikejar mereka. Dan entah dari kapan mereka mulai berhenti mengejarku.

Mengetahui kenyataan baru ini, batinku meringis dan bulir air bening jatuh dari mataku dan menciptakan sungai memanjang dipipiku.

Isak tangis mulai terdengar didalam gua, ini sungguh kenyataan yang sangat menyakitkan bagiku.

"kenapa ini harus terjadi padaku," batinku menerawang saat saat tadi pagi terjadi.

Flash back onn

Kami baru saja selesai sarapan, kami tertawa saat adiku berceloteh ria, dan kakakku yang frustasi tak mengerti perkataannya. Sepertinya adikku itu menceritakan sebuah cerita didalam gendongan kakak pria itu.

Aku melangkahkan kaki keluar istana untuk mencari udara segar diluar. Aku mengikuti naluri untuk berlari kecil mengelilingi istana. Namun, tiba tiba angin berhembus kencang dengan udara yang memanas. Ini aneh,

Aku berlari kencang menuju keluargaku didalam setelah mendengar suara keras dari sana, tapi... Kakiku berbelok arah kearah lain karna ada banyak pasukan hitam mengejarku dibelakang.

Flash back off

-----

Yuuki POV

"Yuuki pergi dari sini cepat!!!" suara itu mengintrupsiku untuk pergi sejauh mungkin dari sini.

Aku melihat keluargaku yang ditahan didalam sana. Namun, seketika pasukan bebaju hitam menghadangku didepan mereka mengeluarkan senjatanya masing masing, karna aku terfokus melarikan diri, kugunakan kekuatan petirku, dan pergi secepatnya. Aku melirik kebelakang dan mereka hilang menjadi debu.

Malam tiba, aku bingung entah harus pergi kemana. Kuputuskan untuk beristirahat didalam gua.

-----

Namira POV

Pagi hari...

Aku mengerjap mendengar suara kicauan burung dari luar. Aku melihat kesekitar dan terkejut melihat seorang wanita tidur tak jauh di tempatku berada.

"Hei... Hei.. Ayo bangun," ucapku pelan menepuk nepuk pipinya. Wajahnya tampak kelelahan. Apa ia mengalami hal yang sama sepertiku  pikirku.

"nanti... Bentaran lagi ya ma..." rancaunya membuatku kebingungan...

"hei, aku bukan ibumu. Ayo cepat bangun ini sudah siang." ucapku berbohong karna tak sabar ingin mendengar cerita penjelasan darinya. Ya... Cerita kenapa dia ada disini bersamaku.

Dia meregangkan tangannya dan mukai membuka matanya.

"ini dimana?" tanyanya yang membuatku tambah kebingungan. Dia yang menggerakan tubuhnya kesini dan dia bertanya keberadaannya padaku,, aneh.

Dia terkejut melihatku setelah membuka matanya penuh.

"kau siapa?"

"kau siapa?" tanya kami bersamaan.

"kau duluan," finalku. Berdebat bukan tujuanku saat ini ada yang lebih penting dari itu.

Kami memulai pendekatan, dan mulai akrab, kami saling menceritakan kejadian yang menimpa kami, aku terkejut karna kejadiannya hampir serupa dengan kejadian yang menimpaku itu.

Kamipun memutuskan untuk melaksanakan perjalanan bersama dan mencari tahunya.

Kami sepakat.

The Lost DiamondDonde viven las historias. Descúbrelo ahora