Fandi Hermawan atau lebih dikenal dengan nama Fandi adalah seorang pria unik berusia 26 tahun yang bekerja di sebuah kantor perusahaan media terkemuka di ibukota. Fandi dikatakan seseorang yang unik karena dia memiliki ketertarikan seksual terhadap pria atau biasa dikenal sebagai 'gay'. Dia mengakui pada dirinya sendiri bahwa dirinya adalah gay namun dia masih menutupinya kepada semua orang.
Sebelumnya, Fandi bekerja di sebuah cabang kantor perusahaan di kota dimana dia tumbuh dan dewasa disana. Dengan jerih payahnya bekerja di perusahaan tersebut akhirnya dia mendapatkan sebuah promosi untuk bekerja di kantor utama perusahaan yang berada di ibukota sehingga Fandi akan memulai menjalani kehidupan barunya di ibukota dengan pekerjaan terbarunya.
Singkat cerita Fandi telah berada di depan kantor dirinya bekerja. Fandi memandangi gedung kantor tempatnya bekerja dari atas ke bawah dengan perasaan bangga. Gedung kantor yang terlihat sangat luas dan tinggi tersebut terletak di daerah pemukiman yang terkenal ramai akan lalu lintasnya. Perlahan dia melangkahkan kaki memasuki gedung tersebut.
Fandi mendapatkan pesan untuk menemui boss atau managernya pada waktu sekitar pukul 10:00 pagi di ruang divisinya tempatnya akan bekerja di lantai 3. Ruang kerja divisinya terletak di bagian timur gedung kantor. Fandi telah sampai di ruangan yang ditujunya. Dengan perasaan sedikit nervous, dia mengetuk pintu perlahan dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
Saat masuk ke dalam ruangan utama tampak beberapa karyawan sedang sibuk di meja kerja mereka masing-masing. Fandi perlahan berjalan masuk menuju ruangan manager setelah dengan sopan memperkenalkan diri secara singkat kepada beberapa rekan kerja yang sedang duduk di meja kerja mereka masing-masing sebelumnya. Dia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya untuk menenangkan dirinya. Setelah cukup yakin, dia mengetuk pintu tersebut dan masuk ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan tersebut terdapat 2 orang pria yang sedang duduk santai di sofa. Fandi terkejut. Merasa tidak sopan karena tidak tahu bahwa managernya sedang kedatangan tamu, Fandi bergegas untuk keluar dengan sedikit berbungkuk lalu meminta maaf telah mengganggu. Namun salah seorang dari mereka dengan cepat mencegah Fandi beranjak dari pintu dan mengatakan bahwa mereka sedang menunggu kedatangan dirinya.
Fandi dipersilakan duduk. Salah seorang lainnya yang berada di ruangan itu menyapanya. "Hai kamu Fandi kan? Long time no see bro!"
DEG! Fandi yang sejak awal masuk kedalam ruangan dengan pandangan sedikit tertunduk tiba-tiba terkejut ketika dia mengangkat wajahnya. Dia cukup kaget melihat orang yang telah menyapanya. Dia terdiam beberapa saat lalu meraih tangan orang yang mengajaknya bersalaman tersebut dengan sedikit canggung.
"Kamu kenal dia?" Tanya orang yang ada di sebelah pria yang menyapa Fandi sebelumnya.
Tentu mereka saling kenal. Orang yang telah menyapanya adalah Ario yang ternyata teman Fandi disaat kuliah dulu. Mereka berdua berkuliah di sebuah universitas ternama di kota tempat kelahiran mereka dengan jurusan yang sama.
Fandi terkejut saat bertemu temannya itu pasalnya dia adalah orang yang selalu Fandi berusaha hindari semasa kuliah dulu. Hubungan pertemanan mereka sangat canggung. Mereka (terutama Fandi) merasa canggung antar satu sama lain. Ada alasan tersendiri dibalik kecanggungan mereka.
"Oke, karena dia sudah datang, aku keluar dulu ya. Hei Fandi! Setelah ini kita ketemuan di lobby lantai satu ya! tunggu aku disana." Ario pergi meninggalkan ruangan tersebut. Suasana menjadi hening.
"Ehm baiklah Fandi! perkenalkan saya Robby Mahendra. Saya adalah manager di divisi ini. Itu artinya kamu adalah anggota rekan kerja saya di divisi ini." Robby menjabat tangan Fandi dan mempersilakannya untuk duduk kembali setelah berpindah dari sofa ke meja kerjanya.
YOU ARE READING
TO BE LOVED
RomanceBagaimana perasaanmu jika bertemu dengan cinta pertamamu? Cinta pertama yang telah terpendam lama kini muncul ketika bertemu kembali setelah 5 tahun lamanya berlalu. Namun dia harus menyadari bahwa cinta ini sulit untuk terjadi. Adalah Fandi, seor...
